Oct 21, 2026
Olahraga

Ledakan Ekonomi UMKM di Sekitar Sirkuit Mandalika saat MotoGP

Minggu (11/10/2026) menjadi hari yang dinanti ribuan penggemar MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Namun, di luar area tribun, geliat ekonomi justru bergerak lebih kencang...

Ledakan Ekonomi UMKM di Sekitar Sirkuit Mandalika saat MotoGP

Minggu (11/10/2026) menjadi hari yang dinanti ribuan penggemar MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Namun, di luar area tribun, geliat ekonomi justru bergerak lebih kencang. Sejak pagi, deretan lapak pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan perimeter sirkuit sudah dipadati penonton yang berbondong-bondong berburu merchandise resmi maupun suvenir khas daerah.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, lebih dari 200 tenda pedagang berjajar rapi di sepanjang jalur akses menuju gerbang utama. Mulai dari kaos bertema tim pabrikan, topi bergrafis pembalap, hingga gantungan kunci dan gelang anyaman khas Lombok, semuanya tersaji lengkap. Antusiasme pembeli terlihat dari panjangnya antrean di beberapa lapak favorit. Bahkan, sejumlah pedagang mengaku kehabisan stok sebelum sesi warm-up dimulai.

Volume Penjualan Melonjak, Omzet Pedagang Tembus Puluhan Juta

Data yang dihimpun dari sejumlah pedagang menunjukkan tren positif. Salah satu pemilik lapak merchandise, misalnya, melaporkan bahwa dalam kurun waktu enam jam sejak gerbang dibuka pukul 07.00 WITA, ia telah menjual lebih dari 350 potong kaos dengan harga rata-rata Rp150.000. Artinya, omzet kotor lapak tersebut menembus angka Rp52,5 juta hanya dalam setengah hari. Angka ini jauh melampaui penjualan pada hari biasa yang rata-rata hanya 40—50 potong per hari.

“Sejak pagi jam tujuh sudah ramai. Yang paling laris kaos motif sirkuit dan topi. Stok kami tambah terus dari gudang,” ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya. Ia menambahkan bahwa lonjakan permintaan terjadi merata di hampir semua lapak, terutama yang menjual atribut dengan desain eksklusif Mandalika.

Jika diakumulasi, dengan asumsi rata-rata 200 pedagang mencetak penjualan minimal Rp5 juta per hari selama tiga hari gelaran, maka total perputaran uang di sektor merchandise UMKM bisa mencapai Rp3 miliar. Angka ini belum termasuk sektor kuliner dan jasa parkir yang juga tumbuh signifikan.

Strategi Dagang: Formasi Lapak hingga Jam Sibuk Penonton

Menariknya, para pedagang menerapkan strategi layaknya manajer tim. Mereka menata “starting XI” dagangan di posisi paling strategis, yakni dekat pintu masuk dan jalur keluar tribun. Barang yang paling diminati diletakkan di depan, sementara stok cadangan disimpan di tenda belakang. Pola ini mengikuti jam sibuk penonton yang biasanya membludak pada pukul 10.00—12.00 WITA dan kembali ramai saat sesi latihan bebas berakhir.

Selain itu, sebagian pedagang memanfaatkan momentum dengan menyediakan mesin EDC dan pembayaran QRIS. Langkah ini terbukti mempercepat transaksi dan mengurangi antrean. “Kalau bayar cash antre, kalau QRIS langsung. Pembeli sekarang banyak yang tidak bawa uang tunai,” ujar pedagang lain yang menjual aksesori motor.

Dari sisi harga, tidak ada lonjakan signifikan. Kaos dijual Rp120.000—Rp200.000, topi Rp80.000—Rp150.000, dan suvenir kecil Rp25.000—Rp75.000. Harga ini tergolong kompetitif dibandingkan merchandise resmi di dalam sirkuit yang bisa dua kali lipat lebih mahal. Kondisi ini menjadikan lapak UMKM sebagai alternatif favorit bagi penonton dengan anggaran terbatas.

Dampak Berganda bagi Ekonomi Lokal dan Tantangan ke Depan

Kehadiran MotoGP di Mandalika bukan sekadar tontonan balap. Event ini menjadi katalis bagi perputaran ekonomi daerah. Selain pedagang merchandise, sektor penginapan, transportasi, dan kuliner turut merasakan imbasnya. Data dari dinas pariwisata setempat mencatat tingkat hunian hotel di sekitar Lombok Tengah mencapai 95% selama periode balapan.

Namun, di balik cerahnya omzet, ada tantangan yang harus diantisipasi. Sejumlah pedagang mengeluhkan keterbatasan akses logistik dan cuaca panas ekstrem yang membuat pengunjung cepat lelah. Selain itu, persaingan antar pedagang semakin ketat, sehingga diferensiasi produk menjadi kunci. Pedagang yang mampu menyajikan desain unik dan khas Lombok—seperti motif tenun ikat pada kaos—cenderung lebih diminati.

Ke depan, pemerintah daerah berencana memberikan pelatihan literasi digital dan manajemen stok bagi UMKM agar dapat memanfaatkan momen tahunan ini secara maksimal. Dengan demikian, gelaran MotoGP tidak hanya menjadi pesta balap, tetapi juga mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Skor akhir memang tidak ditentukan di lapak merchandise. Namun, bagi para pedagang, kemenangan sesungguhnya adalah ketika stok habis dan dompet terisi. Dan pada Minggu itu, mereka telah mencetak kemenangan telak di luar lintasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS indah-permata

Reporter Kriminal. Meliput Polri, kejaksaan, dan pengadilan pidana.

Comments (0)

User