Anfield kembali menjadi saksi pertarungan raksasa Liga Inggris saat Liverpool menjamu Manchester City pada laga pekan ke-8, Minggu (11/10/2026). Sejak wasit meniup peluit kick-off, tensi langsung terasa. The Reds tampil dengan formasi 4-3-3 agresif, sementara Citizens memakai 4-2-3-1 yang fleksibel. Kedua pelatih menurunkan starting XI terbaik, dan publik tuan rumah sudah berdiri sejak sebelum pertandingan dimulai, menciptakan atmosfer yang membara.
Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Gol Pembuka
Menit ke-7, Liverpool langsung menggebrak. Mohamed Salah menerima bola di sisi kanan, melewati satu pemain, lalu melepaskan tendangan kaki kiri yang masih menyamping tipis di sisi gawang. Penguasaan bola berimbang di awal laga, sekitar 52 persen untuk Liverpool dan 48 persen untuk Manchester City. Namun, intensitas pressing tuan rumah membuat City kesulitan membangun serangan dari belakang.
Menit ke-23, gol pembuka tercipta. Darwin Núñez menyambut umpan terobosan dari Alexis Mac Allister, melakukan kontrol pertama yang matang, lalu menaklukkan Ederson dengan tembakan rendah ke sudut kanan. Skor berubah 1-0. Assist dicatat untuk Mac Allister, yang melihat ruang di antara bek tengah City. Statistik sementara: Liverpool 5 shots on target, City baru 1.
Manchester City tak tinggal diam. Menit ke-38, Kevin De Bruyne melepaskan umpan silang akurat yang disundul Erling Haaland, tetapi Alisson Becker melakukan penyelamatan gemilang. Hingga menit ke-45, Liverpool unggul 1-0 dengan penguasaan bola 51 persen berbanding 49 persen. Kartu kuning pertama keluar untuk Rodri pada menit ke-41 karena melanggar Salah di area tengah.
Babak Kedua: City Bangkit, Drama VAR
Memasuki babak kedua, Pep Guardiola mengubah taktik menjadi 3-4-3 dengan memasukkan Jérémy Doku. Perubahan itu membuahkan hasil. Menit ke-52, City menyamakan kedudukan. Phil Foden menerima bola di tepi kotak penalti, melakukan satu sentuhan, lalu menembak ke tiang jauh. Skor 1-1. Assist diberikan kepada De Bruyne, yang kembali menunjukkan visi permainan kelas dunia.
Laga semakin terbuka. Menit ke-67, Liverpool hampir kembali unggul melalui sundulan Virgil van Dijk dari tendangan sudut, tetapi bola membentur mistar gawang. Dua menit berselang, City berbalik memimpin. Haaland mencetak gol setelah menerima umpan terobosan dari Bernardo Silva. Wasit sempat mengecek VAR untuk potensi offside, namun gol dinyatakan sah. Skor 2-1 untuk City. Shots on target kini 7-6 untuk Liverpool, tetapi efisiensi City lebih tinggi.
Liverpool merespons dengan memasukkan Diogo Jota dan Cody Gakpo. Menit ke-78, Jota melepaskan tendangan voli dari dalam kotak penalti, namun Ederson menepis bola. Kartu kuning kedua di pertandingan ini diberikan kepada Joško Gvardiol setelah menarik kaus Salah. Menit ke-84, Anfield meledak. Salah mencetak gol penyama kedudukan melalui penalti setelah Gvardiol dianggap melanggar Jota di kotak terlarang. Skor 2-2. VAR mengonfirmasi keputusan wasit, dan Gvardiol menerima kartu kuning keduanya, berubah menjadi kartu merah. City bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-86.
Statistik Akhir dan Analisis Taktik
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor akhir 2-2 bertahan. Liverpool mencatat penguasaan bola 54 persen, sedangkan Manchester City 46 persen. Shots on target: Liverpool 9, City 7. Total tendangan: 18 berbanding 12. Akurasi umpan Liverpool 87 persen, City 89 persen. Liverpool melakukan 14 pelanggaran, City 11. Kartu kuning: 3 untuk Liverpool, 4 untuk City, plus 1 kartu merah untuk Gvardiol. Clean sheet tidak tercipta bagi kedua kiper, tetapi Alisson dan Ederson masing-masing mencatat 4 dan 5 penyelamatan penting.
Formasi awal Liverpool 4-3-3 dengan trio lini tengah Mac Allister, Szoboszlai, dan Gravenberch. City memulai dengan 4-2-3-1, lalu beralih ke 3-4-3 setelah jeda. Pergantian taktik Guardiola sempat merepotkan pertahanan tuan rumah, tetapi kehilangan satu pemain membuat City lebih bertahan di akhir laga. Liverpool unggul dalam duel udara 58 persen, sementara City lebih efektif dalam serangan balik cepat.
"Kami kehilangan dua poin, tetapi performa tim menunjukkan karakter. Bermain dengan 10 orang di Anfield bukan hal mudah. Saya bangga dengan respons para pemain," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers usai laga.
"Kami mendominasi sebagian besar pertandingan, tetapi sepak bola kadang tidak adil. Kami harus lebih klinis di depan gawang. Namun, satu poin melawan juara bertahan tetap berharga," kata Jürgen Klopp, manajer Liverpool.
Dengan hasil ini, Liverpool mengoleksi 17 poin dari 8 laga, sementara Manchester City mengumpulkan 19 poin. Keduanya masih bersaing ketat di papan atas klasemen. Laga berikutnya, Liverpool akan bertandang ke markas Arsenal, sedangkan City menjamu Tottenham Hotspur. Duel Anfield kali ini membuktikan bahwa persaingan gelar musim ini akan berlangsung hingga pekan-pekan akhir.
Comments (0)