Oct 13, 2026
Olahraga

Kronologi Penganiayaan Oknum Suporter di Rest Area Batang KM 360

BATANG — Insiden memalukan kembali mencoreng dunia sepak bola Indonesia. Media Officer Akademi Persib, Pandu Persada, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter di Rest Area Bata...

Kronologi Penganiayaan Oknum Suporter di Rest Area Batang KM 360

BATANG — Insiden memalukan kembali mencoreng dunia sepak bola Indonesia. Media Officer Akademi Persib, Pandu Persada, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu malam (11/10/2026). Kejadian ini terjadi saat rombongan akademi sedang dalam perjalanan pulang setelah menjalani laga away di wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden bermula ketika rombongan bus Akademi Persib berhenti untuk beristirahat di rest area tersebut sekitar pukul 21.30 WIB. Pandu Persada yang saat itu turun dari bus untuk keperluan pribadi tiba-tiba dihampiri oleh sekelompok oknum yang diduga sebagai suporter tim lawan. Tanpa basa-basi, aksi penganiayaan pun terjadi.

Kronologi Kejadian Menurut Korban

Dalam penuturannya, Pandu menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak melakukan provokasi terhadap kelompok tersebut. "Saya sedang berjalan sendirian menuju toilet rest area. Tiba-tiba ada beberapa orang yang menghampiri dan langsung melakukan pemukulan. Saya tidak sempat membela diri karena jumlah mereka banyak," ujar Pandu saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Pandu, kejadian berlangsung cepat, sekitar lima menit. Ia mengalami luka di bagian wajah dan kepala akibat pukulan dan tendangan yang dilayangkan oleh pelaku. Beruntung, beberapa rekan dari rombongan akademi yang menyadari situasi tersebut segera datang untuk menolong dan melerai aksi kekerasan itu.

"Rekan-rekan saya langsung menarik saya masuk ke dalam bus. Kondisi saya saat itu sudah lemas dan wajah saya berdarah. Bus langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandung setelah kejadian itu," tambahnya.

Respons Akademi Persib dan Langkah Hukum

Pihak Akademi Persib menyatakan sikap tegasnya terhadap insiden ini. Manajemen akademi mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang terjadi di luar lapangan, terlebih yang menimpa staf resmi klub. Mereka menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjadi sarana sportivitas, bukan ajang balas dendam.

"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap marwah sepak bola Indonesia. Kami akan menempuh jalur hukum untuk memastikan pelaku mendapat sanksi setimpal," tegas perwakilan manajemen akademi.

Laporan resmi telah dibuat di kepolisian setempat. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar rest area dan meminta keterangan dari saksi mata. Identitas pelaku belum sepenuhnya terungkap, namun beberapa ciri-ciri sudah dikantongi oleh pihak berwenang.

Statistik dan Catatan Insiden Suporter

Insiden di Rest Area Batang KM 360 menambah panjang daftar kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola di Indonesia. Sepanjang musim 2025/2026, tercatat setidaknya 12 insiden serupa dengan berbagai tingkat keparahan. Dari jumlah tersebut, 5 kasus melibatkan penganiayaan terhadap staf atau ofisial tim, sementara sisanya merupakan bentrokan antar suporter.

Data juga menunjukkan bahwa 70 persen insiden terjadi di luar stadion, seperti rest area, jalan tol, atau terminal. Hal ini menjadi catatan penting bagi PSSI dan operator kompetisi untuk memperketat pengamanan, terutama saat rombongan tim melakukan perjalanan panjang.

Dari sisi lokasi, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan insiden terbanyak musim ini, yakni 4 kejadian. Sementara itu, penganiayaan terhadap media officer tercatat sebagai kasus kedua dalam dua tahun terakhir, setelah sebelumnya menimpa ofisial klub Liga 1 pada 2024.

Desakan Evaluasi Keamanan Kompetisi

Pengamat sepak bola menilai insiden ini harus menjadi momentum bagi PSSI untuk mereformasi sistem keamanan pertandingan, termasuk perlindungan bagi tim yang melakukan perjalanan away. "Selama ini pengamanan hanya fokus di dalam stadion. Padahal, perjalanan tim dari dan menuju stadion juga rawan. Perlu ada pengawalan khusus, terutama untuk tim akademi yang membawa pemain muda," ujar pengamat sepak bola nasional.

PSSI diharapkan segera mengeluarkan pernyataan resmi dan melakukan investigasi menyeluruh. Sanksi tegas bagi pelaku, termasuk larangan masuk stadion seumur hidup, dinilai perlu diterapkan agar menimbulkan efek jera. Jika tidak, kekerasan supoter dikhawatirkan terus berulang dan merusak citra sepak bola nasional.

Hingga berita ini diturunkan, Pandu Persada masih menjalani perawatan intensif. Kondisinya berangsur membaik, namun ia mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut. Ia berharap sepak bola Indonesia bisa lebih dewasa dan tidak lagi menyelesaikan perbedaan dengan cara kekerasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User