Oct 12, 2026
Olahraga

Mina Tenun, Program Pemberdayaan Pertamina untuk Perajin Lokal

Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Kali ini, melalui Aviation Fuel Termina...

Mina Tenun, Program Pemberdayaan Pertamina untuk Perajin Lokal

Jakarta — PT Pertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Kali ini, melalui Aviation Fuel Terminal, perusahaan menginisiasi program Mina Tenun yang menyasar para perajin tenun lokal. Program ini menjadi bukti nyata bahwa korporasi energi tidak hanya bergerak di sektor bisnis, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi kerakyatan.

Program Mina Tenun dirancang untuk memberikan pendampingan menyeluruh kepada para perajin, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, hingga pemasaran digital. Pendekatan ini dinilai penting karena sektor kerajinan tradisional sering kali menghadapi kendala dalam hal akses pasar dan regenerasi pengrajin. Dengan dukungan yang tepat, para perajin diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

Mengapa Mina Tenun Penting bagi Ekonomi Lokal

Industri tenun memiliki nilai strategis dalam perekonomian lokal. Selain menyerap tenaga kerja, sektor ini juga menjadi penggerak roda ekonomi di daerah-daerah penghasil kain tradisional. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa industri kerajinan, termasuk tenun, memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto sektor ekonomi kreatif. Namun, tantangan seperti keterbatasan modal, teknologi sederhana, dan minimnya akses pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Melalui Mina Tenun, PT Pertamina Patra Niaga berupaya menjawab tantangan tersebut. Pelatihan yang diberikan mencakup teknik pewarnaan alami, diversifikasi motif, hingga strategi penjualan melalui platform digital. Para peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang standar kualitas dan kemasan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor. Pendekatan berbasis kebutuhan komunitas ini memastikan bahwa program tidak bersifat seremonial, melainkan berdampak jangka panjang.

Dampak Nyata dan Harapan ke Depan

Sejumlah perajin yang terlibat dalam program Mina Tenun mengaku merasakan manfaat langsung. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga jaringan pemasaran yang lebih luas. Beberapa kelompok perajin bahkan berhasil meningkatkan omzet setelah produk mereka dipasarkan secara daring. Keberhasilan ini menjadi indikator positif bahwa intervensi korporasi dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

PT Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal menegaskan bahwa program ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan. Fokus ke depan adalah memperkuat kelembagaan kelompok perajin, termasuk pembentukan koperasi atau badan usaha bersama. Dengan begitu, keberlanjutan program tidak bergantung pada pendampingan perusahaan, melainkan tumbuh dari kekuatan komunitas itu sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku pasar juga akan terus dijajaki untuk memperluas dampak.

Secara keseluruhan, Mina Tenun mencerminkan sinergi antara dunia usaha dan masyarakat. Program ini tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun ekosistem yang memungkinkan perajin tenun untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Bagi Pertamina, keberhasilan program CSR bukan hanya diukur dari angka, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User