Jakarta, Beritainti.com – Liverpool dikabarkan sempat mengarahkan radar transfer mereka kepada penyerang

Adeyemi memang bukan sosok asing di kancah Eropa. Ia mencuri perhatian publik saat membela Red Bull Salzburg dengan sumbangsih 23 gol dan 8 assist hanya da

Jakarta, Beritainti.com – Liverpool dikabarkan sempat mengarahkan radar transfer mereka kepada penyerang
Adeyemi memang bukan sosok asing di kancah Eropa. Ia mencuri perhatian publik saat membela Red Bull Salzburg dengan sumbangsih 23 gol dan 8 assist hanya dalam 42 pertandingan di musim 2021/22. Angka-angka itu ia ukir di usia yang masih sangat muda, menjadikannya salah satu talenta paling bersinar di bursa transfer saat itu. Kendati pada akhirnya sinyal ketertarikan dari Merseyside tidak terealisasi, kabar tersebut membuka diskusi tentang bagaimana profil Adeyemi bisa cocok dengan dinamika Premier League dan mengapa Liverpool tetap diuntungkan andai saja transfer itu terjadi.

Analisis: Alasan Liverpool Membidik Adeyemi

Salah satu alasan utama Liverpool menginginkan Adeyemi adalah kecepatan eksplosifnya. Dalam skema high-pressing dan transisi cepat ala Klopp, pemain dengan akselerasi di atas rata-rata menjadi aset yang sulit ditolak. Adeyemi—yang mencatatkan sprint hingga 36,5 km/jam di Bundesliga musim 2023/24 bersama Dortmund—memiliki kemampuan menusuk dari sisi sayap maupun bermain sebagai second striker. Fleksibilitas posisi ini mirip dengan peran yang dulu dimainkan Sadio Mané. “Liverpool memiliki sejarah mengembangkan pemain sayap berkecepatan tinggi menjadi ikon Premier League, dan Adeyemi punya semua atribut untuk mengikuti jejak itu,” ujar Paul Miller dalam laporannya. Klub Merseyside itu rupanya melihat Adeyemi bukan sekadar proyek masa depan, melainkan sosok yang bisa langsung memberikan dampak.

Faktor pengalaman juga menjadi poin krusial. Meski masih berusia 22 tahun, Adeyemi telah merasakan kerasnya persaingan di Liga Champions bersama Salzburg dan Dortmund. Ia bahkan mencetak gol ke gawang tim-tim besar seperti Chelsea dan AC Milan di level tertinggi Eropa—pengalaman yang biasanya baru dimiliki pemain beberapa tahun lebih tua. Ditambah, ia telah mengantongi caps bersama tim nasional senior Jerman sejak 2021. Kombinasi antara bakat alam, jam terbang Eropa, dan usia yang masih bisa diasah membuat Liverpool yakin Adeyemi dapat menjadi salah satu penyerang sayap paling ditakuti di Premier League.

Perbandingan Statistik: Adeyemi vs Penyerang Sayap Liverpool

Untuk memahami potensi dampak Adeyemi seandainya bergabung dengan Liverpool, kita dapat menyandingkan angka-angka kuncinya dengan dua pemain sayap andalan The Reds saat ini, Luis Díaz dan Cody Gakpo, dalam periode yang sebanding. Data di bawah diambil dari musim 2022/23—musim pertama ketiganya di klub masing-masing setelah melakukan transfer besar—untuk menjaga konteks adaptasi yang setara.

Indikator Karim Adeyemi (Dortmund 2022/23) Luis Díaz (Liverpool 2022/23) Cody Gakpo (Liverpool 2022/23)
Penampilan (semua kompetisi) 32 42 26
Gol 9 15 7
Assist 6 6 3
Expected Goals (xG) per 90 0,38 0,45 0,41
Sukses dribel per 90 2,7 2,1 1,9
Sprint tertinggi (km/jam) 36,2 34,8 33,5
Usia saat awal musim 20 25 23

Catatan: Diaz mengalami cedera lutut panjang di musim itu, sehingga jumlah penampilannya tetap tinggi karena pulih lebih cepat dan tampil di paruh kedua musim.

