Oct 09, 2026
Olahraga

Manchester City Cetak Sejarah, Juara Premier League dengan 100 Poin

Manchester City resmi mengangkat trofi Premier League musim 2017/2018 setelah mengakhiri kompetisi dengan koleksi 100 poin. Pencapaian itu menjadi tonggak bersejarah karena The Citizens menjadi tim pe...

Manchester City Cetak Sejarah, Juara Premier League dengan 100 Poin

Manchester City resmi mengangkat trofi Premier League musim 2017/2018 setelah mengakhiri kompetisi dengan koleksi 100 poin. Pencapaian itu menjadi tonggak bersejarah karena The Citizens menjadi tim pertama dalam era Premier League yang menembus tiga digit angka poin dalam satu musim. Parade juara digelar di Manchester pada Senin (14/5/2018), dengan Kyle Walker, Kevin De Bruyne, dan John Stones menjadi beberapa pemain yang tampil mengangkat trofi di hadapan ribuan suporter.

Sejak pekan pertama, pasukan asuhan Pep Guardiola sudah menunjukkan dominasi. Formasi 4-3-3 yang menjadi ciri khas mereka mampu menekan lawan sejak lini pertahanan. Statistik akhir musim mencatat penguasaan bola rata-rata 71,3 persen, shots on target 245 kali, serta total 106 gol yang membuat mereka menjadi klub paling produktif di liga. Lini pertahanan juga tidak kalah solid dengan menorehkan 18 clean sheet dari 38 pertandingan.

Rekor demi Rekor Terpecahkan

Menit ke-90 pertandingan terakhir melawan Southampton pada 13 Mei 2018 menjadi momen penutup yang dramatis. Gol Gabriel Jesus di masa injury time memastikan kemenangan 1-0 sekaligus mengunci raihan 100 poin. Sebelumnya, City juga telah memecahkan rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim dengan 32 kemenangan, mengalahkan capaian Chelsea pada 2004/2005 dan 2005/2006. Mereka juga mencatat selisih gol +79, terbaik sepanjang sejarah Premier League.

Kevin De Bruyne menjadi motor serangan dengan kontribusi 8 gol dan 16 assist, menjadikannya salah satu kreator peluang terbaik di Eropa. Raheem Sterling menyumbang 18 gol, sementara Sergio Aguero tetap tajam dengan 21 gol meski sempat absen beberapa pekan karena cedera. Leroy Sane yang dinobatkan sebagai PFA Young Player of the Year menambah 10 gol dan 15 assist, memperlihatkan kedalaman skuad yang luar biasa.

Kemenangan besar 5-0 atas Liverpool pada September 2017 dan kemenangan 3-2 atas Manchester United di Old Trafford pada Desember 2017 menjadi dua laga paling ikonik. Pada derby Manchester itu, City tertinggal lebih dulu sebelum David Silva dan Nicolas Otamendi membalikkan keadaan. Kemenangan tersebut memperlebar jarak dengan rival sekota menjadi 11 poin dan memberi sinyal bahwa gelar juara hampir pasti kembali ke Etihad Stadium.

Filosofi Guardiola yang Berbuah Trofi

Guardiola sempat mendapat kritik pada musim pertamanya karena gagal meraih trofi. Namun, ia tidak mengubah prinsip permainannya. Ia justru menyempurnakan build-up dari belakang dengan melibatkan kiper Ederson sebagai pemain ke-11. Ederson mencatat akurasi umpan 85,3 persen, tertinggi di antara kiper Premier League musim itu. Peran bek tengah seperti John Stones dan Nicolas Otamendi juga krusial dalam menjaga garis pertahanan tinggi.

"Kami bermain dengan cara kami sendiri. Para pemain pantas mendapatkan 100 poin ini karena mereka bekerja keras setiap hari," ujar Guardiola dalam konferensi pers seusai laga terakhir.

Dari sisi disiplin, City hanya menerima 2 kartu merah dan 55 kartu kuning sepanjang musim. Jumlah itu relatif rendah untuk tim yang agresif menekan. Penggunaan VAR sendiri belum diterapkan secara penuh di Premier League pada musim tersebut, sehingga keputusan offside dan pelanggaran di kotak penalti masih sepenuhnya bergantung pada wasit dan asisten.

Dominasi yang Sulit Ditiru

Musim 2017/2018 menempatkan Manchester City sebagai pusat gravitasi Premier League. Jarak 19 poin dari Manchester United di posisi kedua menjadi margin terbesar antara juara dan runner-up dalam satu dekade terakhir. Tottenham Hotspur dan Liverpool masing-masing finis di posisi ketiga dan keempat, tetapi tidak ada yang mampu mendekati konsistensi City.

Raihan 100 poin ini bukan sekadar angka. Ia adalah gabungan dari 32 kemenangan, 4 hasil imbang, 2 kekalahan, serta 106 gol dan 27 kebobolan. Kombinasi tersebut menggambarkan keseimbangan sempurna antara lini serang dan pertahanan. Trofi yang diangkat Walker, De Bruyne, dan Stones dalam parade di Manchester menjadi simbol berakhirnya musim yang nyaris tanpa cela.

Bagi para penggemar, pertanyaan yang tersisa adalah apakah dominasi ini bisa berlanjut. Guardiola telah membuktikan bahwa sepak bola menyerang berbasis penguasaan bola dapat mendatangkan gelar di liga paling kompetitif dunia. Dengan skuad yang masih muda dan kedalaman pemain yang mumpuni, Manchester City telah menutup musim 2017/2018 sebagai juara yang tidak hanya menang, tetapi juga menciptakan standar baru di Premier League.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User