Newcastle Lumat Qarabag, Agregat Telak Antar ke 16 Besar
St. James' Park bergemuruh pada Kamis (13/3) dini hari WIB saat Newcastle United menuntaskan misi ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 dengan kemenangan 3-0 atas Qarabag FK. Kemenangan ini melen...
St. James' Park bergemuruh pada Kamis (13/3) dini hari WIB saat Newcastle United menuntaskan misi ke babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 dengan kemenangan 3-0 atas Qarabag FK. Kemenangan ini melengkapi keunggulan agregat 5-0, setelah The Magpies mencuri kemenangan 2-0 di Baku dua pekan lalu. Starting XI yang diturunkan Eddie Howe menunjukkan ambisi ofensif sejak menit pertama, dengan formasi 4-3-3 yang menempatkan Sandro Tonali sebagai gelandang serang di belakang Alexander Isak.
Pertandingan belum genap lima menit, Stadion St. James' Park sudah bergoyang. Menit ke-4, sebuah umpan terukur dari Kieran Trippier dari sisi kanan disambut oleh Sandro Tonali yang menusuk dari lini kedua. Dengan satu sentuhan, gelandang Italia itu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Qarabag, Andrey Lunyov. Gol cepat ini langsung memupus harapan tim tamu yang butuh setidaknya tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Skor 1-0, agregat menjadi 3-0.
Belum selesai selebrasi, Newcastle menggandakan keunggulan hanya berselang dua menit. Menit ke-6, Joelinton memanfaatkan situasi sepak pojok yang dieksekusi Trippier. Bola lambung mengarah ke tiang dekat, disundul oleh Joelinton yang lolos dari kawalan bek Qarabag. Sundulan kerasnya menembus jala Lunyov untuk kedua kalinya. Dalam tempo enam menit, skor papan elektronik berubah 2-0, mengunci agregat 4-0 dan praktis memastikan kelolosan sejak babak pertama.
Dominasi Taktik dan Statistik Babak Pertama
Newcastle tidak hanya unggul dalam skor, tetapi juga dalam setiap aspek permainan. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola mencapai 65 persen, dengan total 12 percobaan tembakan dan 5 di antaranya tepat sasaran. Qarabag hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun mengancam gawang Nick Pope. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan pelatih Qarabag Gurban Gurbanov gagal membendung overload di sepertiga akhir lapangan. Pergerakan tanpa bola Miguel Almiron dan Anthony Gordon di sisi sayap terus menarik bek lawan keluar posisi, membuka ruang bagi Tonali dan Bruno Guimaraes untuk mendikte ritme.
Joelinton, yang biasanya beroperasi sebagai gelandang box-to-box, justru lebih sering berada di kotak penalti lawan. Gol keduanya dalam dua laga ini menegaskan peran hibridnya sebagai ancaman udara. Qarabag mencoba keluar dari tekanan dengan memainkan bola-bola panjang ke Abdellah Zoubir, tetapi Sven Botman dan Fabian Schär terlalu kokoh dalam duel udara.
Babak Kedua: Botman Menggenapkan Pesta
Memasuki babak kedua, Newcastle menurunkan intensitas sedikit, tetapi tetap memegang kendali penuh. Menit ke-52, Sven Botman ikut mencatatkan namanya di papan skor. Lagi-lagi situasi bola mati menjadi petaka bagi Qarabag. Sepak pojok Trippier kali ini diarahkan ke tiang jauh, di mana Botman berdiri bebas. Bek tengah asal Belanda itu menanduk bola ke sudut atas gawang tanpa bisa dihalau Lunyov. Skor 3-0, agregat 5-0. Gol tersebut menjadi penegasan dominasi fisik Newcastle, yang memenangi 70 persen duel udara sepanjang laga.
Selepas gol ketiga, Eddie Howe mulai melakukan rotasi. Isak ditarik keluar pada menit ke-65 digantikan Callum Wilson, sementara Tonali dan Joelinton diberi istirahat untuk menjaga kebugaran jelang laga Premier League akhir pekan. Meski banyak pemain inti ditarik, Newcastle tetap menciptakan peluang. Wilson nyaris menambah gol pada menit ke-78, tetapi tendangannya dari dalam kotak penalti membentur tiang. Skor 3-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Felix Zwayer.
Secara keseluruhan, Newcastle mencatatkan penguasaan bola akhir 62% berbanding 38%, dengan total tembakan 18 berbanding 4, dan shots on target 8 berbanding 1. Qarabag tidak mencatatkan satu pun peluang bersih sepanjang 90 menit. Statistik expected goals (xG) menunjukkan Newcastle 2,84 berbanding 0,12 milik Qarabag. Clean sheet Nick Pope keempatnya di kompetisi musim ini menjadi bukti soliditas lini belakang The Magpies.
Tonali, Dirigen Serangan Newcastle
Sandro Tonali sekali lagi menjadi aktor utama lini tengah. Selain gol pembuka, ia mencatatkan akurasi operan 94 persen, tiga key passes, dan dua intersep. Perannya sebagai deep-lying playmaker membuat Newcastle mampu transisi dengan cepat dari bertahan ke menyerang. Duetnya dengan Bruno Guimaraes memberikan keseimbangan sempurna: Guimaraes sebagai pengatur tempo, Tonali sebagai pembawa bola yang vertikal. Dalam dua laga kontra Qarabag, Tonali mengoleksi satu gol dan dua assist, menegaskan statusnya sebagai rekrutan vital musim ini.
Sementara itu, Joelinton yang mencetak gol cepat meneruskan catatan impresifnya di Liga Champions. Gelandang Brasil itu kini telah mengemas tiga gol dalam lima penampilan di kompetisi elite Eropa. Kehadirannya di kotak penalti sebagai opsi kedua atau ketiga membuat Newcastle sulit diantisipasi. Pelatih Eddie Howe pun memuji determinasi anak asuhnya:
“Kami tahu Qarabag akan memberikan segalanya, tapi para pemain menjaga standar tinggi sejak menit pertama. Gol cepat membuat kami nyaman, dan kami tidak pernah kehilangan kontrol. Ini penampilan profesional yang membanggakan.”
Dengan hasil ini, Newcastle United melaju mulus ke undian babak 16 besar yang akan digelar di Nyon, Swiss, pekan depan. Sementara Qarabag harus mengakhiri kampanye Eropa mereka dengan kepala tegak setelah lolos dari fase grup musim lalu. Bagi Newcastle, mimpi untuk kembali ke partai puncak seperti musim 2022/2023 masih terjaga, dan performa sepanjang dua leg ini menjadi peringatan keras bagi calon lawan berikutnya.
Baca juga:
Comments (0)