Persib Bandung Juara BRI Super League 2025/2026 Usai Imbang Lawan Persijap
Perjalanan panjang selama 34 pekan akhirnya mencapai puncaknya. Persib Bandung resmi menyandang status kampiun BRI Super League 2025/2026 setelah menahan imbang Persijap Jepara dengan skor akhir 0-0 d...
Perjalanan panjang selama 34 pekan akhirnya mencapai puncaknya. Persib Bandung resmi menyandang status kampiun BRI Super League 2025/2026 setelah menahan imbang Persijap Jepara dengan skor akhir 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026) sore. Satu poin sudah lebih dari cukup untuk mengunci trofi yang sudah di depan mata.
Kemenangan memang tak tercipta, namun gemuruh suporter yang memadati GBLA berubah menjadi lautan kegembiraan begitu peluit panjang dibunyikan. Hasil ini membawa Maung Bandung ke puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekat, sebuah jarak yang tak mungkin lagi terkejar dengan satu laga tersisa. Stadion yang dijuluki 'Kandang Singa' itu pun berubah menjadi panggung pesta rakyat.
JALANNYA PERTANDINGAN: TANPA GOL, TANPA KEGAGALAN
Persib datang dengan misi sederhana: jangan sampai kalah. Pelatih menurunkan formasi 4-3-3 yang fleksibel, menempatkan David da Silva sebagai ujung tombak didukung Ciro Alves dan Febri Hariyadi di sisi sayap. Persijap yang sudah aman dari degradasi justru tampil lepas dan beberapa kali merepotkan barisan pertahanan tuan rumah.
Babak pertama berjalan dalam tempo sedang. Persib mendominasi penguasaan bola sebesar 63 persen, tetapi kesulitan menembus blok rendah yang diterapkan tim tamu. Peluang terbaik datang pada menit ke-28 lewat tendangan melengkung David da Silva yang masih bisa ditepis kiper Persijap. Sepanjang 45 menit awal, Maung Bandung mencatatkan lima shots on target berbanding dua milik Laskar Kalinyamat.
Memasuki babak kedua, tensi sedikit menurun. Persib lebih memilih mengontrol ritme demi menghindari kejutan yang tidak diinginkan. Masuknya Beckham Putra pada menit ke-60 menambah kreativitas di lini tengah, namun gol yang dinanti tetap tak kunjung hadir. Kartu kuning sempat diberikan kepada bek Persib Nick Kuipers pada menit ke-73 akibat pelanggaran keras, satu-satunya catatan disiplin yang cukup panas sepanjang laga. Skor kacamata bertahan hingga akhir, dan justru itulah hasil yang dirayakan seperti kemenangan besar.
REKOR GEMILANG SEPANJANG MUSIM
Gelar juara ini bukanlah keberuntungan semata. Persib menuntaskan musim dengan statistik impresif: 22 kemenangan, 8 hasil imbang, dan hanya 4 kekalahan dari 34 pertandingan. Produktivitas gol mencapai 61, sementara lini belakang hanya kebobolan 22 kali—menjadikan mereka tim dengan pertahanan terbaik di liga musim ini. Clean sheet kembali ditorehkan pada partai penentuan, menambah koleksi menjadi 17 lembar bersih sepanjang kompetisi.
David da Silva mengakhiri musim sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan 19 gol, diikuti Ciro Alves yang menyumbang 12 assist, terbanyak di liga. Duet ini menjadi mesin gol yang konsisten sejak pekan awal. Sementara itu, di bawah mistar, Teja Paku Alam tampil sebagai tembok kokoh dengan persentase penyelamatan mencapai 82 persen.
FAKTOR KUNCI: KONSISTENSI DI KANDANG
GBLA menjelma menjadi benteng yang nyaris tak tertembus. Dari 17 laga kandang, Persib memenangi 14 di antaranya dan hanya tiga kali bermain imbang. Rekor kandang sempurna tanpa kekalahan ini menjadi fondasi utama keberhasilan melangkahi rival-rival sekota dan sekelas. Dukungan Bobotoh yang selalu membludak memberikan energi tambahan yang sulit diukur secara statistik namun nyata pengaruhnya di lapangan.
Stabilitas skuad juga menjadi pembeda. Kejelian pelatih dalam merotasi pemain di tengah padatnya jadwal membuat performa tidak merosot meski sejumlah pilar sempat dihantam cedera. Kedalaman bangku cadangan terbukti saat pemain seperti Ezra Walian dan Robi Darwis mampu tampil gemilang ketika dipanggil sebagai starter.
Saya sangat bangga dengan karakter yang ditunjukkan para pemain. Musim ini kami melalui banyak tekanan, tapi mereka selalu menemukan cara untuk bangkit dan meraih poin. Gelar ini persembahan untuk Bobotoh yang tidak pernah berhenti mendukung.
Ucapan tersebut meluncur dari mulut sang arsitek tim usai seremoni penyerahan trofi. Sang pelatih memang dikenal piawai menjaga atmosfer ruang ganti tetap positif, sekaligus disiplin dalam urusan taktik di atas rumput.
STATISTIK PENENTU DI LAGA PUNCAK
Laga melawan Persijap mungkin tidak menyuguhkan gol, namun menyimpan sejumlah catatan angka yang menarik. Penguasaan bola Persib mencapai 64 persen berbanding 36 persen milik Persijap. Tim tuan rumah melancarkan 14 percobaan tembakan, 6 di antaranya tepat sasaran, sedangkan Persijap hanya melepaskan 4 shots dengan 2 on target. Umpan sukses Persib menembus angka 487 dari 578 percobaan, menunjukkan dominasi penguasaan wilayah yang nyaris absolut.
Namun, statistik yang paling berarti tentu saja tambahan satu poin yang menggenapkan koleksi menjadi 74 angka. Dengan selisih tujuh poin di puncak, tak ada lagi drama yang bisa mengubah takdir juara. Pertandingan pekan terakhir melawan tim papan bawah akan menjadi ajang selebrasi tanpa beban.
Kini, kota Bandung bersiap menyambut arak-arakan juara. Setelah penantian yang cukup panjang, trofi BRI Super League akhirnya kembali hinggap di tanah Pasundan. Satu musim penuh dikenang berkat perpaduan sepak bola efektif, pertahanan solid, dan mentalitas juara yang teruji. Maung Bandung telah mengaum dengan cara yang paling meyakinkan—menjadi yang terbaik saat peluit terakhir dibunyikan.
Baca juga:
Comments (0)