Oct 09, 2026
Olahraga

Hector Souto Terpukau Kerendahan Hati John Herdman di Timnas Indonesia

JAKARTA — Sebuah momen lintas disiplin yang jarang terjadi di dunia olahraga nasional baru saja mencuri perhatian. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, secara terbuka melontarkan pujian se...

Hector Souto Terpukau Kerendahan Hati John Herdman di Timnas Indonesia

JAKARTA — Sebuah momen lintas disiplin yang jarang terjadi di dunia olahraga nasional baru saja mencuri perhatian. Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, secara terbuka melontarkan pujian setinggi langit kepada juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman. Bukan soal taktik atau strategi di atas lapangan yang membuat Souto terkesan, melainkan sikap kerendahan hati yang ditunjukkan pelatih asal Inggris tersebut di tengah sorotan publik yang menerpa skuad Garuda.

Dalam sebuah kesempatan, Souto mengungkapkan kekagumannya terhadap cara Herdman memimpin dan membawa diri. Baginya, sosok yang sebelumnya menangani Timnas Kanada itu menunjukkan kelasnya sebagai pelatih level internasional bukan hanya lewat racikan formasi, tetapi juga lewat karakter yang ia tampilkan di ruang ganti maupun di hadapan media.

Karakter Pelatih yang Jadi Sorotan Lintas Cabang

Hector Souto dikenal sebagai figur yang vokal dan penuh perhitungan dalam membangun Timnas Futsal Indonesia. Ia kerap menyoroti pentingnya mentalitas dan budaya kerja dalam sebuah tim. Karena itu, ketika ia mengangkat sosok John Herdman sebagai contoh, hal itu bukanlah pujian kosong. Souto menilai kerendahan hati merupakan fondasi yang sering diabaikan, padahal sangat menentukan keberhasilan jangka panjang sebuah program tim nasional.

Menurut Souto, seorang pelatih yang mampu menempatkan egonya di bawah kepentingan tim akan lebih mudah diterima oleh para pemain. Pesan-pesan taktis pun jadi lebih cepat diserap. Dalam konteks Timnas Indonesia yang tengah membangun fondasi menuju kompetisi level Asia, sikap semacam itu menjadi modal berharga.

Herdman memang bukan nama sembarangan. Ia membawa rekam jejak panjang, termasuk membawa Kanada tampil di ajang Piala Dunia 2022. Pengalaman menangani tim lintas benua itu membuat kehadirannya di sepak bola Indonesia disorot tajam. Namun, alih-alih memasang tembok eksklusif, Herdman disebut-sebut terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk dari cabang olahraga lain.

"Pujian Souto ini seolah menjadi pengingat bahwa sepak bola dan futsal, meski berbeda lapangan, tetap berbagi nilai yang sama: kerja sama, disiplin, dan kerendahan hati," ujar salah satu pengamat olahraga nasional.

Dampak pada Mentalitas Skuad Garuda

Pujian dari Souto tentu bukan tanpa dasar. Di tengah tekanan publik yang tinggi, seorang pelatih kepala dituntut untuk tetap tenang dan tidak reaktif. Herdman, dalam beberapa kesempatan, menunjukkan sikap yang tidak terjebak pada polemik berkepanjangan. Ia lebih memilih fokus pada proses pembinaan pemain, rotasi starting XI, serta memperbaiki detail-detail kecil seperti transisi bertahan dan efektivitas serangan balik.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip yang juga dipegang Souto di Timnas Futsal. Keduanya sama-sama menyadari bahwa hasil akhir, entah itu skor akhir, clean sheet, atau jumlah shots on target, adalah buah dari budaya tim yang sehat. Statistik memang penting, tetapi tanpa fondasi karakter, angka-angka itu tidak akan konsisten.

Momen saling menghargai antar pelatih lintas cabang ini juga dinilai positif bagi ekosistem olahraga Indonesia. Alih-alih saling mengklaim superioritas, para pelatih justru bisa berbagi wawasan, misalnya soal manajemen pemain muda, pengelolaan jadwal padat, hingga cara menghadapi keputusan VAR yang kerap memicu debat panjang.

Pelajaran bagi Pembinaan Olahraga Nasional

Lebih jauh, pujian Souto membuka ruang diskusi tentang pentingnya kolaborasi antar cabang olahraga. Futsal dan sepak bola, misalnya, memiliki irisan besar dalam hal pembinaan teknik dasar, pengambilan keputusan cepat, serta kecerdasan membaca ruang. Pelatih yang rendah hati cenderung lebih terbuka untuk belajar dari disiplin lain, dan sikap inilah yang dinilai Souto menonjol dari Herdman.

Jika semangat ini menular ke seluruh jajaran pelatih, bukan tidak mungkin lahir generasi atlet yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental. Sebab pada akhirnya, kemenangan bukan hanya soal mencetak gol atau mencatatkan assist, melainkan soal bagaimana sebuah tim dibangun dengan nilai yang benar.

Bagi publik, momen ini menjadi tontonan segar. Di kala berita olahraga sering dipenuhi drama kartu merah, kontroversi offside, atau tekanan hasil, cerita tentang kerendahan hati seorang pelatih justru menghadirkan sisi manusiawi yang jarang diekspos. Souto pun seolah mengingatkan bahwa di balik setiap skema taktik, ada karakter yang menentukan arah sebuah tim.

Ke depan, sorotan tetap akan tertuju pada performa Timnas Indonesia di bawah asuhan Herdman dan langkah Timnas Futsal di bawah komando Souto. Namun satu hal yang sudah pasti, respek antar pelatih lintas cabang ini menjadi bukti bahwa olahraga Indonesia punya ruang untuk tumbuh bersama, bukan sekadar bersaing di kotak yang berbeda.

Dengan penguasaan bola, formasi, dan rotasi pemain yang terus dievaluasi, kedua pelatih membawa misi yang sama: membuat bangsa ini bangga. Dan bagi Souto, salah satu kunci menuju itu adalah sikap rendah hati yang ia lihat pada diri John Herdman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User