Oct 24, 2026
Olahraga

Jorge Jesus Buka Suara soal Klaim Ronaldo Merasa Dibohongi

LISBON — Jorge Jesus akhirnya angkat bicara. Pelatih timnas Portugal itu menanggapi pernyataan Cristiano Ronaldo yang merasa dikhianati dua kali oleh mantan pelatihnya di Al Nassr tersebut. Pernyata...

Jorge Jesus Buka Suara soal Klaim Ronaldo Merasa Dibohongi

LISBON — Jorge Jesus akhirnya angkat bicara. Pelatih timnas Portugal itu menanggapi pernyataan Cristiano Ronaldo yang merasa dikhianati dua kali oleh mantan pelatihnya di Al Nassr tersebut. Pernyataan ini mencuat setelah beredarnya wawancara Ronaldo yang menyebut dirinya merasa tidak mendapatkan komunikasi jujur selama masa kepelatihan Jesus di klub Arab Saudi itu.

"Saya tidak pernah bermaksud mengecewakan siapa pun. Dalam sepak bola, keputusan taktis kadang tidak sejalan dengan ekspektasi pemain," ujar Jesus dalam konferensi pers jelang laga kualifikasi, seperti dikutip media Portugal. Ia menegaskan bahwa hubungan profesional dengan Ronaldo selama di Al Nassr berjalan normal, meski mengakui dinamika antara pelatih dan bintang berusia 39 tahun itu memang kompleks.

Dinamika di Al Nassr: Statistik dan Realita Taktik

Selama periode kebersamaan mereka di Al Nassr pada musim 2023/2024, Ronaldo tampil dalam 31 pertandingan di berbagai kompetisi dengan catatan 35 gol dan 11 assist. Angka itu menunjukkan produktivitas luar biasa untuk pemain yang sudah menginjak usia 39 tahun. Namun, di balik statistik impresif tersebut, muncul ketegangan soal peran taktis dalam formasi 4-2-3-1 yang kerap diterapkan Jesus.

Ronaldo disebut merasa dipaksa bermain lebih dalam sebagai penyerang tunggal yang harus turun menjemput bola, alih-alih menjadi target man murni di kotak penalti. Dalam beberapa laga, penguasaan bola Al Nassr memang dominan — rata-rata 58 persen per pertandingan — tetapi shots on target Ronaldo justru menurun di fase akhir musim. Inilah yang memicu klaim "dibohongi" karena ekspektasi awal soal gaya bermain tidak sesuai kenyataan.

"Saya selalu terbuka. Jika ada pemain yang merasa tidak nyaman, itu bagian dari evaluasi. Sepak bola bukan tentang satu orang, tapi tentang sistem," tegas Jesus.

Respons Ronaldo dan Isu Komunikasi di Ruang Ganti

Ronaldo sendiri belum memberikan pernyataan lanjutan usai komentar Jesus. Namun, sumber internal Al Nassr menyebut bahwa ketegangan mulai terasa sejak jeda musim dingin, ketika Ronaldo meminta penyesuaian taktik yang lebih menguntungkan posisinya. Dalam beberapa laga krusial, termasuk saat menghadapi Al Hilal, Ronaldo hanya mencatatkan 2 shots on target dari total 5 percobaan — angka yang jauh dari standar sang megabintang.

Jesus menampik anggapan bahwa ia mengabaikan masukan Ronaldo. Ia justru menyoroti pentingnya starting XI yang seimbang dan rotasi pemain demi menjaga kebugaran di kompetisi yang padat. "Saya menghormati Cristiano sebagai legenda. Tapi keputusan ada di tangan pelatih, dan itu demi tim," tambahnya.

Isu ini menjadi perhatian publik Portugal menjelang laga internasional. Banyak yang menilai pernyataan Ronaldo bisa memengaruhi atmosfer tim nasional, mengingat keduanya kini kembali bertemu dalam lingkup yang berbeda. Jesus menegaskan tidak ada masalah pribadi dan fokusnya tetap pada persiapan timnas.

Dampak ke Timnas Portugal dan Peta Kualifikasi

Di level timnas, Portugal masih memimpin grup kualifikasi dengan poin sempurna 12 dari 4 laga, mencetak 14 gol dan hanya kebobolan 2 kali. Ronaldo tetap menjadi andalan dengan 5 gol sejauh ini. Namun, duel melawan rival terdekat akan menjadi ujian apakah dinamika klub bisa mengganggu harmoni ruang ganti.

Jesus mengaku sudah berbicara empat mata dengan Ronaldo. "Kami profesional. Yang terjadi di klub tidak akan dibawa ke timnas. Saya ingin semua pemain merasa dihargai," ungkapnya. Ia juga menegaskan bahwa formasi timnas akan disesuaikan dengan karakter pemain, bukan sebaliknya.

Pengamat sepak bola Portugal menilai pernyataan Jesus cukup diplomatis. Menurut analisis data, Ronaldo memang masih efektif sebagai false nine yang menarik bek keluar dari posisi, menciptakan ruang untuk gelandang serang. Namun, ego kompetitif sang pemain sering kali menuntut peran lebih dominan di depan gawang.

Terlepas dari polemik ini, satu hal jelas: Jesus tidak ingin konflik internal merusak momentum Portugal. Dengan kualitas clean sheet di dua laga terakhir dan lini serang yang tajam, Portugal tetap difavoritkan. Kini bola ada di kaki Ronaldo — apakah ia membuktikan kualitasnya lewat gol, atau justru membiarkan bayang-bayang masa lalu mengganggu fokusnya di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fajar-ramadhan

Editor Hukum. Alumni FH UI. Meliput pengadilan, MA, dan judicial review.

Comments (0)

User