Oct 10, 2026
Olahraga

Kartu Merah Embolo Hancurkan Mimpi Swiss di Perempat Final

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Stadion MetLife, New Jersey. Pertandingan yang awalnya berjalan seimbang berubah total...

Kartu Merah Embolo Hancurkan Mimpi Swiss di Perempat Final

Skor akhir 2-1 untuk Argentina atas Swiss dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Stadion MetLife, New Jersey. Pertandingan yang awalnya berjalan seimbang berubah total setelah Breel Embolo menerima kartu merah langsung pada menit ke-67 akibat pelanggaran keras terhadap bek Argentina, Cristian Romero. Keputusan wasit asal Spanyol, Jesus Gil Manzano, sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya mengesahkan kartu merah tersebut. Bermain dengan sepuluh pemain, Swiss harus mengubur ambisi mereka menembus semifinal untuk pertama kalinya sejak 1954.

Jalannya Pertandingan Babak Pertama: Taktik Disiplin Dua Tim

Sejak menit awal, pelatih Swiss, Murat Yakin, menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Embolo sebagai ujung tombak tunggal. Argentina yang diasuh Lionel Scaloni menerapkan 4-3-3 dengan Lautaro Martinez, Julian Alvarez, dan Thiago Almada di lini depan. Statistik babak pertama menunjukkan keseimbangan: penguasaan bola 52 persen untuk Argentina berbanding 48 persen untuk Swiss. Namun, Swiss tampil lebih efektif dengan empat shots on target berbanding tiga milik Argentina. Menit ke-23, Embolo nyaris membuka keunggulan lewat sundulan setelah menerima umpan silang dari Ruben Vargas, tetapi bola masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Emiliano Martinez. Argentina membalas pada menit ke-38 melalui tendangan jarak jauh Enzo Fernandez yang masih bisa ditepis Yann Sommer. Babak pertama berakhir tanpa gol, dengan tiga kartu kuning dikeluarkan: dua untuk pemain Swiss (Granit Xhaka dan Manuel Akanji) dan satu untuk Rodrigo De Paul.

Titik Balik: Kartu Merah Embolo dan Gol Pembuka Argentina

Memasuki babak kedua, intensitas permainan meningkat tajam. Menit ke-58, Argentina membuka skor melalui Lautaro Martinez yang memanfaatkan kesalahan antisipasi Nico Elvedi. Assist diberikan oleh Alexis Mac Allister melalui umpan terobosan cerdas. Tertinggal satu gol, Swiss meningkatkan tekanan. Namun, petaka datang pada menit ke-67. Embolo melakukan tekel dua kaki dari belakang terhadap Romero di area tengah lapangan. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah tanpa ragu. Keputusan itu memaksa Swiss bermain dengan 10 pemain selama 23 menit tersisa plus injury time. Yakin terpaksa menarik Vargas dan memasukkan Fabian Rieder untuk menambah kekuatan di lini tengah. Meski demikian, Argentina justru menggandakan keunggulan pada menit ke-79 lewat gol Julian Alvarez setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Swiss yang kehilangan satu pemain. Skor menjadi 2-0.

Perjuangan Tanpa Henti Swiss dan Analisis Statistik Akhir

Swiss tidak menyerah. Pada menit ke-88, Xherdan Shaqiri mencetak gol hiburan melalui tendangan bebas spektakuler dari jarak 25 meter. Gol itu membangkitkan semangat pasukan Yakin, yang kemudian mengepung pertahanan Argentina di sisa waktu.

"Kami kehilangan kontrol permainan setelah kartu merah. Sepuluh pemain melawan Argentina adalah misi yang nyaris mustahil," ujar Murat Yakin dalam konferensi pers usai laga.
Sementara itu, Scaloni menyatakan: "Kami memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan baik. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim." Statistik akhir mencatat penguasaan bola 61 persen untuk Argentina dan 39 persen untuk Swiss. Shots on target Argentina mencapai delapan, sedangkan Swiss enam. Jumlah kartu kuning: Argentina dua, Swiss empat. Kartu merah: satu untuk Swiss. Kiper Emiliano Martinez mencatatkan lima penyelamatan penting, sementara Sommer harus memungut bola dari gawangnya dua kali. Dengan hasil ini, Argentina melaju ke semifinal dan akan menghadapi pemenang antara Brasil dan Prancis. Swiss harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan catatan tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan di sepanjang turnamen. Kartu merah Embolo akan menjadi catatan kelam dalam karier internasionalnya, sekaligus momentum yang mengubah arah pertandingan secara permanen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS vina-melati

Data Journalist Hukum. Visualisasi data kejahatan dan analisis tren kriminal.

Comments (0)

User