Lo Celso dan Spanduk Politik Usai Semifinal Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 menyajikan drama di atas dan di luar lapangan. Setelah Argentina menaklukkan Inggris di babak semifinal dengan skor akhir 2-1, perhatian publik langsung teralih pada aksi gelandang Gi...
Piala Dunia 2026 menyajikan drama di atas dan di luar lapangan. Setelah Argentina menaklukkan Inggris di babak semifinal dengan skor akhir 2-1, perhatian publik langsung teralih pada aksi gelandang Giovani Lo Celso. Pemain berusia 30 tahun itu terlihat mengangkat spanduk bernuansa politik saat merayakan kemenangan bersama rekan-rekannya di tepi lapangan. Momen tersebut terekam jelas oleh kamera televisi dan langsung menjadi perbincangan hangat di jagat maya.
Jalannya Pertandingan: Argentina vs Inggris
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim tampil dengan intensitas tinggi. Pelatih Argentina menurunkan formasi 4-3-3 dengan Lo Celso sebagai salah satu dari tiga gelandang di lini tengah. Ia berperan sebagai box-to-box midfielder yang menghubungkan lini belakang dan depan. Sementara Inggris mengandalkan skema 4-2-3-1 yang mengandalkan kecepatan di sisi sayap.
Menit ke-23, Argentina membuka keunggulan lewat sundulan striker utama mereka memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan. Statistik mencatat penguasaan bola 54 persen untuk Argentina berbanding 46 persen untuk Inggris. Inggris sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui tendangan bebas yang menembus gawang. Namun, Argentina kembali unggul di menit ke-67 lewat serangan balik cepat yang diselesaikan dengan tenang.
Sepanjang laga, Lo Celso mencatatkan 89 persen akurasi umpan, 3 key passes, dan 2 tackles sukses. Ia juga menerima satu kartu kuning pada menit ke-58 setelah melakukan pelanggaran taktis untuk menghentikan serangan balik Inggris. Wasit sempat meninjau VAR untuk insiden di kotak penalti pada menit ke-72, namun tidak ada penalti yang diberikan. Hingga peluit panjang, skor 2-1 bertahan dan Argentina melaju ke final.
Aksi Lo Celso dan Spanduk Politik
Usai pertandingan, euforia para pemain Argentina pecah. Lo Celso, yang tampil sebagai pengganti tidak tetap di starting XI pada laga ini, justru menjadi pusat perhatian. Ia membentangkan spanduk berisi pesan politik yang tidak disebutkan secara rinci dalam laporan ini. Aksi tersebut berlangsung singkat, sekitar 15 detik, sebelum ia digiring rekan setimnya untuk bergabung dalam selebrasi tim.
Federasi Sepak Bola Argentina belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, beberapa pengamat menilai tindakan Lo Celso berpotensi melanggar regulasi FIFA tentang pesan politik di area pertandingan. Sebab, FIFA selama ini melarang segala bentuk simbol politik, agama, atau komersial di lapangan maupun area sekitarnya.
"Kami fokus pada pertandingan. Segala hal di luar itu akan kami bahas internal," ujar asisten pelatih Argentina dalam konferensi pers singkat.
Di sisi lain, pelatih Inggris memberikan komentar soal pertandingan. "Kami kalah karena eksekusi akhir yang kurang baik. Shots on target kami hanya empat dari 12 percobaan. Itu tidak cukup di level semifinal," ujarnya.
Analisis Statistik dan Dampak ke Final
Secara keseluruhan, Argentina tampil lebih efektif. Mereka mencatatkan 6 shots on target dari 14 percobaan, sementara Inggris hanya 4 dari 12. Clean sheet gagal diraih kedua tim. Kiper Argentina mencatatkan 3 penyelamatan penting, termasuk satu one-on-one di menit ke-85 yang menggagalkan peluang emas Inggris.
Lo Celso sendiri sepanjang turnamen ini telah tampil dalam 6 laga dengan total 412 menit bermain. Ia menyumbang 1 gol dan 3 assist. Fleksibilitasnya sebagai gelandang serang dan gelandang bertahan membuat ia menjadi opsi penting dari bangku cadangan. Namun, aksi spanduk politiknya bisa menjadi gangguan jelang final.
FIFA dijadwalkan menggelar rapat darurat untuk memutuskan apakah ada sanksi yang akan dijatuhkan. Jika terbukti melanggar, Lo Celso berpotensi mendapat denda atau skorsing. Tim Argentina pun berharap isu ini tidak mengganggu konsentrasi pemain menjelang partai puncak.
Terlepas dari kontroversi, Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa sepak bola bukan sekadar soal skor akhir dan penguasaan bola. Ia juga panggung bagi ekspresi personal, termasuk yang bersinggungan dengan politik. Kini publik menanti apakah Lo Celso akan tetap tampil di final atau justru menonton dari tribun.
Comments (0)