LIMA — Presiden Argentina, Javier Milei, resmi menginjakkan kaki di ibu kota Peru, Lima, pada Selasa, 28 Juli 2026, guna menghadiri upacara pelantikan Presiden terpilih Peru, Keiko Fujimori. Kedatangan Milei disambut protokol kenegaraan penuh di Bandara Internasional Jorge Chávez, menandai babak baru dinamika politik kawasan Amerika Selatan yang bergerak cepat dalam 12 bulan terakhir.
Momen kedatangan Milei menjadi sorotan karena ia adalah kepala negara pertama dari blok ekonomi Mercosur yang tiba lebih awal, sekitar pukul 09.15 waktu setempat. Dari landasan, iring-iringan menuju Palacio de Gobierno di Plaza Mayor menempuh rute sepanjang 14 kilometer dengan pengawalan ketat. Ini bukan kunjungan biasa: kehadiran Milei menegaskan poros kanan-tengah baru yang mengikat Buenos Aires dan Lima, dua ekonomi dengan total PDB gabungan mendekati USD 900 miliar.
Konteks Politik: Dari Buenos Aires ke Lima
Pelantikan Fujimori menutup siklus pemilu Peru yang berlangsung sengit. Pada putaran kedua Juni 2026, Fujimori menang dengan selisih tipis 50,8 persen berbanding 49,2 persen — margin hanya 1,6 poin persentase atau sekitar 280.000 suara dari total hampir 17,5 juta pemilih. Angka partisipasi tercatat 78,4 persen, tertinggi dalam tiga siklus pemilu terakhir Peru.
Bagi Milei, ini momentum konsolidasi diplomasi. Sejak menjabat, ia telah membangun aliansi dengan sejumlah pemerintahan berhaluan pasar bebas di kawasan. Frekuensi kunjungan kenegaraan Milei ke negara-negara Pasifik Selatan meningkat 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menurut catatan kantor protokol Argentina. Kunjungan ke Lima ini menempatkan Peru sebagai mitra strategis utama untuk ekspor lithium, tembaga, dan gas alam cair.
Dari sisi Peru, hubungan dagang dengan Argentina menyentuh nilai USD 3,2 miliar pada 2025, dengan surplus di pihak Peru sebesar USD 740 juta. Sektor pertanian dan pertambangan menjadi tulang punggung neraca perdagangan kedua negara. Pertemuan bilateral di sela pelantikan dijadwalkan membahas percepatan perjanjian bebas visa bisnis serta integrasi jalur logistik Pasifik-Atlantik.
Dinamika Regional dan Reaksi Pasar
Kehadiran Milei di Lima memicu respons pasar yang terukur. Indeks saham gabungan Peru, S&P/BVL, dibuka menguat 0,87 persen pada sesi pagi, sementara peso Argentina menguat tipis 0,31 persen terhadap dolar AS. Analis menilai sinyal kerja sama fiskal antara dua pemerintahan berorientasi reformasi struktural ini memberi kepastian bagi investor di sektor energi dan infrastruktur.
Namun, tidak semua pihak menyambut hangat. Sejumlah serikat buruh di Lima menggelar aksi damai di sekitar Avenida Abancay, menuntut agenda pelantikan tetap fokus pada isu domestik seperti upah minimum dan lapangan kerja. Kepolisian Nasional Peru mengerahkan 4.200 personel untuk pengamanan jalur utama dan area upacara. Tidak ada laporan benturan berarti hingga siang hari.
Yang menarik, format diplomasi Milei belakangan bergeser dari sekadar pidato ideologis ke pendekatan transaksional. Dalam kunjungan ke Lima, ia membawa delegasi berisi 11 CEO dari sektor energi, agribisnis, dan teknologi finansial. Ini mencerminkan strategi "diplomasi dagang" yang dalam 6 bulan terakhir menghasilkan 9 nota kesepahaman senilai total USD 5,8 miliar di kawasan.
Agenda Bilateral dan Proyeksi ke Depan
Setelah upacara pelantikan, Milei dijadwalkan menghadiri jamuan kenegaraan di Palacio de Torre Tagle bersama Fujimori dan sejumlah kepala negara tamu, termasuk perwakilan dari Ekuador, Bolivia, dan Chile. Dalam sesi tertutup, kedua pemimpin diperkirakan membahas koridor bioceanik yang menghubungkan pelabuhan Peru di Pasifik dengan pelabuhan Argentina di Atlantik — proyek infrastruktur bernilai USD 12 miliar yang telah dibahas sejak 2024 namun tertunda karena ketidakstabilan politik.
Pengamat hubungan internasional menilai pelantikan ini menjadi ujian awal bagi Fujimori dalam menavigasi tekanan geopolitik antara blok Pasifik dan kekuatan tradisional di Amerika Latin. Bagi Milei, kehadiran ini adalah panggung untuk memproyeksikan Argentina sebagai pemain yang kembali aktif di panggung regional setelah bertahun-tahun terisolasi secara finansial.
Dengan agenda padat selama 14 jam kunjungan, Milei dijadwalkan kembali ke Buenos Aires pada Rabu pagi. Yang jelas, pertemuan dua pemimpin ini bukan sekadar seremonial: ia menandai pergeseran konstelasi politik Amerika Selatan menuju pragmatisme ekonomi, di mana data dagang dan arus investasi berbicara lebih lantang daripada retorika ideologis. Babak baru diplomasi regional telah dimulai dari Lima.
Comments (0)