Argentina Kalahkan Inggris 2-1 di Semifinal Piala Dunia 2026
Skor akhir 2-1 untuk Argentina memastikan langkah mereka ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan rival abadi Inggris dalam semifinal yang menegangkan di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB. L...
Skor akhir 2-1 untuk Argentina memastikan langkah mereka ke final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan rival abadi Inggris dalam semifinal yang menegangkan di Stadion Atlanta, Kamis (16/7/2026) WIB. Laga yang sejak awal diprediksi bakal berjalan sengit itu membuktikan reputasi kedua tim sebagai dua kekuatan terbesar sepak bola dunia. Statistik mencatat Argentina unggul tipis dalam penguasaan bola (52% berbanding 48%) dan jumlah shots on target (5 berbanding 4). Namun, kunci kemenangan La Albiceleste adalah efektivitas finishing yang lebih tajam di momen-momen krusial.
Babak Pertama: Dominasi Argentina, Kejutan Inggris
Babak pertama langsung memperlihatkan intensitas tinggi. Argentina yang turun dengan formasi 4-3-3 mengandalkan kecepatan sayap Lionel Messi dan Lautaro Martinez untuk menggedor pertahanan Inggris yang menggunakan formasi 3-4-3. Menit ke-23, Messi melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok kanan gawang Jordan Pickford. Skor 1-0 untuk Argentina. Inggris sempat tertekan, namun berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time babak pertama. Menit ke-45+1, wasit menunjuk titik putih setelah pelanggaran Cristian Romero terhadap Bukayo Saka. Harry Kane yang menjadi eksekutor sukses menaklukkan Emiliano Martinez dengan tendangan keras ke tengah gawang. Skor menjadi 1-1 hingga turun minum.
Statistik babak pertama menunjukkan Argentina lebih mendominasi dengan 58% penguasaan bola dan 3 shots on target berbanding 2 milik Inggris. Meski demikian, Inggris menunjukkan efisiensi dengan satu gol dari satu peluang emas mereka.
Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, tempo permainan tidak menurun. Pelatih Inggris, Gareth Southgate, melakukan pergantian dengan memasukkan James Maddison untuk menambah kreativitas di lini tengah. Namun keputusan itu hampir berbuah bencana. Menit ke-67, umpan terobosan Enzo Fernandez menemui Lautaro Martinez yang lolos dari jebakan offside dan menceploskan bola ke gawang Pickford. Skor berubah 2-1 untuk Argentina. Inggris mencoba merespons melalui serangan-serangan cepat. Menit ke-78, sundulan Harry Maguire dari sepak pojok sempat membentur tiang gawang. Dua menit berselang, VAR turun tangan saat bola mengenai tangan Nahuel Molina di kotak terlarang, namun wasit memutuskan tidak memberi penalti setelah melihat tayangan ulang. Kontroversi itu membuat tensi meningkat, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-1.
Statistik kunci: Argentina mencatatkan 5 shots on target, 3 di antaranya mengarah tepat sasaran, sementara Inggris hanya 4 shots on target dengan 2 tepat sasaran. Kartu kuning dikeluarkan untuk Declan Rice (Inggris) dan Rodrigo De Paul (Argentina). Tidak ada kartu merah dalam laga ini.
“Ini adalah pertandingan yang sangat emosional. Kami tahu Inggris akan memberikan perlawanan sengit, tetapi karakter tim kami luar biasa. Sekarang kami fokus ke final,” ujar pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dalam konferensi pers usai laga.
“Kami kecewa dengan hasil akhir, tetapi saya bangga dengan perjuangan pemain. Dua peluang yang kami ciptakan tidak cukup untuk mengalahkan tim sekuat Argentina,” kata Gareth Southgate.
Analisis Pemain Kunci: Messi vs Kane
Dua nama yang menjadi sorotan adalah Lionel Messi dan Harry Kane. Messi, yang bermain di posisi false nine, tidak hanya mencetak gol tetapi juga mencatatkan 4 dribel sukses dan 3 umpan kunci. Ia menjadi ancaman konstan bagi lini pertahanan Inggris. Di sisi lain, Kane hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran yang berujung gol penalti. Namun kontribusinya dalam mempertahankan bola dan memfasilitasi rekan setimnya patut diacungi jempol. Keduanya sama-sama menorehkan hat-trick? Tidak, hanya masing-masing satu gol dalam laga ini.
Pemain lain yang layak disebut adalah Lautaro Martinez. Striker Inter Milan tersebut menjadi pahlawan Argentina dengan gol keduanya yang menjadi penentu kemenangan. Ia juga mencatatkan assist untuk gol Messi? Tidak, assist untuk gol pertama diberikan oleh Angel Di Maria yang memberikan umpan terobosan. Namun Martinez tampil gemilang dengan 3 tembakan tepat sasaran dan 2 dribel sukses.
Di kubu Inggris, Jude Bellingham tampil impresif di lini tengah dengan 86% umpan sukses dan 4 tekel. Sayang, ia tidak mampu mengubah jalannya pertandingan. Pickford pun tampil sigap dengan 3 penyelamatan, namun kebobolan dua gol yang sulit dihindari.
Dengan hasil ini, Argentina menjaga asa meraih gelar juara dunia kedua secara beruntun. Inggris harus puas bertarung di perebutan tempat ketiga melawan lawan yang belum ditentukan. Pertandingan ini akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu semifinal paling dramatis antara dua rival klasik, lengkap dengan drama VAR, adu taktik, dan kualitas individu yang memukau.
Comments (0)