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Adeyemi unggul dalam kecepatan sprint dan dribel sukses per laga, dua atribut yang sangat dihargai dalam sistem khas Klopp. Meski produktivitas golnya masih di bawah Díaz, selisih usia 5 tahun menjadi argumen kuat bahwa Adeyemi punya ruang perkembangan jauh lebih besar. Di sisi lain, Gakpo yang usianya hanya berselisih tiga tahun dengan Adeyemi justru kalah dalam hampir semua indikator ofensif di musim perdananya. Ini memperkuat asumsi bahwa Liverpool bisa mendapatkan upgrade jangka panjang jika berhasil mendatangkan Adeyemi.

Adeyemi di Premier League: Potensi dan Skema yang Mungkin

Andai Liverpool sukses membajak Adeyemi dari Salzburg pada 2022, besar kemungkinan ia akan langsung diplot sebagai pengganti Mané di sisi kiri penyerangan. Dengan kecepatan sebagai senjata utama, Adeyemi bisa menarik perhatian bek lawan dan membuka ruang bagi Mohamed Salah di sayap kanan serta Darwin Núñez (yang akhirnya direkrut) di poros serangan. Pola umpan diagonal dan cut-back yang biasa dilakukan Andrew Robertson juga akan lebih optimal dengan tipe pemain yang rajin melakukan overlapping run seperti Adeyemi.

Yang menarik, pengalaman Adeyemi di Dortmund—yang juga bermain dengan intensitas tinggi dan pressing ketat—bisa mempercepat adaptasinya ke permainan Premier League. “Sistem Dortmund dan Liverpool memiliki DNA yang mirip: transisi cepat, pressing gila-gilaan, dan mengandalkan kecepatan pemain sayap. Adeyemi tidak akan kesulitan menyesuaikan diri di Anfield,” jelas pengamat transfer Eropa, Florian Plettenberg, dalam sebuah wawancara pada awal 2023. Dengan kata lain, risiko kegagalan adaptasi yang sering menghantui pemain asing akan lebih kecil.

Apa Artinya Bagi Liverpool Saat Ini

Kendati Liverpool akhirnya mendapatkan Gakpo dan tetap memiliki Díaz yang tajam, kegagalan merekrut Adeyemi tak sepenuhnya menjadi penyesalan. Saat ini, skuad asuhan Arne Slot tetap kompetitif, namun keberadaan sosok seperti Adeyemi—yang kini mulai menunjukkan konsistensi di Dortmund pada musim 2024/25 dengan torehan 12 gol dalam 20 laga pertama—bisa menjadi pembeda di tengah padatnya jadwal domestik dan Eropa. Khususnya ketika Mohamed Salah mulai mendekati ujung kontraknya, kedalaman yang mumpuni akan menjadi kunci.

Dari sudut pandang nilai aset, harga Adeyemi yang saat ini ditaksir mencapai €60 juta (menurut Transfermarkt per Oktober 2025) membuktikan bahwa Liverpool sebenarnya kehilangan kesempatan mendapatkan harga lebih murah—saat itu Salzburg hanya meminta sekitar €35 juta. Ini adalah konsekuensi klasik dari bursa transfer: terlalu lama menimbang, pesaing bergerak lebih cepat. Dortmund yang bergerak sigap berhasil mengamankan tanda tangannya dengan kontrak hingga 2027, dan hingga kini Die Borussen masih menikmati kontribusi sang pemain.

Pada akhirnya, kisah “nyaris”-nya Adeyemi ke Liverpool menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, detik-detik keputusan transfer bisa mengubah peta kekuatan tim. Liverpool tetap kuat tanpa Adeyemi, namun bayangan tentang “apa yang seharusnya” akan terus menjadi diskusi menarik di kalangan suporter—terutama jika Adeyemi bersinar di tempat lain atau justru suatu hari nanti benar-benar merapat ke Anfield.

[SOCIAL_TWEET]: Liverpool ternyata sempat mengincar Karim Adeyemi sebelum ia memilih Dortmund. Mampukah pemain 22 tahun ini jadi momok di Premier League? #LFC #Adeyemi #BVB[SOCIAL_TG]: 🔴 Liverpool sempat incar Karim Adeyemi sebelum ke Dortmund. #BVB #LFC

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User