Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto: Profil dan Kinerja Kapolda Sumatera Utara

Profil Singkat

Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto merupakan perwira tinggi Polri yang sejak Maret 2025 resmi mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Menggantikan pendahulunya yang dimutasi ke Divisi Hubungan Internasional, sosok kelahiran 1971 ini membawa rekam jejak panjang di bidang reserse, khususnya pemberantasan narkotika. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini dikenal sebagai perwira dengan pendekatan scientific crime investigation yang terukur. Kepemimpinannya di Sumut menjadi sorotan mengingat provinsi ini menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Kerawanan Narkoba BNN 2024 dengan skor 67,8; hanya di bawah Aceh dan DKI Jakarta.

Karier dan Riwayat Jabatan

Sebelum tiba di Medan, Irjen Whisnu menempati sejumlah posisi strategis yang membentuk kapasitas kepemimpinannya saat ini:

  • 2023–2025: Wakil Kepala BNN RI, bertanggung jawab langsung pada penurunan prevalensi penyalahgunaan narkoba nasional dari 1,95% (2021) menjadi 1,73% (2024) berdasarkan survei bersama BPS.
  • 2021–2023: Kapolda Lampung. Di masa ini, ia mencatatkan penurunan tingkat kejahatan sebesar 8,4% year-on-year dan meningkatkan Crime Clearance Rate menjadi 72% pada akhir 2023, tertinggi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
  • 2019–2021: Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, di mana ia memimpin pengungkapan 43 jaringan internasional dan menyita aset senilai Rp1,2 triliun.
  • 2017–2019: Kapolres Metro Jakarta Pusat, sukses mengamankan Pilkada DKI 2017 dengan eskalasi konflik yang terkendali.

Trajektori kariernya menunjukkan konsistensi pada sektor penegakan hukum dengan penekanan pada pendekatan intelijen dan forensik. Pola mutasi diagonal yang ia jalani—dari fungsi reserse ke komando kewilayahan, lalu kembali ke lembaga pusat, dan kini kembali ke kewilayahan—mencerminkan desain kaderisasi Polri bagi perwira yang diproyeksikan menduduki pos-pos kunci.

Kinerja dan Program Unggulan

Dalam 12 bulan pertama kepemimpinannya (Maret–Desember 2025), Polda Sumatera Utara mencatatkan beberapa capaian kuantitatif yang signifikan. Data dari Pusiknas Polri menunjukkan penurunan laporan kriminalitas sebesar 11,3% dibanding periode yang sama tahun 2024, dari 38.742 kasus menjadi 34.361 kasus. Angka ini lebih tajam dibanding rata-rata penurunan nasional yang berada di kisaran 5,7%.

Strategi kami sederhana: mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan melalui penguatan fungsi patroli berbasis data (hotspot policing) dan mempercepat proses penyidikan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Tiga program unggulan yang menjadi tonggak kinerjanya di Sumut adalah:

  • Sumut Bersinar (Bersih dari Narkoba): Program kolaboratif bersama BNNP Sumut yang menitikberatkan pada interdiksi di lima pelabuhan tikus dan Bandara Kualanamu. Hasilnya, pengungkapan narkotika golongan I meningkat 22% (sabu 3,2 ton dan ekstasi 487.000 butir). Program ini juga mengintegrasikan rehabilitasi bagi 2.300 pengguna ringan lewat skema restorative justice yang ketat.
  • Kampung Tangguh Anti-Begal: Inisiatif berbasis komunitas di 15 desa rawan di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, dan Batubara yang dikombinasikan dengan pemasangan 870 titik CCTV publik. Kejahatan jalanan (street crime) di wilayah Deli Serdang, sebagai tolok ukur, turun drastis dari rata-rata 45 kejadian per bulan menjadi 18 kejadian pada kuartal IV 2025.
  • SIPANDU (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu): Digitalisasi lay

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User