Mojang Priangan Sapu Bersih Grup A, Tekuk Arema 3-0

Skor akhir 3-0 menjadi penegas dominasi Mojang Priangan atas Arema FC Women dalam partai hidup mati Grup A U-15 Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026. Laga yang digelar di Supersoccer Arena, Kud...

Mojang Priangan Sapu Bersih Grup A, Tekuk Arema 3-0

Skor akhir 3-0 menjadi penegas dominasi Mojang Priangan atas Arema FC Women dalam partai hidup mati Grup A U-15 Hydroplus Soccer League All Stars 2025/2026. Laga yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Kamis (9/7/2026) sore itu mempertemukan dua tim dengan rekor sempurna sebelum kick-off, namun hanya satu yang mampu mempertahankan clean sheet dan mengunci tiket langsung ke semifinal dengan koleksi poin maksimal. Tuan rumah Mojang Priangan—berbalut jersey kuning-biru khas tanah Pasundan—tampil begitu perkasa, meredam segala agresi Arema yang datang dengan reputasi menyerang tinggi di dua laga sebelumnya.

Kejutan sudah hadir sejak menit ke-7 ketika penggawa Mojang, Putri Ayu Lestari, melepaskan sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kanan gawang Arema tanpa bisa dihalau kiper Shinta Dewi. Gol cepat itu meruntuhkan tembok pertahanan Arema yang sebelumnya belum kebobolan sepanjang fase grup. Tak sampai 20 menit berselang, tepatnya di menit 23, umpan silang mati kapten Rani Fitriani dari sisi kiri disambar sundulan striker andalan Siti Nurhaliza yang leluasa menyambut bola karena bek tengah Arema lengah melakukan marking. Kedudukan 2-0 bertahan hingga turun minum.

Babak Pertama: Penghancuran Lewat Sisi Lebar

Pelatih Mojang Priangan rupanya jeli membaca kelemahan formasi 4-4-2 milik Arema yang kerap meninggalkan ruang di belakang full-back saat mendukung serangan. Dengan formasi 4-3-3 yang fleksibel berubah jadi 4-2-3-1 saat menyerang, Mojang konsisten menusuk lewat sayap. Data mencatat, 80 persen serangan tim tuan rumah pada paruh pertama berasal dari area wide kiri dan kanan. Lini tengah yang digerakkan duet Lia Anggraini dan Dewi Sartika berhasil memutus distribusi bola gelandang Arema, memaksa mereka melakukan sepakan jarak jauh yang mudah diamankan kiper Mega Permata yang sepanjang babak pertama nyaris tak bekerja keras. Penguasaan bola Mojang melonjak hingga 61 persen di 45 menit awal, sementara Arema hanya mencatatkan dua percobaan tanpa satu pun tepat sasaran—kontras dengan statistik mereka di laga sebelumnya yang rata-rata melepaskan lima tembakan on goal per babak.

Menit ke-38, nyaris terjadi gol ketiga saat tendangan bebas dari jarak 20 meter dieksekusi Putri Ayu Lestari membentur mistar gawang. Peluang itu menjadi sinyal bahwa lini belakang Arema sudah kehabisan napas menghadapi mobilitas penyerang Mojang yang rajin pressing tinggi dan merebut bola di area sepertiga akhir.

Babak Kedua dan Analisis Statistik yang Bicara

Selepas jeda, Arema mencoba bangkit dengan memasukkan dua pemain sekaligus guna menambah daya gedor. Namun, justru pertahanan mereka kembali bocor di menit ke-58. Berawal dari skema sepak pojok yang dieksekusi pendek, bola dioper ke Siti Nurhaliza yang berdiri bebas di tiang jauh dan dengan dingin menceploskan bola melalui sela kaki kiper. Gol ketiga itu—sekaligus membukukan brace bagi sang striker—mematikan mental bertanding Arema. Sepanjang paruh kedua, Mojang lebih memilih mengendalikan tempo dan sesekali menusuk lewat serangan balik cepat.

Catatan statistik penuh laga memperlihatkan ketimpangan kualitas. Penguasaan bola akhir ditutup di angka 58 persen untuk Mojang, 42 persen untuk Arema. Total tembakan: 14-5. Shots on target: 7-2. Mojang juga unggul dalam sepak pojok (6-1) dan akurasi umpan (84 persen berbanding 71 persen). Yang paling mencolok: angka expected goals (xG) Mojang menembus 2,8—menunjukkan peluang-peluang mereka sangat berkualitas—sementara Arema hanya meraih xG 0,3 yang artinya hampir tak mengancam gawang Mega Permata. Kartu kuning yang diterima bek Arema Andini Pratiwi pada menit ke-65 akibat melanggar Siti Nurhaliza semakin melengkapi penderitaan tim asal Malang itu. Clean sheet Mojang sepanjang fase grup (tiga laga tanpa kebobolan) menjadi prestasi luar biasa di level U-15, yang biasanya diwarnai banyak kesalahan elementer.

Komentar Pelatih: “Kuncinya Disiplin dan Sabar”

“Kami sudah memprediksi Arema akan ngotot sejak menit awal, jadi saya tekankan anak-anak untuk tetap disiplin formasi dan tidak terpancing emosi. Gol cepat sangat membantu, lalu kami hanya perlu bersabar menunggu celah di pertahanan mereka lewat lebar lapangan. Saya bangga dengan clean sheet sepanjang fase grup—ini hasil kerja keras semua pemain, bukan hanya kiper.”

Pernyataan tersebut dilontarkan pelatih kepala Mojang Priangan usai laga. Ia juga menyoroti peran dua gelandang bertahan yang tampil sebagai unsung heroes dengan statistik 7 intersepsi dan 5 tekel sukses dari kombinasi Lia-Dewi. Sementara dari kubu Arema, sang pelatih mengakui timnya kalah dalam segala aspek dan berjanji akan mengevaluasi lini transisi yang dianggap paling bermasalah.

Dengan hasil ini, Mojang Priangan melaju ke semifinal sebagai juara Grup A dengan torehan 9 poin sempurna, memasukkan 9 gol, tanpa kebobolan. Arema FC Women harus puas di posisi runner-up dan menunggu hasil grup lain untuk mengetahui nasib lolos via jalur peringkat kedua terbaik. Publik Kudus yang memadati Supersoccer Arena pun bersorak panjang, menikmati permainan atraktif para srikandi muda Mojang yang malam itu seperti tak tersentuh.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User