Skor akhir 3-0 untuk Barcelona saat menjamu Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Sabtu (10/10/2026). Laga yang sempat berjalan ketat di paruh pertama akhirnya pecah di babak kedua, dengan gol ketiga menjadi momen paling ikonik: bek kanan Jules Kounde mencetak namanya di papan skor, lalu merayakannya bersama Lamine Yamal, pemain bernomor punggung 10 yang menjadi kreator serangan tuan rumah sepanjang pertandingan.
Barcelona menguasai jalannya pertandingan sejak menit awal dengan penguasaan bola mencapai 68 persen. Formasi 4-3-3 yang diterapkan pelatih tuan rumah menempatkan Kounde di posisi bek kanan dengan tugas ganda: menjaga kedalaman lini belakang sekaligus naik membantu serangan ketika tim menguasai bola. Getafe, yang bermain dengan blok rendah 5-3-2, mencoba menutup ruang di sepertiga akhir lewat pressing ketat di lini tengah.
Namun, tembok pertahanan Getafe baru benar-benar retak pada menit ke-23. Lewat skema serangan dari sisi kanan, umpan terobosan Lamine Yamal membelah dua bek sayap lawan dan diselesaikan dengan tenang oleh penyerang tengah Barcelona. 1-0 untuk tuan rumah. Gol itu mengubah peta permainan: Getafe terpaksa naik lebih tinggi, dan ruang di belakang lini pertahanan mereka mulai terbuka lebar.
Statistik Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penyelesaian
Meski unggul, Barcelona tidak langsung menggandakan keunggulan. Data paruh pertama mencatat tuan rumah melepaskan 9 shots dengan 4 shots on target, sementara Getafe hanya mencatat 2 shots tanpa satupun mengarah ke gawang. Kiper Getafe tercatat melakukan tiga penyelamatan penting, termasuk menepis sepakan kaki kiri dari sudut sempit pada menit ke-38.
Kounde sendiri tampil disiplin di babak pertama. Bek asal Prancis itu mencatat 3 tekel sukses, 2 intersep, dan akurasi umpan mencapai 91 persen. Ia beberapa kali terlihat melakukan overlap ke sisi kanan, memberi opsi tambahan bagi lini serang Barcelona yang kerap tersedak di area kotak penalti akibat rapatnya pertahanan Getafe.
Menit ke-41, Getafe nyaris menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat. Sebuah umpan panjang ke ruang kosong di sisi kiri pertahanan Barcelona berujung pada tendangan first-time yang masih menyamping tipis di sisi gawang. VAR sempat mengecek potensi offside pada proses tersebut, namun tidak ada pelanggaran yang ditemukan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kounde Naik Kelas Jadi Eksekutor
Memasuki babak kedua, intensitas Barcelona meningkat. Pelatih tuan rumah menginstruksikan bek sayap untuk lebih agresif naik, dan perubahan itu berbuah manis. Menit ke-58, sebuah skema sepak pojok pendek menghasilkan gol kedua. Umpan silang rendah dari sisi kanan disambar di tiang dekat, membuat kiper Getafe tak berkutik. 2-0.
Puncaknya datang pada menit ke-74. Berawal dari pergerakan Lamine Yamal yang menarik dua pemain bertahan ke sisi kanan, ruang terbuka lebar di tepi kotak penalti. Bola pun dilepaskan ke belakang, dan Kounde yang naik dari lini kedua melepaskan tendangan keras mendatar ke sudut kanan gawang. Gol ketiga Barcelona, sekaligus gol perdana bek 27 tahun itu di musim ini.
Perayaan gol menjadi sorotan tersendiri. Kounde berlari ke arah sudut lapangan dan memeluk Lamine Yamal, sang pemberi assist. Kombinasi bek senior dan wonderkid bernomor punggung 10 itu menjadi simbol regenerasi skuad Barcelona musim ini. Statistik mencatat Yamal menyelesaikan laga dengan 2 assist, 5 peluang tercipta, dan akurasi dribel 78 persen — angka yang luar biasa untuk pemain usianya.
Secara keseluruhan, Barcelona menutup pertandingan dengan 18 shots (8 on target), 12 sepak pojok, dan clearance yang minim karena Getafe jarang mengancam. Getafe hanya mencatat 4 shots dengan 1 on target dan penguasaan bola 32 persen. Kartu kuning dikeluarkan masing-masing satu untuk kedua tim akibat pelanggaran taktis di lini tengah.
"Kami tahu Getafe akan bermain rapat. Kuncinya adalah sabar dan memanfaatkan ruang di sisi sayap. Kounde memberi kami dimensi berbeda ketika ia naik," ujar pelatih Barcelona dalam konferensi pers usai laga.
Implikasi Klasemen dan Catatan Taktis
Kemenangan ini menjaga tren positif Barcelona di kandang, dengan clean sheet ketiga dalam lima laga terakhir. Kounde, yang juga tampil solid di lini belakang, mencatat 6 duel udara dimenangkan dan 0 kesalahan yang berujung tembakan — kombinasi ideal antara tugas defensif dan kontribusi ofensif.
Dari sisi taktik, keberanian pelatih menempatkan bek sayap sebagai opsi tambahan di area penalti menjadi pembeda. Getafe sebenarnya berhasil menahan aliran bola melalui tengah, tetapi tidak mampu mengantisipasi rotasi posisi yang membuat Kounde bebas di ruang sekunder.
Bagi Getafe, kekalahan ini menjadi catatan buruk dalam upaya menjauh dari zona bawah. Mereka belum mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir, dan produktivitas 1 on target per laga menjadi masalah serius yang harus segera dibenahi. Pelatih Getafe menyebut timnya kehilangan konsentrasi di 20 menit terakhir, tepat ketika Barcelona meningkatkan tempo.
Dengan tambahan tiga poin, Barcelona kian kokoh di papan atas dan menjaga jarak dari pesaing terdekat. Sorotan kini tertuju pada konsistensi Kounde dan Lamine Yamal, duo yang makin sering terlibat langsung dalam proses gol. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin keduanya menjadi tulang punggung Barcelona di sisa musim — satu menjaga gawang, satu menciptakan peluang, dan sesekali bergantian mencetak gol seperti yang terjadi malam ini di Camp Nou.
Comments (0)