Man City Taklukkan Bournemouth, Duel Kovacic-Scott Jadi Sorotan
Manchester City meraih kemenangan dramatis 3-1 atas Bournemouth di Vitality Stadium pada lanjutan Liga Inggris, Selasa (20/5/2026) dini hari WIB. Dua gol babak kedua memastikan The Citizens menjaga se...
Manchester City meraih kemenangan dramatis 3-1 atas Bournemouth di Vitality Stadium pada lanjutan Liga Inggris, Selasa (20/5/2026) dini hari WIB. Dua gol babak kedua memastikan The Citizens menjaga selisih poin, namun sorotan utama justru jatuh pada duel sengit antara gelandang City, Mateo Kovacic, dan bintang muda Bournemouth, Alex Scott. Penguasaan bola 63% milik City sejak menit awal tak serta-merta meredam agresivitas tuan rumah yang beberapa kali merepotkan Ederson lewat serangan balik cepat.
Babak Pertama: Bournemouth Kejut Publik Vitality
City yang menurunkan formasi 4-2-3-1 langsung menekan. Menit ke-8, Erling Haaland hampir membuka skor lewat tandukan memanfaatkan umpan silang Phil Foden, namun bola membentur tiang. Gol pertama akhirnya tercipta di menit ke-12. Kevin De Bruyne melepaskan terobosan akurat ke kotak penalti, diselesaikan Haaland dengan tendangan mendatar ke sudut kiri bawah yang tak terjangkau Neto. Skor 0-1.
Namun, Bournemouth tidak menyerah. Alex Scott menjadi motor serangan lewat operan-operan vertikal ke lini depan. Menit ke-34, Scott merebut bola dari Kovacic di tengah lapangan, lalu mengirim umpan tarik yang disontek Dominic Solanke menjadi gol penyama. Gol tersebut sempat dicek VAR karena dugaan offside Scott saat menerima bola awal, namun pengawas lapangan mengesahkan gol karena bagian tubuhnya masih sejajar dengan Ruben Dias. Babak pertama berakhir 1-1 dengan penguasaan bola 59%-41% dan shots on target 4-2 untuk City.
“Kami sempat kehilangan kontrol di 15 menit terakhir babak pertama. Scott sangat lincah, kami harus menyesuaikan pendekatan,” ujar pelatih City, Pep Guardiola, seusai laga.
Babak Kedua: Kovacic Balas Dendam Lewat Gol Penentu
Memasuki babak kedua, Guardiola memindahkan Kovacic lebih ke depan sebagai gelandang serang untuk menekan pergerakan Scott yang banyak memulai serangan dari dalam. Keputusan taktis itu berbuah hasil. Menit ke-56, Kovacic melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke gawang Neto setelah mendapat ruang karena Scott terlambat menutup. Gol kedua City sekaligus membawa tim tamu unggul 2-1.
Setelah gol tersebut, tempo permainan meningkat. Bournemouth memasukkan Marcus Tavernier untuk menambah daya gedor, namun lini belakang City yang dikawal Josko Gvardiol dan Ruben Dias tampil disiplin. Menit ke-78, sundulan Julian Alvarez hasil umpan silang Rico Lewis memastikan kemenangan City menjadi 3-1. Hingga peluit akhir, City mencatat total 8 shots on target berbanding 3 milik tuan rumah, dan menambah clean sheet... meski gagal karena kebobolan satu gol.
Duel Sengit Kovacic vs Scott: Statistik dan Momen Kunci
Pertarungan antara Kovacic dan Scott menjadi magnet sepanjang 90 menit. Keduanya adalah gelandang tengah yang bertugas mengatur ritme permainan. Scott, yang tampil sebagai box-to-box midfielder dalam skema 4-5-1 Andoni Iraola, mencatat 3 tekel sukses dan 2 intersep sepanjang laga — salah satunya berujung assist untuk gol Solanke. Sementara Kovacic, yang berperan lebih ofensif, melakukan 2 dribel sukses, 5 umpan kunci, dan melepaskan 3 tembakan, termasuk gol penentu.
Statistik Duel Langsung: Selama 72 menit mereka saling berhadapan sebelum Scott diganti, keduanya terlibat dalam 9 duel perebutan bola. Kovacic memenangi 5 duel, Scott 4. Namun, Scott unggul dalam operan progresif (82% akurasi) dibanding Kovacic (78%). Performa Scott ini memicu spekulasi bahwa ia menjadi target klub-klub besar musim depan, mengingat usianya yang baru 22 tahun.
“Alex menunjukkan kematangan. Dia tidak gentar menghadapi pemain sekaliber Kovacic. Ini pertanda baik bagi masa depannya,” kata Iraola.
Kemenangan ini menjaga City di posisi dua klasemen sementara, terpaut dua angka dari pemuncak. Sementara Bournemouth harus puas di peringkat 11. Selain duel gelandang, sorotan juga tertuju pada kinerja VAR yang mengesahkan gol Solanke tanpa kontroversi berarti, serta kartu kuning yang diterima Manuel Akanji di menit ke-51 akibat pelanggaran taktis terhadap Solanke. Laga diakhiri dengan total 28 pelanggaran dari kedua tim — bukti betapa kerasnya lini tengah bekerja. Skor akhir 3-1, City pulang dengan tiga poin berharga, sementara Bournemouth dapat menghibur diri dengan penampilan impresif generasi mudanya.
Baca juga:
Comments (0)