Oct 15, 2026
Olahraga

Leo/Daniel Mundur dari Denmark Open 2026, Fokus Pemulihan Cedera

Kopenhagen — Kabar mengejutkan datang dari sektor ganda putra Indonesia. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dipastikan mundur dari turnamen BWF World Tour Super 750 Denmark Open 2026. Keputu...

Leo/Daniel Mundur dari Denmark Open 2026, Fokus Pemulihan Cedera

Kopenhagen — Kabar mengejutkan datang dari sektor ganda putra Indonesia. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dipastikan mundur dari turnamen BWF World Tour Super 750 Denmark Open 2026. Keputusan ini diambil menjelang laga babak pertama yang seharusnya mempertemukan mereka dengan wakil Chinese Taipei, Chen Bo Yang/Liu Yi. Mundurnya Leo/Daniel otomatis memberikan walkover alias kemenangan tanpa bertanding bagi Chen/Liu, sekaligus mengubah peta persaingan di bagan bawah sektor ganda putra.

Kronologi dan Alasan di Balik Mundurnya Leo/Daniel

Informasi yang dihimpun Beritainti menyebutkan bahwa keputusan mundur ini bukan tanpa sebab. Leo Rolly Carnando dikabarkan mengalami gangguan pada bagian engkel kaki kanan yang ia keluhkan sejak sesi latihan terakhir di Pelatnas Cipayung, Jakarta. Kondisi tersebut diperparah setelah ia menjalani sesi physical training intensitas tinggi pada Jumat lalu. Tim medis PBSI lantas melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemindaian MRI, dan merekomendasikan istirahat minimal dua pekan.

"Kami tidak mau mengambil risiko. Cedera engkel Leo masih dalam tahap pemulihan dan jika dipaksakan bertanding di level Super 750, dikhawatirkan memperparah kondisi," ujar seorang tim pelatih ganda putra dalam keterangan tertulis. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi panjang antara pelatih, tim medis, dan kedua pemain. Daniel Marthin sendiri menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut demi karier jangka panjang pasangan yang saat ini menghuni peringkat 12 dunia itu.

Dampak pada Peta Persaingan Denmark Open 2026

Mundurnya Leo/Daniel jelas mengubah lanskap bagan ganda putra. Chen Bo Yang/Liu Yi melaju ke babak kedua tanpa mengeluarkan keringat, sebuah keuntungan besar dari sisi kebugaran. Pasangan Chinese Taipei itu kini menunggu pemenang antara wakil Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, melawan unggulan asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dari sisi statistik, Leo/Daniel musim ini mencatatkan 23 kemenangan dari 31 pertandingan dengan rasio kemenangan 74,2 persen, serta dua gelar dari turnamen Thailand Masters dan Swiss Open.

Absennya Leo/Daniel juga mengurangi kekuatan Merah Putih di sektor ganda putra. Indonesia masih menyisakan wakil lain seperti Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri. Namun, beban untuk mendulang poin Olimpiade 2028 otomatis berpindah ke pundak pasangan-pasangan tersebut.

"Kami mohon doa dan dukungannya. Leo sedang dalam proses pemulihan. Target kami adalah kembali ke lapangan di ajang Japan Masters bulan depan dengan kondisi seratus persen," kata pelatih kepala ganda putra, Antonius Budi Ariantho.

Rekam Jejak dan Proyeksi Kembalinya Leo/Daniel

Sepanjang musim 2026, Leo/Daniel tampil cukup konsisten. Mereka mencatatkan penguasaan bola — dalam konteks bulu tangkis, dominasi rally — yang solid, dengan rata-rata durasi rally 9,4 detik per poin. Kekuatan utama mereka terletak pada flat drive dan serangan cepat dari depan net. Daniel Marthin dikenal memiliki net kill mematikan dengan persentase 68 persen, sementara Leo Rolly Carnando unggul dalam defense lob yang akurat.

Jika pemulihan berjalan sesuai jadwal, Leo/Daniel diproyeksikan kembali berlaga di Japan Masters 2026 pada November mendatang. Turnamen Super 500 itu menjadi momen krusial untuk mengumpulkan poin kualifikasi Olimpiade. Dengan absennya mereka di Denmark, pasangan ini harus bekerja ekstra keras di sisa musim untuk menjaga posisi di 10 besar dunia. Sebagai catatan, mereka belum pernah menembus final Denmark Open sepanjang karier, dengan pencapaian terbaik babak perempat final pada edisi 2024.

Keputusan mundur ini pun menjadi pengingat bahwa manajemen beban dan pemulihan cedera adalah aspek krusial dalam kalender BWF yang padat. Turnamen demi turnamen berlangsung tanpa jeda panjang, memaksa para atlet dan tim pelatih untuk cerdas mengatur prioritas. Bagi Leo/Daniel, kesehatan dan kebugaran jangka panjang jauh lebih berharga daripada memaksakan diri di satu turnamen. Publik tentu berharap pasangan ini bisa segera comeback dan kembali mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User