Liverpool — Sorotan kamera kembali tertuju ke AXA Training Centre, markas latihan Liverpool, pada Selasa (8/9/2026). Bek muda Jeremy Jacquet terlihat menjalani sesi latihan bersama skuad utama, menandai keseriusannya mengamankan tempat di starting XI musim ini. Sesi berlangsung sekitar 90 menit dengan intensitas tinggi, mencakup drills pressing, latihan posisional, dan sesi taktik spesifik untuk lini belakang.
Porsi Latihan Bek: Fokus pada Positioning dan Build-Up
Menit ke-15 sesi berjalan, Jacquet sudah terlibat aktif dalam rondo cepat di area tengah lapangan. Pelatih bertahan Liverpool menekankan aspek positioning dan penguasaan bola dari lini belakang, dua elemen yang menjadi prasyarat utama dalam sistem high line yang diterapkan tim. Dalam sesi tersebut, Jacquet tercatat menyelesaikan 28 dari 31 operan pendek dengan akurasi 90,3 persen—angka solid untuk seorang bek yang sedang bersaing ketat di posisi center-back.
Latihan kemudian berlanjut ke fase 11 vs 11 mini match selama 30 menit. Di sini, Jacquet ditempatkan dalam formasi 4-3-3 sebagai bek tengah kiri. Ia beberapa kali terlibat duel udara dengan penyerang lawan, mencatat 4 duel udara dimenangkan dari 5 kesempatan. Statistik ini menegaskan progresnya dalam aspek fisik dan pembacaan bola.
Statistik Kunci: Angka di Balik Performa Musim Ini
Melansir rekap data internal sesi latihan, Jacquet mencatat 2 intersepsi dan 3 clearance dalam sesi mini match. Ia juga berkontribusi satu assist tidak resmi lewat umpan panjang diagonal ke sisi kanan pertahanan, sebuah pola yang mulai menjadi ciri permainannya. Tren positif ini sejalan dengan performa kompetitifnya sejauh musim 2026/2027 berjalan.
Jika dirata-rata dari laga kompetitif terakhir, Jacquet mencatat penguasaan bola 61 persen ketika berada di lapangan, dengan shots on target lawan yang berhasil ditekan menjadi hanya 1,8 per pertandingan. Ia juga mencatatkan clean sheet dalam dua dari tiga penampilan terakhirnya sebagai starter. Angka-angka tersebut menjadikannya kandidat kuat untuk mengisi lini belakang Liverpool secara reguler.
Kompetisi Internal dan Dampak Taktis
Kehadiran Jacquet menciptakan kompetisi sehat di lini belakang. Dengan rotasi yang padat di kompetisi domestik dan Eropa, pelatih kepala Liverpool kemungkinan besar akan menggunakan formasi rotasi tiga bek (3-4-2-1) di beberapa laga, di mana Jacquet bisa berperan sebagai bek kiri dalam trio pertahanan. Kemampuan umpan progresifnya memungkinkan tim membangun serangan dari belakang tanpa harus selalu bermain panjang.
Sesi latihan ini juga menjadi ajang pembuktian kebugaran setelah ia sempat absen singkat karena masalah otot ringan. Tim medis melaporkan tidak ada masalah serius, dan Jacquet diperkirakan masuk dalam skuad pertandingan berikutnya. Jika dimainkan, ia berpotensi mencetak rekor pribadi berupa penampilan beruntun terbanyaknya di awal musim.
"Dia pemain muda dengan kualitas luar biasa. Setiap sesi latihan, energinya selalu tinggi. Kami melihat perkembangan signifikan dalam hal pengambilan keputusan dan kepemimpinan di lini belakang," ujar seorang anggota staf pelatih setelah sesi berakhir.
Menjelang laga tandang akhir pekan, Jacquet diprediksi menjadi bagian dari skema rotasi. Dengan rata-rata tekel sukses 2,4 per pertandingan dan akurasi intersepsi 78 persen, ia menjadi opsi ideal untuk menghadapi tim yang mengandalkan serangan cepat. Kombinasi pengalaman pemain senior dan determinasi Jacquet bisa menjadi kunci Liverpool menjaga kestabilan di papan atas klasemen.
Kehadirannya di AXA Training Centre hari ini menjadi sinyal jelas bahwa Jacquet siap mengambil tanggung jawab lebih besar. Panggung sudah menanti; tinggal menunggu namanya tercantum di starting XI saat kick-off akhir pekan nanti.
Comments (0)