Oct 21, 2026
Olahraga

Lima Eks Bintang Inggris yang Sukses Jadi Pundit Televisi

MANCHESTER - Dunia sepak bola tidak selalu berhenti ketika seorang pemain menggantung sepatu. Sejumlah eks bintang tim nasional Inggris justru melanjutkan karier di dunia penyiaran, duduk di kursi kom...

Lima Eks Bintang Inggris yang Sukses Jadi Pundit Televisi

MANCHESTER - Dunia sepak bola tidak selalu berhenti ketika seorang pemain menggantung sepatu. Sejumlah eks bintang tim nasional Inggris justru melanjutkan karier di dunia penyiaran, duduk di kursi komentator dan pundit dengan mikrofon menggantikan bola di kaki mereka. Dari ruang studio Sky Sports hingga meja analisis ITV Sport, nama-nama legendaris ini mengubah peran dari eksekutor lapangan menjadi pengulas taktik yang tajam.

Fenomena ini bukan hal baru. Ketika seorang pemain pensiun dengan segudang pengalaman di level tertinggi, pengetahuan taktis mereka menjadi aset berharga di industri televisi. Penguasaan bola, formasi, starting XI, hingga detail kecil seperti pergerakan offside menjadi bahan analisis harian mereka di depan kamera.

Gary Neville: Dari Old Trafford ke Studio Sky Sports

Salah satu nama yang paling menonjol adalah Gary Neville. Legenda Manchester United ini memutuskan pensiun pada Februari 2011 setelah menghabiskan seluruh karier profesionalnya hanya di satu klub, membela Setan Merah sejak musim 1992/1993. Kesetiaannya pada Old Trafford menjadikannya simbol era keemasan United di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Hanya beberapa bulan setelah pensiun, Neville bergabung dengan jaringan televisi Sky Sports sebagai komentator dan pundit mulai musim 2011/2012. Posisi itu sebenarnya bukan wilayah asing bagi mantan bek kanan tersebut. Sebelumnya, ia pernah dipercaya menjadi pundit untuk ITV Sport di dua turnamen akbar, yakni Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2008. Pengalaman itu memberinya modal awal untuk berbicara di depan kamera dengan percaya diri.

Menariknya, karier Neville di dunia penyiaran sempat terputus. Pada Desember 2015, ia meninggalkan Sky Sports untuk menukangi Valencia di La Liga Spanyol. Namun, petualangan itu berjalan singkat. Ia hanya bertahan sekitar empat bulan di musim 2015/2016 sebelum akhirnya dipecat oleh klub tersebut. Setelah itu, Neville kembali ke Sky Sports dan melanjutkan perannya sebagai pundit, membawa perspektif baru dari pengalaman pahitnya sebagai pelatih.

Analisis Taktik yang Menjadi Standar Baru

Kehadiran para eks pemain top di studio penyiaran mengubah cara penonton memahami pertandingan. Alih-alih hanya menyebut skor akhir, mereka membedah penguasaan bola, jumlah shots on target, hingga detail formasi yang digunakan kedua tim. Analisis semacam ini memberi dimensi baru bagi penonton yang ingin memahami mengapa sebuah pertandingan berjalan dengan cara tertentu.

Neville, misalnya, dikenal kerap menggunakan perangkat taktis seperti layar sentuh untuk menunjukkan posisi pemain, garis offside, atau pergerakan bek saat menghadapi serangan balik. Pendekatan ini menjadikan segmen analisis pascapertandingan sebagai tontonan tersendiri, bukan sekadar pelengkap siaran langsung. Statistik seperti kartu kuning, kartu merah, dan assist pun dibahas dengan konteks permainan, bukan hanya angka mentah.

Selain Neville, daftar eks pemain top Inggris yang beralih menjadi pundit juga mencakup sejumlah nama beken lain. Mereka tersebar di berbagai jaringan televisi, baik di Inggris maupun di panggung internasional. Setiap nama membawa karakteristik analisis masing-masing, mulai dari gaya blak-blakan hingga pendekatan data yang lebih terukur.

Mengapa Eks Pemain Cocok Jadi Pundit

Ada alasan kuat mengapa televisi berlomba-lomba merekrut mantan pemain top. Mereka memiliki pemahaman langsung tentang tekanan pertandingan, dinamika ruang ganti, hingga keputusan taktis yang diambil pelatih di menit-menit krusial. Pengalaman merumput selama bertahun-tahun, termasuk menghadapi laga-laga bertekanan tinggi, membuat analisis mereka terasa lebih otentik dibandingkan pengamat yang tidak pernah bermain di level elite.

Karier Neville menjadi contoh bagaimana transisi dari lapangan ke studio bisa berjalan mulus, meski sempat diwarnai kegagalan sebagai pelatih. Ia membuktikan bahwa kegagalan di bangku cadangan tidak serta-merta menutup pintu di industri penyiaran. Sebaliknya, pengalaman itu justru memperkaya sudut pandangnya ketika mengulas keputusan taktis pelatih lain.

Bagi penonton, kehadiran para eks bintang ini memberikan nilai tambah. Mereka tidak hanya menyajikan komentar, tetapi juga membangun narasi pertandingan melalui data dan pengalaman nyata. Dari skor akhir hingga detail assist, semuanya dibahas dengan bahasa yang mudah dicerna namun tetap berbobot.

Pada akhirnya, daftar eks pemain top Inggris yang menjadi pundit menunjukkan bahwa sepak bola adalah dunia yang tak pernah benar-benar ditinggalkan oleh mereka yang pernah hidup di dalamnya. Ketika bola berhenti bergulir di kaki, mikrofon pun mengambil alih, dan analisis tajam tetap menjadi permainan utama mereka di depan layar kaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bayu-aji

Investigative Reporter. Spesialisasi: korupsi, pencucian uang, dan kejahatan korporasi.

Comments (0)

User