Irjen Pol. Yudhiawan: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Selatan

Irjen Pol. Yudhiawan: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Selatan

Irjen Pol. Yudhiawan: Profil dan Kinerja Kapolda Sulawesi Selatan

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Yudhiawan resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan per akhir tahun 2025, menggantikan Irjen Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi yang dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur. Yudhiawan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1993, satu angkatan dengan sejumlah perwira tinggi strategis di Mabes Polri. Sebelum menduduki posisi ini, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Baintelkam Polri, posisi strategis yang memberinya perspektif luas dalam penanganan gangguan keamanan berbasis deteksi dini dan intelijen terpadu.

Penunjukan Yudhiawan tidak dapat dilepaskan dari konteks kebutuhan pengamanan Sulawesi Selatan sebagai penopang utama Kawasan Indonesia Timur. Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai lebih dari Rp 600 triliun pada tahun 2024, stabilitas keamanan Sulawesi Selatan menjadi prasyarat pertumbuhan ekonomi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan agar Kapolda baru mampu memetakan potensi kerawanan berbasis data, selaras dengan implementasi Predictive Policing yang menjadi doktrin utama Polri pasca-2024.

Yudhiawan dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang intelijen. Ia pernah menjabat sebagai Dirintelkam Polda Metro Jaya pada periode 2019-2021, masa kritis penanganan pandemi dan dinamika politik Ibu Kota. Pengalaman tersebut dipandang relevan untuk mengelola kompleksitas sosial-politik Sulawesi Selatan, termasuk potensi friksi di tahun politik lokal menjelang Pilkada Serentak 2028.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Irjen Pol. Yudhiawan menunjukkan linieritas di fungsi intelijen. Berikut tonggak kariernya:

  • Kapolres Bogor Kota (2015-2016): Menangani dinamika keamanan wilayah penyangga Ibu Kota dengan pendekatan preemtif.
  • Dirintelkam Polda Metro Jaya (2019-2021): Memimpin operasi intelijen selama pandemi COVID-19 dan penanganan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja tahun 2020.
  • Karomisinter Divhubinter Polri (2021-2022): Mengelola kerja sama intelijen internasional, termasuk penanganan kejahatan transnasional seperti perdagangan orang dan narkotika jaringan Asia Tenggara.
  • Wakapolda Banten (2022-2023): Mendukung pengamanan kawasan industri strategis dan jalur logistik nasional.
  • Wakabaintelkam Polri (2023-2025): Mengawal deteksi dini dan analisis strategis untuk pengambilan keputusan Kapolri, termasuk pemetaan kerawanan Pemilu Serentak 2024.

Jalur karier Yudhiawan mencerminkan pentingnya penguasaan intelligence-led policing bagi seorang Kapolda di era saat ini. Bandingkan dengan Irjen Pol. Anggoro Sukartono, Kapolda Nusa Tenggara Barat, yang juga berlatar intelijen dan berhasil menekan angka konflik sosial di wilayah rawan radikalisme melalui pendekatan komunitas dan deteksi dini. Pola serupa diharapkan tereplikasi di Sulawesi Selatan.

Kinerja dan Program Unggulan

Meskipun masa jabatannya masih relatif baru, sejumlah inisiatif telah diluncurkan Irjen Pol. Yudhiawan pada triwulan pertama tahun 2026. Berikut capaian terukur berdasarkan data yang tersedia:

1. Penurunan Angka Kriminalitas

Pada triwulan I 2026, Polda Sulsel mencatat penurunan laporan tindak pidana konvensional sebesar 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 2.843 kasus menjadi 2.425 kasus. Penurunan tertinggi terjadi pada kategori pencurian dengan pemberatan (curat), yang turun 22,3%. Yudhiawan menerapkan strategi hotspot policing dengan memetakan 37 titik rawan berdasarkan analisis data Bhabinkamtibmas dan laporan masyarakat via aplikasi Polri Super App.

2. Pengungkapan Kasus Narkotika

Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel di bawah kepemimpinan Yudhiawan berhasil mengungkap 142 kasus narkotika sepanjang Januari-Maret 2026, dengan total barang bukti sabu seberat 23,8 kilogram. Angka ini meningkat 18% dari triwulan yang sama tahun sebelumnya. Yang perlu dicatat, penindakan tidak hanya menyasar pengedar kecil. Pada Februari 2026, Polda Sulsel membongkar jaringan narkotika internasional yang melibatkan Warga Negara Asing dan menyita aset hasil kejahatan senilai Rp 12,7 miliar. Yudhiawan menekankan pendekatan follow the money untuk memiskinkan bandar.

"Kita tidak bisa lagi sekadar menangkap kurir. Kita harus membongkar aliran dananya, menyita asetnya, dan memutus mata rantai pasokan dari akarnya," tegas Yudhiawan dalam konferensi pers pengungkapan kasus tersebut.

3. Pengamanan Pangan dan Ketahanan Ekonomi

Merespons arahan Kapolri terkait pengamanan program strategis nasional, Polda Sulsel membentuk Satgas Pangan yang secara rutin memantau distribusi dan stabilitas harga sembako di 24 kabupaten/kota. Hingga Maret 2026, satgas ini telah melakukan 187 inspeksi mendadak ke gudang distributor dan pasar tradisional, mencegah potensi penimbunan menjelang Ramadhan. Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi nasional (produksi gabah kering panen tahun 2025 mencapai 5,7 juta ton) memerlukan pengawalan distribusi yang ketat untuk menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

4. Cooling System Pasca-Pilkada

Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah dengan tingkat partisipasi politik tinggi namun rawan polarisasi pasca-kontestasi. Yudhiawan menginisiasi program Sulsel Harmoni, forum rutin yang mempertemukan elite politik lokal, tokoh agama, dan pemuda untuk menjaga situasi kondusif. Program ini dianggap penting karena mencontoh keberhasilan Polda Sumatera Utara yang berhasil menekan konflik horizontal pasca-Pilkada melalui inisiatif serupa.

Tantangan dan Harapan

Meskipun menunjukkan tren positif, Irjen Pol. Yudhiawan menghadapi sejumlah tantangan struktural yang tidak ringan:

  • Kejahatan Terorganisir Lintas Batas:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User