Messi Pimpin Daftar Top Skor Usai Mbappe Kehilangan Gol
Papan atas pencetak gol Piala Dunia 2026 mengalami perubahan dramatis meski Lionel Messi tidak mencatatkan namanya di papan skor pada babak semifinal. Bintang Argentina itu justru naik ke posisi punca...
Papan atas pencetak gol Piala Dunia 2026 mengalami perubahan dramatis meski Lionel Messi tidak mencatatkan namanya di papan skor pada babak semifinal. Bintang Argentina itu justru naik ke posisi puncak setelah gol Kylian Mbappe dianulir secara retrospektif oleh FIFA. Keputusan tersebut mengubah lanskap persaingan Golden Boot menjelang laga final.
Gol yang Hilang di MetLife
Laga semifinal antara Prancis dan Brasil di MetLife Stadium, New Jersey, menjadi saksi bisu kontroversi yang mengubah segalanya. Menit ke-71, Mbappe menyambar umpan silang Ousmane Dembele dan bola bersarang di gawang Ederson. Namun tayangan ulang menunjukkan bola sedikit membentur betis bek Brasil, Lucas Beraldo, sebelum masuk. Awalnya gol diberikan kepada Mbappe, tetapi setelah pertandingan, panel teknis FIFA meninjau kembali insiden tersebut dan mengubah statusnya menjadi gol bunuh diri Beraldo. Dengan demikian, torehan Mbappe di turnamen ini berkurang dari tujuh menjadi enam gol.
Sementara itu, di semifinal lainnya, Argentina menang dramatis 3-2 atas Spanyol di Dallas. Messi yang sudah mengemas enam gol sebelumnya gagal menambah pundi-pundi golnya. Meski begitu, keputusan FIFA terhadap gol Mbappe membuat La Pulga naik ke puncak daftar top skor dengan enam gol, unggul selisih assist atas Mbappe yang juga kini tertahan di angka yang sama.
Papan Klasemen yang Berubah Total
Sebelum babak semifinal, Mbappe memimpin dengan tujuh gol, diikuti Messi dengan enam gol. Kini, kedua pemain sama-sama mengoleksi enam gol, tetapi Messi unggul dalam jumlah assist—empat assist berbanding dua milik Mbappe. Jika kedua pemain tetap imbang hingga final, trofi Sepatu Emas akan ditentukan oleh menit bermain. Messi saat ini memiliki 489 menit, sedangkan Mbappe mengakhiri turnamen dengan 534 menit. Dengan demikian, Messi praktis hanya perlu menjaga kebugaran di final untuk mengunci gelar.
Situasi ini memunculkan kembali debat tentang penghitungan gol bunuh diri. Statistikawan Jonathan Wilson menyebutnya sebagai "koreksi paling berdampak dalam sejarah Piala Dunia". Pasalnya, perubahan status gol di fase krusial ini tidak hanya memengaruhi perburuan gelar individu, tetapi juga catatan sejarah Mbappe yang tengah mengincar rekor Just Fontaine.
Dampak pada Laga Final Argentina vs Prancis
Menariknya, keputusan ini justru menambah bumbu jelang final antara Argentina dan Brasil. Dengan Messi di puncak, tekanan terhadap sang kapten semakin besar untuk tampil sempurna. Di sisi lain, Mbappe dan Prancis harus puas bertarung di perebutan tempat ketiga melawan Spanyol. Meski begitu, Mbappe masih bisa menambah gol di laga tersebut dan merebut kembali posisi puncak jika Messi gagal mencetak gol di final.
Lionel Scaloni, pelatih Argentina, enggan terlalu larut dalam kontroversi.
"Kami fokus pada pertandingan final. Statistik individu adalah bonus, yang utama adalah bintang ketiga di jersey kami,"ujarnya dalam konferensi pers pra-final. Namun tak bisa dimungkiri, perburuan Sepatu Emas akan menjadi sub-plot panas di AT&T Stadium nanti.
Statistik kunci:
Lionel Messi: 6 gol, 4 assist, 489 menit
Kylian Mbappe: 6 gol, 2 assist, 534 menit
Lamine Yamal (Spanyol): 5 gol, 3 assist, 450 menit
Comments (0)