Skor akhir 0-0. Como dan AS Roma harus puas berbagi satu poin pada matchday keenam Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Minggu malam WIB. Laga yang berjalan sengit ini diwarnai kartu merah striker Roma, Donyell Malen, yang membuat I Lupi harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-62. Meski unggul jumlah pemain, Como gagal memaksimalkan peluang dan harus menerima hasil imbang tanpa gol di hadapan pendukung sendiri.
Jalannya Babak Pertama: Duel Taktis Tanpa Gol
Sejak menit awal, kedua tim tampil dengan pendekatan berbeda. Como yang dilatih Cesc Fabregas menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan pressing tinggi, sementara Roma di bawah asuhan Daniele De Rossi memilih 4-3-3 yang lebih sabar membangun serangan. Penguasaan bola berimbang di angka 51 persen untuk Como dan 49 persen untuk Roma pada 45 menit pertama.
Menit ke-12, peluang pertama tercipta. Winger Roma, Stephan El Shaarawy, melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Pepe Reina. Como membalas lewat Andrea Belotti pada menit ke-23. Striker asal Italia itu menyambut umpan silang dari sisi kanan, namun sundulannya belum menemui sasaran. Shots on target babak pertama: Como 2, Roma 3. Tidak ada gol tercipta hingga wasit meniup peluit panjang babak pertama.
Kartu Merah Malen Mengubah Dinamika Pertandingan
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat. Roma sempat menekan melalui penetrasi Lorenzo Pellegrini di menit ke-51, tetapi sepakannya masih dapat diblok bek Como, Alberto Dossena. Puncaknya terjadi pada menit ke-62. Donyell Malen, yang masuk sebagai pengganti di awal babak kedua, menerima kartu kuning kedua setelah pelanggaran keras terhadap gelandang Como, Maximo Perrone. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah. Malen pun harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Kehilangan satu pemain membuat Roma mengubah formasi menjadi 4-4-1 dengan Nicolo Zaniolo sebagai penyerang tunggal. De Rossi menarik keluar El Shaarawy dan memasukkan Bryan Cristante untuk memperkuat lini tengah. Meski bermain dengan sepuluh orang, Roma justru mencatat penguasaan bola 47 persen setelah kartu merah, hanya turun dua persen dari sebelumnya. Disiplin taktik I Lupi patut diacungi jempol.
Como Gagal Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Unggul jumlah pemain, Como seharusnya bisa mendominasi. Namun, penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama. Fabregas memasukkan Gabriel Strefezza dan Patrick Cutrone untuk menambah daya gedor. Menit ke-74, Strefezza melepaskan tendangan voli dari tepi kotak penalti, tetapi bola masih membentur tiang gawang. Itu adalah peluang terbaik tuan rumah sepanjang laga. Hingga menit ke-90, Como hanya mencatat total 11 shots dengan 4 on target, sementara Roma memiliki 8 shots dengan 3 on target.
Kiper Roma, Mile Svilar, tampil gemilang dengan tiga penyelamatan penting, termasuk menepis sepakan keras Cutrone di menit ke-88. Clean sheet ini menjadi yang ketiga bagi Svilar musim ini. Di kubu Como, Pepe Reina juga mencatat dua penyelamatan krusial, salah satunya saat menghadapi tendangan bebas Pellegrini di menit ke-79.
"Kami kehilangan dua poin, tetapi saya bangga dengan kerja keras para pemain. Bermain dengan sepuluh orang di kandang lawan bukan hal mudah. Malen? Itu keputusan wasit, kami harus menerima," ujar Daniele De Rossi dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, Cesc Fabregas menyayangkan kurangnya ketajaman timnya. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi bola tidak mau masuk. Ini pelajaran berharga. Kami harus lebih klinis di depan gawang," tegasnya.
Implikasi Klasemen dan Catatan Statistik
Hasil imbang ini membuat Roma tertahan di peringkat kelima dengan 11 poin dari 6 laga (3 menang, 2 imbang, 1 kalah). Sementara Como berada di posisi kesembilan dengan 8 poin (2 menang, 2 imbang, 2 kalah). Roma tercatat sebagai tim dengan kartu merah terbanyak di lima liga top Eropa musim ini, yakni tiga kartu merah dalam enam pertandingan. Sebuah catatan disiplin yang harus segera dibenahi De Rossi.
Dari sisi statistik, laga ini menunjukkan efisiensi Roma dalam bertahan. Meski kalah jumlah pemain selama 28 menit terakhir, mereka hanya kebobolan nol gol dan memenangkan 62 persen duel udara. Como sendiri mencatat 14 pelanggaran berbanding 12 milik Roma, dengan total 5 kartu kuning (3 untuk Como, 2 untuk Roma) plus satu kartu merah untuk Malen. VAR sempat meninjau insiden di menit ke-70 terkait potensi handsball di kotak penalti Roma, namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Selanjutnya, Roma akan menjamu Empoli di Olimpico, sementara Como bertandang ke markas Bologna. Kedua tim wajib meraih kemenangan untuk menjaga momentum di papan tengah klasemen. Jika Roma kembali kehilangan poin, tekanan pada De Rossi dipastikan meningkat. Sebaliknya, Fabregas butuh solusi lini depan agar Como tidak terus terjebak dalam hasil imbang tanpa gol.
Comments (0)