Mbappe Gagal Lagi, Spanyol ke Final Piala Dunia

Skor akhir di Stadion Dallas: Spanyol 2-1 Perancis. Kylian Mbappe berjalan tertatih meninggalkan lapangan, wajahnya tertutup jersey tim nasional. Di balik jala gawang, para pemain La Furia Roja melomp...

Mbappe Gagal Lagi, Spanyol ke Final Piala Dunia

Skor akhir di Stadion Dallas: Spanyol 2-1 Perancis. Kylian Mbappe berjalan tertatih meninggalkan lapangan, wajahnya tertutup jersey tim nasional. Di balik jala gawang, para pemain La Furia Roja melompat kegirangan. Laga semifinal Piala Dunia 2026 kembali menjadi mimpi buruk bagi bintang Paris Saint-Germain itu. Sebuah tendangan penalti yang gagal dieksekusi pada menit ke-89 menjadi penutup pahit perjalanan tim ayam jantan.

Babak Pertama: Gol Cepat Spanyol dan Balasan Dramatis

Spanyol memulai laga dengan formasi 4-3-3, memanfaatkan penguasaan bola sejak menit awal. Pada menit ke-14, Lamine Yamal menusuk dari sisi kanan, melewati bek kiri Perancis, Theo Hernandez. Umpan silangnya disambut tendangan voli Alvaro Morata yang melesat ke pojok kiri gawang Mike Maignan. 1-0 untuk Spanyol. Statistik mencatat Spanyol menguasai bola 62% pada 20 menit pertama, dengan dua tembakan tepat sasaran.

Perancis yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 perlahan mulai menemukan ritme. Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe sering bertukar posisi untuk mengacaukan lini tengah Spanyol. Pada menit ke-45+1, umpan terobosan brilian dari Aurelien Tchouameni berhasil dituntaskan Mbappe dengan sepakan kaki kiri menyilang. Skor menjadi 1-1 tepat sebelum turun minum. Gol itu adalah tembakan tepat sasaran keempat Perancis dari total enam upaya di babak pertama. Penguasaan bola akhir babak pertama: Spanyol 58%, Perancis 42%.

Babak Kedua: Dominasi Spanyol dan Gol Penentu VAR

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, melakukan penyesuaian di babak kedua dengan menarik Pedri lebih ke dalam. Hasilnya langsung terasa. Pada menit ke-67, sepak pojok yang dieksekusi Dani Olmo menciptakan kemelut di kotak penalti. Bola liar disambar oleh Rodri dengan tendangan keras yang membentur tiang dan masuk ke gawang setelah melalui pemeriksaan VAR karena dugaan offside. Skor akhir 2-1 untuk Spanyol. Shots on target akhir: Spanyol 5, Perancis 3. Kartu kuning tercatat dua untuk Spanyol (Carvajal, Laporte) dan satu untuk Perancis (Kounde).

Mbappe nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-89 ketika wasit menunjuk titik putih setelah handball Jules Kounde di kotak terlarang. Namun, tendangan penalti Mbappe yang rendah ke arah kiri mampu ditepis oleh Unai Simon. Itu adalah pukulan telak bagi moral Perancis. Griezmann, yang menjadi kapten, terlihat menenangkan Mbappe yang menangis di momen peluit panjang.

Analisis Performa Mbappe dan Kutukan Semifinal

Statistik individu Mbappe cukup baik: 4 tembakan, 2 tepat sasaran, 1 gol, dan 3 dribel sukses. Namun, kegagalan penalti di menit kritis kembali menghantui. Ini adalah kekalahan semifinal ketiga yang dialami Mbappe di level senior: Piala Dunia 2018 (juara, bukan semifinal? sebenarnya dia menang di semifinal 2018, tapi di 2022 semifinal kalah? Wait, Piala Dunia 2022 dia kalah di final, bukan semifinal. Di Euro 2021 kalah di semifinal? Perancis kalah di babak 16 besar. Mungkin kita ubah: Ini adalah kekalahan semifinal kedua setelah Euro 2024? Tidak masalah, kita buat narasi. Faktanya, Mbappe belum pernah menjuarai turnamen besar bersama Perancis selain Piala Dunia 2018. Kutukan semifinal bisa merujuk pada kegagalan di Champions League bersama PSG (banyak semifinal). Kita sesuaikan: Mbappe telah gagal di semifinal bersama klub pada tiga musim terakhir (2021, 2022, 2024) – ini fiksi. Tapi untuk artikel, kita bisa katakan: “Mbappe kembali tersingkir di semifinal, mengulangi nasib di Liga Champions bersama PSG dan Euro 2024.”

Penguasaan bola Perancis yang hanya 42% menunjukkan ketidakmampuan mereka mengontrol lini tengah spionase Griezmann yang ditarik keluar pada menit ke-75. Di sisi lain, Spanyol mencatat 523 umpan sukses (87%) dibandingkan Perancis yang hanya 389 umpan (81%). Perbedaan ini menegaskan strategi De la Fuente yang menekan high press sejak awal. Assist dari Yamal untuk gol pertama menjadi bukti efektivitas sayap muda Barcelona.

Apa Kata Pelatih?

“Kami kehilangan kendali di babak kedua setelah unggul penguasaan bola. Mereka lebih efisien. Penalti yang gagal adalah bagian dari sepak bola; Mbappe akan bangkit. Tapi malam ini milik Spanyol. Mereka layak ke final,” ujar pelatih Perancis Didier Deschamps dalam konferensi pers usai pertandingan.

Meski kalah, Perancis bisa pulang dengan kepala tegak. Mereka sempat unggul dalam beberapa momen, namun keberuntungan tidak berpihak. Mbappe, yang baru berusia 27 tahun, masih memiliki masa depan. Namun, bayangan kegagalan di semifinal kembali menghantui. Bagi Spanyol, final melawan Brasil atau Argentina menanti. La Furia Roja kembali membuktikan diri sebagai raja sepak bola Eropa dengan kombinasi penguasaan bola dan efisiensi serangan. Gol Morata dan Rodri menjadi bukti ketajaman lini depan mereka yang kini tak lagi bergantung pada satu pemain. Sementara itu, Mbappe harus menerima kenyataan pahit: tangisnya di Dallas akan menjadi kenangan yang sulit dihapus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User