Suyadi Pawiro Resmi Jabat Sesmenpora, Deputi Baru Kemenpora dari Akuatik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi memperkuat jajaran pimpinan dengan melantik dua figur kunci pada Senin pagi. Suyadi Pawiro, yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekj...
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi memperkuat jajaran pimpinan dengan melantik dua figur kunci pada Senin pagi. Suyadi Pawiro, yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Akuatik Indonesia, diangkat sebagai Deputi baru, sementara posisi Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) kini diemban olehnya. Upacara pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di aula utama Kemenpora, disaksikan oleh pejabat eselon I, perwakilan organisasi olahraga, dan keluarga besar kedua tokoh.
Pelantikan ini menandai babak baru dalam rotasi kepemimpinan di tubuh kementerian yang membawahi pembinaan atlet dan kepemudaan nasional. Prosesi berlangsung tepat pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama. Menteri Pemuda dan Olahraga dalam sambutannya menegaskan bahwa pemilihan figur dari latar belakang organisasi olahraga akuatik merupakan langkah strategis untuk menyegarkan perspektif pembinaan prestasi.
Rekam Jejak Suyadi Pawiro di Dunia Akuatik
Suyadi Pawiro bukan nama asing dalam lingkup olahraga air nasional. Pria kelahiran Surabaya, 52 tahun silam, ini mengawali karier sebagai atlet polo air pada era 1990-an sebelum beralih ke jalur kepengurusan. Kiprahnya di PB Akuatik Indonesia dimulai sebagai anggota komisi pertandingan, kemudian menjabat Ketua Bidang Pembinaan Prestasi, hingga akhirnya dipercaya sebagai Wasekjen pada periode 2021–2025. Selama masa kepengurusannya, Indonesia mencatat peningkatan signifikan di SEA Games Kamboja 2023 dengan perolehan 6 medali emas dari cabang renang, loncat indah, dan polo air—jumlah tertinggi dalam satu dekade.
Keterlibatannya dalam penyusunan program pelatnas jangka panjang serta diplomasi di Federasi Renang Internasional (World Aquatics) menjadi modal berharga. Ia dikenal sebagai figur yang luwes menjembatani kepentingan pengurus pusat, pemerintah daerah, dan klub-klub akar rumput. “Saya hanya melanjutkan tradisi melayani,” ujarnya singkat sebelum pelantikan.
Tantangan Deputi Baru: Sinergi dan Tata Kelola
Posisi deputi yang diisi Suyadi Pawiro masuk dalam lingkup Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Amanat yang menanti tidak ringan: menyelaraskan program Kemenpora dengan cetak biru Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), mengawal persiapan atlet menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028, serta meningkatkan efektivitas pemusatan latihan daerah. Data menunjukkan, dari 34 provinsi, baru 12 provinsi yang memiliki sentra pelatihan berstandar nasional—sebuah kesenjangan yang harus segera diatasi.
Sementara itu, penunjukannya sebagai Sesmenpora menggantikan pejabat sebelumnya membawa ekspektasi perbaikan tata kelola internal kementerian. Sebagai Sesmenpora, ia akan bertanggung jawab atas koordinasi administrasi, perencanaan anggaran, serta pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan kementerian. Tahun lalu, serapan anggaran Kemenpora sempat menyentuh 89,2% pada triwulan ketiga, dan target tahun ini dinaikkan menjadi 95% sebelum Desember. Kinerja ini mensyaratkan kepiawaian manajerial yang telah terasah selama menangani event multicabang seperti Kejuaraan Dunia Akuatik Junior 2022 di Jakarta.
Sambutan Kalangan Olahraga dan Catatan Kritis
Keputusan mengangkat tokoh dari induk organisasi olahraga spesifik ke jabatan deputi menuai sambutan beragam. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyampaikan apresiasi karena pengalaman di lapangan akan mempercepat pemahaman kebutuhan atlet. “Ini sinyal bahwa pemerintah ingin mendekatkan birokrasi dengan realitas pembinaan,” kata seorang pengurus KONI yang hadir.
Di sisi lain, sejumlah pengamat mempertanyakan potensi tumpang tindih kepentingan. Seorang analis kebijakan olahraga mengingatkan agar rotasi ini tidak menimbulkan dominasi satu cabang dalam distribusi sumber daya. Data alokasi dana pelatnas 2024 menunjukkan bahwa akuatik menerima porsi 18,7% dari total anggaran pelatnas nasional, terbesar kedua setelah bulu tangkis. Deputi baru diharapkan mampu membangun sistem yang lebih meritokratis dan berbasis data pencapaian.
Proses transisi jabatan akan berlangsung minggu ini, ditandai dengan serah terima memori jabatan dari pejabat lama. Suyadi Pawiro diagendakan langsung memimpin rapat koordinasi perdana dengan seluruh kepala bidang pada Selasa besok. Publik menanti gebrakan nyata, bukan sekadar seremoni, dari kursi baru yang kini didudukinya.
Pelantikan ini melengkapi susunan pimpinan tinggi madya Kemenpora yang kini berjumlah lima deputi. Dengan tambahan nakhoda baru berlatar belakang olahraga teknis, diharapkan lahir kebijakan yang lebih tajam, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan atlet dan pemuda Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)