Swiss Singkirkan Kolombia Via Adu Penalti Dramatis di 16 Besar

Skor akhir: Swiss 1-1 Kolombia (5-4 penalti) — Sebuah drama adu penalti yang mendebarkan di BC Place, Vancouver, mengantar Timnas Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan ...

Swiss Singkirkan Kolombia Via Adu Penalti Dramatis di 16 Besar

Skor akhir: Swiss 1-1 Kolombia (5-4 penalti) — Sebuah drama adu penalti yang mendebarkan di BC Place, Vancouver, mengantar Timnas Swiss melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan perlawanan gigih Kolombia. Gol cepat di babak pertama dari Breel Embolo harus dibayar lunas oleh gol penyeimbang Luis Diaz di babak kedua, memaksa laga berlanjut hingga 120 menit tanpa pemenang. Eksekusi penalti kelima Yann Sommer menjadi penentu setelah kiper legendaris itu sukses mengeksekusi penalti pamungkas sekaligus menggagalkan tendangan lawan.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Awal Swiss Berujung Gol Cepat

Pertandingan yang dipenuhi intensitas tinggi sejak menit pertama ini menyajikan duel taktik antara formasi 3-4-3 Swiss dan 4-2-3-1 Kolombia. Swiss langsung mengambil inisiatif serangan dengan penguasaan bola mencapai 62% di 20 menit awal, memanfaatkan kecepatan Embolo dan pergerakan tanpa bola dari Ruben Vargas. Menit ke-12, umpan terobosan Granit Xhaka berhasil diintersep, namun bola muntah jatuh ke kaki Embolo yang tanpa pikir panjang melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kiri bawah gawang Camilo Vargas yang tak mampu dijangkau. Skor 1-0 untuk Swiss. Assist dicatat atas nama Xhaka meski sedikit kontroversial karena sentuhan terakhirnya sebenarnya lebih mirip kesalahan kontrol.

Kolombia yang dikejutkan oleh gol cepat itu perlahan membangun kembali ritme permainan. Juan Fernando Quintero dan James Rodriguez mulai menemukan celah di lini tengah Swiss yang agak maju. Statistik shots on target di babak pertama menunjukkan Swiss unggul 4 berbanding 2, namun Kolombia lebih efisien dalam membangun serangan balik. Di menit ke-33, umpan silang Luis Diaz dari sisi kiri nyaris disambar Rafael Borré andai Manuel Akanji tidak melakukan blok krusial di depan gawang. Babak pertama berakhir 1-0 untuk Swiss, dengan total penguasaan bola 58% untuk Die Nati dan 42% untuk Los Cafeteros.

Babak Kedua: Gol Penyeimbang Diaz dan Perlawanan Fisik

Memasuki babak kedua, pelatih Kolombia Néstor Lorenzo menginstruksikan peningkatan intensitas tekanan. Hasilnya terlihat jelas ketika menit ke-57, umpan terobosan cerdik James Rodriguez berhasil memecah lini pertahanan Swiss. Luis Diaz, yang bergerak di ambang offside, lolos dari jebakan dan melakukan kontrol sempurna sebelum menaklukkan Yann Sommer dengan tendangan mendatar kaki kanan. Gol ini sempat dicek VAR selama dua menit karena dugaan offside, namun teknologi garis tiga dimensi mengonfirmasi posisi Diaz tepat sejajar dengan bek terakhir Nico Elvedi. Skor berubah menjadi 1-1, assist untuk James Rodriguez.

Setelah gol penyeimbang, tempo permainan semakin memanas. Kolombia yang baru mendapatkan momentum mulai mendominasi dengan penguasaan bola meroket hingga 55% di sisa babak kedua. Pelatih Swiss Murat Yakin merespons dengan memasukkan Xherdan Shaqiri untuk menggantikan Vargas yang mulai kelelahan, mengubah formasi menjadi 3-4-2-1. Statistik shots on target babak kedua sangat tipis, Swiss 3 dan Kolombia 4, menunjukkan keseimbangan permainan. Beberapa peluang emas tercipta: tendangan bebas Xhaka di menit ke-73 yang membentur tiang gawang, dan sundulan Borré di menit ke-82 yang melambung tipis di atas mistar. Hingga 90 menit berakhir, skor tetap imbang 1-1, memaksa babak perpanjangan waktu.

Perpanjangan Waktu dan Klimaks Adu Penalti

Dua kali 15 menit perpanjangan waktu berlangsung dengan tensi tinggi namun minim gol. Kedua tim cenderung bermain hati-hati untuk menghindari kesalahan fatal. Tercatat hanya satu shot on target dari masing-masing tim sepanjang 30 menit. Swiss nyaris mencetak gol kemenangan di menit ke-113 melalui sundulan Embolo, namun penyelamatan gemilang Camilo Vargas menggagalkan. Kolombia juga mendapatkan peluang emas lewat serangan balik cepat Diaz di menit ke-118, namun kali ini Yann Sommer menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan satu lawan satu. Skor 1-1 bertahan, laga ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Babak adu penalti menjadi panggung bagi dua kiper berpengalaman. Empat penendang pertama kedua tim sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Untuk Swiss: Xhaka, Shaqiri, Embolo, dan Denis Zakaria. Untuk Kolombia: James, Quintero, Diaz, dan Jhon Arias. Skor 4-4 setelah masing-masing empat penendang. Penendang kelima Swiss, gelandang muda Fabian Rieder, sukses memperdaya Vargas dengan tendangan ke sudut kiri bawah. Tekanan beralih ke penendang kelima Kolombia, bek Davinson Sánchez. Tendangannya ke arah kanan bawah berhasil ditebak dan ditepis oleh Sommer. Swiss menang adu penalti 5-4, memicu selebrasi liar para pemain dan suporter di BC Place.

Statistik lengkap pertandingan menunjukkan Swiss mencatat penguasaan bola 52% berbanding 48% milik Kolombia, dengan total shots on target 8 berbanding 9. Kedua tim menerima dua kartu kuning—Ricardo Rodriguez dan Manuel Akanji dari Swiss, serta Jefferson Lerma dan Carlos Cuesta dari Kolombia—yang menegaskan kerasnya pertarungan. Swiss kini akan berhadapan dengan pemenang laga antara Argentina dan Belanda di perempat final.

"Ini adalah kemenangan yang layak kami rayakan. Para pemain menunjukkan mental baja, terutama di momen-momen kritis. Sommer sekali lagi membuktikan mengapa dia adalah salah satu yang terbaik di dunia," ujar pelatih Murat Yakin dalam konferensi pers pasca pertandingan. "Kami harus segera memulihkan diri karena tantangan di perempat final akan lebih sulit."

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User