Lusail Bergemuruh: Argentina Juara Dunia Usai Drama 120 Menit

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, dan Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 setelah menang 4-2 dalam adu penalti atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. ...

Oct 10, 2026 - 19:45
0 0
Lusail Bergemuruh: Argentina Juara Dunia Usai Drama 120 Menit

Skor akhir 3-3 selama 120 menit, dan Argentina keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 setelah menang 4-2 dalam adu penalti atas Prancis di Lusail Stadium, Lusail, Qatar, Minggu (18/12/2022) malam WIB. Ini bukan sekadar final biasa. Ini adalah pertunjukan sepak bola paling dramatis dalam sejarah turnamen, sebuah laga yang berbelok tajam dari dominasi total Argentina menjadi kebangkitan luar biasa Prancis, lalu kembali mengunci takdir melalui titik putih.

Babak Pertama: Dominasi Total La Albiceleste

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Argentina tampil dengan formasi 4-3-3 yang menekan tinggi dan menguasai lini tengah. Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister mendikte tempo, sementara Angel Di Maria ditempatkan melebar di kiri untuk mengeksploitasi ruang di belakang Ousmane Dembele. Strategi itu berbuah cepat.

Menit ke-23, Di Maria menerobos ke kotak penalti dan dilanggar Dembele. VAR mengonfirmasi kontak tersebut, dan wasit menunjuk titik putih. Lionel Messi maju sebagai eksekutor, menaklukkan Hugo Lloris dengan tenangan dingin. 1-0 Argentina. Statistik babak pertama mencatat penguasaan bola Argentina mencapai 60 persen dengan lima shots on target, sementara Prancis nol.

Menit ke-36, keindahan kolektif lahir. Messi melepaskan umpan terobosan kepada Julian Alvarez, yang kemudian menyapu bola ke depan gawang. Di Maria datang dari lini kedua dan menyelesaikan dengan tendangan voli rendah. 2-0. Lusail bergemuruh, dan bangku cadangan Argentina meledak. Prancis tampak kehilangan identitas, dengan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann terisolasi dari permainan.

Kebangkitan Mbappe dan 97 Detik yang Mengguncang Dunia

Memasuki babak kedua, pelatih Prancis Didier Deschamps melakukan perubahan besar. Keluar Olivier Giroud dan Dembele, masuk Randal Kolo Muani dan Marcus Thuram. Formasi berubah menjadi 4-2-3-1 dengan Mbappe bergeser ke tengah. Namun selama 80 menit, Prancis seperti berjalan di rawa. Nol shots on target hingga menit ke-79.

Lalu segalanya berubah dalam 97 detik. Menit ke-80, Kolo Muani dijatuhkan Nicolas Otamendi di kotak terlarang. Penalti. Mbappe mengeksekusi dengan kaki kanan ke sudut kiri bawah, mengecoh Emiliano Martinez. 2-1.

Menit ke-81, Thuram menyapu bola kepada Mbappe di tepi kotak. Tanpa ragu, penyerang Paris Saint-Germain itu melepaskan tendangan voli yang melengkung masuk ke pojok kanan atas gawang. 2-2. Dua gol dalam hitungan detik, dan final yang tampak selesai tiba-tiba hidup kembali. Lusail Stadium terbelah antara keheningan dan ledakan sorak.

Perpanjangan Waktu: Messi, Mbappe, dan Gol yang Menulis Sejarah

Di babak tambahan, Argentina kembali menemukan ritme. Menit ke-108, Messi menerima bola di tepi kotak, melepaskan tembakan yang diblok Lloris, namun bola memantul kembali kepadanya dan ia menyontek masuk dari jarak dekat. 3-2. Gol ke-13 Messi di Piala Dunia sepanjang kariernya, sebuah rekor baru.

Namun Mbappe belum selesai. Menit ke-118, tendangannya mengenai tangan Gonzalo Montiel di dalam kotak. VAR mengonfirmasi. Penalti kedua untuk Prancis. Mbappe menuntaskan hat-trick dengan tembakan tegas ke tengah gawang. 3-3. Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah yang mencetak hat-trick di final Piala Dunia, setelah Geoff Hurst pada 1966.

Dalam adu penalti, Emiliano Martinez menjadi pahlawan. Kiper Aston Villa itu menepis eksekusi Kingsley Coman, lalu menggertak Aurelien Tchouameni yang menembak melebar. Messi, Paulo Dybala, Leandro Paredes, dan Gonzalo Montiel menuntaskan tugas mereka dengan sempurna. 4-2. Argentina juara dunia untuk ketiga kalinya, dan yang pertama sejak 1986.

"Ini adalah pertandingan paling gila yang pernah saya lihat. Kami menderita, kami bangkit, dan kami menang. Lionel Messi layak mendapatkan ini," ujar pelatih Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers usai laga.

Secara statistik, Argentina mencatat 10 shots on target dibandingkan enam milik Prancis, dengan penguasaan bola 55 persen. Messi menyelesaikan turnamen dengan tujuh gol dan tiga assist, meraih Golden Ball. Mbappe mengunci Golden Boot dengan delapan gol. Namun malam itu, trofi yang paling berharga berpindah ke tangan Messi, mengakhiri perdebatan tentang siapa yang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User