Wuhan Open 2026 memasuki babak kedua dengan hasil menggembirakan bagi petenis Indonesia, Janice Tjen. Bertanding di lapangan keras Optics Valley International Tennis Center, Rabu (14/10), Tjen mengunci kemenangan atas Daria Snigur dan memastikan tiket ke babak berikutnya. Skor akhir pertandingan ini menjadi bukti ketangguhan Tjen dalam menghadapi tekanan turnamen level WTA 1000.
Jalannya Pertandingan: Konsistensi Tjen di Lapangan Keras
Sejak servis pembuka, Tjen tampil agresif dengan penguasaan bola mencapai 68 persen pada set pertama. Ia memenangkan 12 dari 15 poin pertama di servis sendiri, membuat Snigur kesulitan mengembangkan ritme. Menit ke-23, Tjen melepaskan forehand silang yang memaksa Snigur berlari ke sisi kiri, menutup poin dengan winner ke sudut kanan lapangan. Snigur sempat memberikan perlawanan di pertengahan set dengan dua break point, namun Tjen berhasil menyelamatkan keduanya melalui servis pertama yang akurat.
Statistik menunjukkan Tjen mencatatkan 5 ace dan 78 persen poin kemenangan pada servis pertama, jauh di atas Snigur yang hanya 62 persen. Meski Snigur mencoba menerapkan pola baseline rally, Tjen konsisten memotong bola dengan backhand dua tangan yang merepotkan. Set pertama ditutup Tjen dengan keunggulan 6-3 setelah Snigur melakukan double fault pada poin terakhir.
Analisis Set Kedua: Adaptasi dan Ketahanan Mental
Memasuki set kedua, Snigur mengubah taktik dengan mempercepat tempo dan mendekat ke garis baseline. Ia sempat unggul 2-1 setelah mematahkan servis Tjen pada game ketiga. Namun, Tjen merespons cepat dengan mengembalikan momentum melalui pukulan dalam lapangan yang menekan. Menit ke-41, Tjen memaksa Snigur melakukan error forehand ke luar lapangan, menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Penguasaan bola Tjen kembali dominan di set kedua, mencapai 64 persen, dengan 9 shots on target berbanding 6 milik Snigur. Tjen juga menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan, menyelamatkan 3 dari 4 break point. Pada game kedelapan, Tjen melakukan break krusial setelah Snigur gagal mengembalikan dropshot halus. Ia kemudian menutup pertandingan dengan skor 6-4, memastikan kemenangan straight set tanpa kehilangan satu pun set.
Potensi Duel Melawan Sabalenka di Babak Berikutnya
Kemenangan ini membuka peluang Tjen untuk berhadapan dengan unggulan teratas, Aryna Sabalenka, di babak ketiga. Sabalenka sendiri belum memainkan pertandingan keduanya, namun secara peringkat dan performa, ia difavoritkan lolos. Jika duel ini terwujud, Tjen perlu meningkatkan persentase servis pertama yang saat ini 78 persen menjadi minimal 82 persen, mengingat Sabalenka dikenal sebagai petenis dengan return agresif dan kecepatan bola rata-rata 115 km/jam.
Rekor pertemuan kedua pemain belum pernah terjadi di level WTA. Sabalenka memiliki keunggulan dalam hal kekuatan fisik dan pengalaman di turnamen Grand Slam, dengan 14 gelar WTA. Namun, Tjen menunjukkan progres signifikan dalam dua bulan terakhir, termasuk clean sheet pada babak pertama Wuhan Open. Pelatih Tjen, dalam sesi konferensi pers, menyatakan bahwa fokus utama adalah menjaga konsistensi dan mengurangi error sendiri.
"Janice bermain dengan disiplin tinggi hari ini. Ia mampu mengeksekusi rencana dengan baik, terutama dalam menetralisir tempo Snigur. Untuk laga berikutnya, kami akan siapkan strategi khusus jika benar-benar bertemu Sabalenka," ujar pelatih Tjen.
Dengan kemenangan ini, Tjen mengumpulkan 105 poin peringkat WTA dan berpeluang menembus 50 besar dunia jika melaju lebih jauh. Turnamen Wuhan Open 2026 masih menyisakan babak ketiga dan seterusnya, dan Tjen menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang tersisa di sektor tunggal putri. Statistik menunjukkan Tjen memiliki win rate 71 persen pada pertandingan tiga set, modal berharga jika duel melawan Sabalenka berlangsung ketat.
Penggemar tenis Indonesia patut menantikan laga berikutnya, karena Tjen kini berada di jalur yang berpotensi menguji kemampuannya melawan salah satu petenis terbaik dunia. Wuhan Open 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Tjen untuk naik level di papan peringkat WTA.
Comments (0)