Liverpool — Menit ke-90 mungkin belum berbunyi, tetapi atmosfer di AXA Training Centre, Kirkby, pada Selasa, 8 September 2026, sudah terasa seperti jelang laga besar. Sosok bertinggi sekitar 1,88 meter itu menjadi pusat perhatian: Jeremy Jacquet, bek yang tengah menjadi proyek jangka panjang skuad Liverpool, menyelesaikan sesi latihan pagi dengan intensitas yang membuat staf pelatih mencatat angka-angka tersendiri.
Dalam sesi yang berlangsung kurang lebih 95 menit itu, Jacquet tercatat menempuh jarak total 10,3 kilometer — salah satu angka tertinggi di antara pemain bertahan yang tersedia. Ia juga memenangi 9 dari 11 duel udara pada sesi permainan kecil 8v8, plus 7 intersepsi yang membuat lini belakang tim kuning minim kebobolan selama latihan berlangsung. Bagi pemain yang berposisi sebagai centre-back dengan kemampuan bermain sebagai full-back kanan, kombinasi atribut itu jadi alasan mengapa ia terus dilibatkan dalam rotasi starting XI musim ini.
Fondasi Taktik: Bek Modern yang Diminta Bermain dari Belakang
Jacquet bukan tipe bek yang hanya menunggu di garis pertahanan. Dalam sesi taktik yang dipimpin langsung oleh tim kepelatihan, ia beberapa kali terlihat menerima bola dari kiper dan mengarahkan serangan lewat umpan panjang diagonal ke sisi kiri. Statistik internal menunjukkan akurasi umpan 91 persen dari total 46 percobaan, termasuk empat progressive pass yang memecah lini kedua. Kemampuan itu sejalan dengan kebutuhan Liverpool yang sering menuntut bek tengahnya berperan sebagai bek pengumpan alias ball-playing defender.
Menariknya, pada sesi tersebut Jacquet juga dilatih berskema formasi 4-2-3-1 dan sempat dicoba dalam tiga bek alias 3-4-2-1. Fleksibilitas posisi ini membuatnya menjadi opsi rotasi penting, terutama saat jadwal padat di kompetisi domestik dan Eropa. Bila merujuk pada gaya bermainnya, clean sheet bukan sekadar hasil kerja lini belakang, melainkan buah dari pembacaan ruang yang cepat — dan itu yang terus diasah di AXA.
"Kami ingin setiap bek paham momen untuk menekan dan momen untuk menjaga garis. Jeremy menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam aspek itu," ujar salah satu anggota staf kepelatihan, seperti dikutip dari sesi media terbatas di Kirkby.
"Dia masih muda, tapi cara dia membaca permainan sudah setara pemain yang punya banyak menit bermain. Yang kami butuhkan tinggal konsistensi di laga sesungguhnya," tambahnya.
Menit Bermain, Kartu, dan Catatan Disiplin
Musim ini, Jacquet memang belum menjadi pilihan utama di setiap laga. Namun data mencatat ia tampil dalam 7 pertandingan lintas kompetisi dengan total 512 menit, mengoleksi satu assist dari skema bola mati, serta hanya menerima dua kartu kuning dan belum pernah mendapat kartu merah. Rasio pelanggaran per menitnya tergolong rendah untuk ukuran bek yang sering berduel: 0,9 pelanggaran per 90 menit. Dalam beberapa laga, keputusan VAR sempat menyorot posisinya, tapi tidak ada gol lawan yang lahir dari kesalahan offside trap yang ia pimpin.
Yang menarik, dari segi penguasaan bola, kehadiran Jacquet di lapangan membuat Liverpool rata-rata menguasai 58,4 persen ball possession — naik sekitar tiga persen dibanding saat ia tidak bermain. Angka itu tidak lahir dari kebetulan: bek asal Prancis ini cukup tenang di bawah tekanan dan beberapa kali menjadi titik awal build-up dari area sendiri.
Kompetisi Internal dan Prospek Starting XI
Persaingan di lini tengah pertahanan Liverpool musim ini ketat. Ada nama-nama senior yang siap mengisi posisi centre-back, plus bek muda lain yang juga menuntut menit bermain. Meski demikian, kemampuan Jacquet bermain di dua posisi membuatnya tetap relevan dalam skema rotasi. Pelatih kepala dikabarkan mempertimbangkan ia sebagai opsi starting XI pada laga-laga dengan intensitas tinggi, terutama menghadapi tim yang mengandalkan serangan sayap dan umpan silang.
Sesi latihan 8 September 2026 juga menjadi momen bagi Jacquet untuk menunjukkan aspek kekuatan fisik. Catatan internal menyebut kecepatan sprint maksimal 33,4 km/jam dan vertical jump 62 sentimeter — modal penting untuk duel udara di kotak penalti, baik saat bertahan maupun menyerang pada situasi bola mati. Tidak heran jika ia menjadi ancaman tambahan saat Liverpool mendapatkan tendangan sudut.
Dengan jadwal padat yang menanti, termasuk laga Eropa tengah pekan, peluang Jacquet untuk menambah menit bermain terbuka lebar. Tantangannya jelas: menjaga konsistensi, meminimalkan kesalahan posisi, dan tetap tenang di bawah tekanan. Jika ia mampu melakukannya, bukan tidak mungkin clean sheet berikutnya lahir dari lini belakang yang ia jaga.
"Liga ini panjang. Setiap pemain akan butuh. Yang penting dia siap ketika namanya dipanggil," pungkas staf kepelatihan tersebut, menutup sesi latihan siang itu.
Menit ke-1 laga berikutnya mungkin belum dimulai, tetapi bagi Jeremy Jacquet, persaingan sudah berjalan setiap hari di AXA Training Centre. Dan berdasarkan data sesi ini, ia tampaknya tidak datang untuk sekadar menjadi pelengkap skuad.
Comments (0)