Inggris Akhiri Rekor Gol Haaland Setelah 636 Hari

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Inggris atas Norwegia di Wembley, Minggu malam, bukan sekadar tiga poin. Lebih dari itu, The Three Lions menjadi tim pertama yang mampu membungkam Erling Haaland selama...

Inggris Akhiri Rekor Gol Haaland Setelah 636 Hari

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Inggris atas Norwegia di Wembley, Minggu malam, bukan sekadar tiga poin. Lebih dari itu, The Three Lions menjadi tim pertama yang mampu membungkam Erling Haaland selama 636 hari. Striker mesin gol Manchester City itu, yang selalu mencetak gol dalam 15 laga beruntun bersama timnas sejak Oktober 2022, akhirnya menemui jalan buntu.

Rekor yang Terhenti oleh Tembok Kokoh

636 hari. Itulah rentang waktu di mana setiap pertandingan Norwegia selalu dihiasi nama Haaland di papan skor. Dari Kualifikasi Piala Eropa hingga UEFA Nations League, ia tak pernah gagal mencatatkan namanya. Total 24 gol dalam periode itu—sebuah angka yang membuat pertahanan mana pun gentar. Namun, di bawah sorotan lampu Wembley, Gareth Southgate meracik resep khusus yang membuat rekor itu runtuh.

Menit ke-7, Haaland sempat memberi ancaman lewat sundulan yang ditepis Jordan Pickford. Itu menjadi satu-satunya shot on target sang bomber sepanjang laga. Selebihnya, duet John Stones dan Marc Guehi meredam setiap pergerakannya. Data mencatat, Haaland hanya mendapat 23 sentuhan bola—jumlah terendahnya dalam karier internasional—dan kalah dalam tujuh dari sembilan duel udara.

Formasi 4-4-2 Hybrid, Kunci Peredaman

Southgate tidak memakai pakem tiga bek seperti biasa. Ia justru mengejutkan dengan formasi 4-4-2 hybrid yang bertransformasi menjadi 4-5-1 saat kehilangan bola. Declan Rice dan Jude Bellingham bergantian turun membantu lini belakang, menciptakan “kandang ganda” di depan kotak penalti. Alhasil, umpan-umpan Martin Ødegaard ke Haaland kerap terputus di zona 14—area di depan pertahanan yang biasanya menjadi wilayah favorit Haaland menusuk.

Penguasaan bola Inggris memang hanya 47%, namun tim tamu lebih banyak memainkan bola di area tak berbahaya. Norwegia mencatat 61% operan di sepertiga lapangan sendiri, tak mampu menembus pressing tinggi yang dipimpin Harry Kane dari lini depan. Statistik expected goals Haaland hanya 0,12—terendahnya sejak debut.

Gol Penentu dan Kartu Merah yang Mengunci

Inggris membuka keunggulan pada menit ke-34 lewat kerja sama apik. Di skema serangan balik cepat, Bukayo Saka menusuk dari sisi kanan, melepaskan umpan tarik ke mulut gawang. Harry Kane, yang dalam posisi diapit dua bek, dengan cerdik menyontek bola ke pojok bawah gawang Ørjan Nyland. Assist ke-14 Saka untuk timnas menjadi penanda betapa sayap Arsenal itu semakin matang.

Petaka untuk Norwegia datang di menit ke-62. Kristoffer Ajer menerima kartu kuning kedua karena melanggar Phil Foden yang sedang melakukan penetrasi. Bermain dengan 10 orang membuat ambisi menyamakan kedudukan semakin sulit. Inggris menggandakan keunggulan di menit ke-78 lewat tendangan bebas James Maddison yang melengkung indah ke sudut atas. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.

Norwegia, yang biasanya produktif, hanya mencatat dua shots on target sepanjang 90 menit—berbanding enam milik Inggris. Clean sheet ini menjadi yang ketujuh bagi Pickford di Kualifikasi Piala Dunia 2026, menyamai rekor Peter Shilton.

Kutipan Pelatih: Rasa Hormat untuk Haaland

Dalam konferensi pers usai laga, Southgate tak bisa menyembunyikan rasa bangga sekaligus lega. “Kami tahu betapa berbahayanya Erling. Ia adalah predator terbaik di dunia saat ini. Tapi malam ini, para pemain saya menjalankan rencana dengan disiplin luar biasa. Declan dan Jude bekerja tanpa lelah,” ujarnya.

Ståle Solbakken, pelatih Norwegia, mengakui keunggulan Inggris. “Mereka tidak memberi ruang untuk Erling. Setiap kali ia mendekati kotak penalti, selalu ada dua atau tiga pemain yang mengelilinginya. Ini malam yang sulit,” katanya. “Tapi saya yakin rekor baru akan segera dimulai. Erling tidak akan butuh waktu lama untuk kembali mencetak gol.”

Kekalahan ini tidak mengubah posisi Norwegia di klasemen, namun secara psikologis menjadi tamparan. Untuk Inggris, tiga poin ini menjaga asa lolos langsung ke putaran final di Amerika Utara. Dan untuk Haaland, malam di Wembley menjadi pengingat bahwa bahkan mesin gol paling ganas sekalipun bisa dibungkam oleh taktik yang sempurna.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User