Oct 23, 2026
Olahraga

Messi Hat-Trick Penalti di Laga Perpisahan Argentina Kontra Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026). Namun angka itu hanya bagian kecil dari cerita. Lionel Messi menutup karier internasionalnya den...

Messi Hat-Trick Penalti di Laga Perpisahan Argentina Kontra Benin

Skor akhir 3-0 untuk Argentina dalam laga persahabatan melawan Benin di Buenos Aires, Rabu (7/10/2026). Namun angka itu hanya bagian kecil dari cerita. Lionel Messi menutup karier internasionalnya dengan hat-trick—semuanya lewat titik penalti—dalam penampilan terakhirnya berseragam tim nasional.

Stadion bergemuruh sejak wasit meniup peluit kick-off. Formasi 4-3-3 yang dipasang pelatih Argentina menempatkan Messi sebagai false nine, dengan dua winger muda menusuk dari sisi kanan dan kiri. Benin, yang tampil dengan 5-4-1 defensif, mencoba menutup ruang di lini tengah. Tapi rencana itu buyar di menit ke-23.

Menit ke-23, Messi menerima bola di antara garis pertahanan dan gelandang Benin. Sebuah body feint membuat bek sayap lawan menjatuhkannya di kotak terlarang. VAR mengonfirmasi kontak. Penalti. Messi maju, menatap kiper, lalu melepaskan tendangan rendah ke sudut kiri bawah. 1-0. Itu gol internasionalnya yang ke-115.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Ampun

Statistik babak pertama berbicara keras: penguasaan bola 71 persen untuk Argentina, dengan 6 shots on target berbanding 0 milik Benin. Messi nyaris menambah gol lewat tendangan bebas di menit ke-34, tapi bola masih membentur mistar. Ia juga mencatat 3 key passes dan 2 dribel sukses sebelum turun minum.

Menit ke-41, lagi-lagi Messi dilanggar di kotak penalti. Kali ini bek tengah Benin menjatuhkan dirinya saat mencoba melewati dua pemain. Wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Messi mengeksekusi dengan gaya berbeda—tendangan lambung ke tengah gawang. Kiper Benin sudah jatuh ke kiri. 2-0. Dua gol, dua penalti, satu babak.

Pelatih Benin, dalam konferensi pers usai laga, mengakui kualitas lawannya.

"Kami tahu siapa yang kami hadapi. Ketika Messi berada di ruang sekecil itu, satu-satunya cara menghentikannya adalah melanggar. Dan dia mengeksekusi semuanya dengan sempurna,"
ujarnya.

Babak Kedua: Penalti Ketiga dan Standing Ovation

Argentina menurunkan tempo di 15 menit awal babak kedua. Benin mencoba keluar dari tekanan dan sempat mencatat 2 shots off target lewat skema serangan balik. Tapi lini belakang Argentina yang dikomandoi bek veteran tetap solid. Clean sheet kian dekat.

Menit ke-67, momen itu datang. Messi menusuk dari sisi kanan, melewati dua pemain, lalu dijatuhkan oleh gelandang bertahan Benin yang terlambat menutup ruang. Penalti ketiga. Stadion berdiri. Messi mengambil bola, menciumnya, lalu melepaskan tendangan keras ke sudut kanan atas. 3-0. Hat-trick penalti—sebuah anomali statistik yang jarang terjadi di level internasional.

Menit ke-78, pelatih menarik Messi keluar. Seluruh stadion memberi standing ovation. Ia meninggalkan lapangan dengan 3 gol, 5 shots on target, 4 key passes, dan akurasi umpannya mencapai 89 persen. Bek Benin yang mengawalnya sepanjang laga hanya bisa menunduk.

Warisan Statistik yang Tak Terbantahkan

Dengan tambahan tiga gol ini, total gol internasional Messi resmi melewati angka 118. Ia juga mencatat rekor sebagai pemain pertama yang mencetak hat-trick penalti dalam laga perpisahan tim nasional. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi lebih dari 60 assist internasional dan lebih dari 190 caps—angka yang nyaris mustahil disamai pemain mana pun di generasinya.

Formasi 4-3-3 yang digunakan Argentina malam itu mungkin bukan yang terbaik secara taktik, tapi tidak perlu. Pertandingan ini bukan tentang taktik. Ini tentang perpisahan. Benin, dengan segala keterbatasannya, menjadi saksi bisu malam terakhir seorang maestro. Penguasaan bola akhir 68 persen, 14 shots on target, dan 0 kartu merah—laga yang bersih, tanpa drama berlebihan, hanya sepak bola dan satu nama yang akan dikenang selamanya.

Ketika peluit panjang berbunyi, Messi berjalan ke tengah lapangan, melambai ke tribun, dan meninggalkan Buenos Aires dengan skor akhir 3-0 serta hat-trick penalti yang akan tercatat di buku sejarah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User