Kediri kembali bergeliat. Nama Marcos Reina resmi menempel di kursi kepelatihan Persik Kediri untuk mengarungi BRI Super League 2025/2026, dan pengumuman itu langsung menjadi salah satu momen kunci bursa pelatih pada jeda kompetisi. Klub berjuluk Macan Putih itu memilih sosok berkarakter keras asal Spanyol untuk memimpin proyek jangka panjang, menandai pergeseran arah taktik yang cukup jelas dari musim sebelumnya.
Bagi publik sepak bola nasional, kedatangan Reina bukan sekadar pergantian nama di papan starting XI. Ia datang membawa paket ide permainan berbasis penguasaan bola, pressing terstruktur, dan transisi cepat yang selama ini jarang menjadi identitas Persik. Manajemen menargetkan posisi papan atas, dan Reina diberi ruang untuk merombak lini tengah serta menata ulang pola bertahan yang musim lalu kerap bocor di menit-menit akhir.
"Kami tidak hanya mengejar hasil jangka pendek. Fondasi permainan harus dibangun sejak awal pramusim," ujar Reina dalam sesi perkenalan, dikutip dari pernyataan resmi klub.
Keputusan Kursi Pelatih dan Arah Taktik
Langkah Persik mendatangkan Reina tidak terjadi dalam ruang hampa. Evaluasi pasca kompetisi menunjukkan kelemahan pada konsistensi hasil tandang dan efektivitas penyelesaian akhir. Catatan internal menyorot shots on target yang jauh di bawah rata-rata lima besar klasemen, meski penguasaan bola berada di kisaran 52 persen per laga. Artinya, bola lebih banyak dikuasai tanpa berujung ancaman nyata.
Reina merespons data itu dengan rencana formasi 4-2-3-1 yang fleksibel menjadi 4-3-3 saat menyerang. Dua gelandang bertahan diproyeksikan sebagai poros distribusi, sementara seorang playmaker ditempatkan bebas di belakang striker tunggal. Ia juga menekankan pentingnya assist dari sisi sayap, terutama melalui overlap bek kanan yang diminta naik tinggi setiap kali bola dikuasai.
"Struktur harus jelas, tetapi pemain punya kebebasan di sepertiga akhir. Itu prinsip kami," tambahnya.
Pramusim, Uji Coba, dan Sorotan Statistik
Pada laga uji coba perdana di bawah Reina, Persik tampil dengan tempo tinggi sejak menit ke-1. Menit ke-23, sebuah serangan balik cepat menghasilkan tembakan tepat sasaran setelah bola diumpan silang dari sisi kiri. Laga berakhir dengan penguasaan bola 57 persen, enam shots on target, dan delapan peluang tercipta dari situasi terbuka. Meski hasil akhir bukan target utama, pola permainan mulai terlihat.
Yang menjadi catatan adalah kedisiplinan garis pertahanan. Dua kali bek sayap terjebak offside trap yang gagal, dan satu insiden sempat ditinjau VAR karena potensi handball di kotak penalti. Reina menyebut proses adaptasi ini wajar, terlebih banyak pemain muda yang baru merasakan intensitas latihan dua sesi per hari.
Secara kebugaran, staf medis menargetkan pemain mencapai peak condition pada tiga pekan sebelum kick-off. Program penguatan otot hamstring dan latihan recovery menjadi prioritas, mengingat jadwal BRI Super League 2025/2026 yang padat dengan laga tengah pekan.
Dinamika Skuad dan Target Musim
Di sisi skuad, Reina disebut tertarik menambah satu bek tengah berpengalaman serta seorang winger cepat. Beberapa pemain lama tetap dipertahankan karena dianggap cocok dengan sistem pressing, terutama mereka yang punya kemampuan bertahan satu lawan satu dan akurasi umpan progresif di atas 80 persen.
Untuk lini depan, ia ingin striker yang bisa bermain sebagai target man sekaligus ikut menekan sejak awal. Kategori ini membutuhkan pemain dengan rata-rata jarak tempuh tinggi per pertandingan, lebih dari sembilan kilometer, sebagai syarat utama. Clean sheet menjadi indikator keberhasilan tersendiri, karena Reina menilai pertahanan solid adalah dasar dari setiap hasil positif di kandang maupun tandang.
Kompetisi belum dimulai, tetapi ekspektasi sudah menggunung. Suporter menanti apakah tangan dingin Reina mampu mengubah Persik menjadi tim yang konsisten menembus lima besar. Jika data pramusim menjadi acuan, Macan Putih sedang bergerak ke arah yang benar, meski jalan menuju papan atas tentu tidak mulus. Menit ke-90 dan seterusnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi seluruh rancangan taktik yang kini tengah dibangun di Kediri.
Comments (0)