Oct 21, 2026
Olahraga

Haaland Lesu, Norwegia Tumbang di Perempat Final Piala Dunia 2026

MIAMI GARDENS — Mimpi Norwegia untuk menembus semifinal Piala Dunia 2026 resmi pupus. Di hadapan sekitar 65.000 penonton yang memadati stadion di Miami Gardens, Florida, Minggu malam waktu setempat,...

Haaland Lesu, Norwegia Tumbang di Perempat Final Piala Dunia 2026

MIAMI GARDENS — Mimpi Norwegia untuk menembus semifinal Piala Dunia 2026 resmi pupus. Di hadapan sekitar 65.000 penonton yang memadati stadion di Miami Gardens, Florida, Minggu malam waktu setempat, Norwegia harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor akhir 1-2 pada laga perempat final. Erling Haaland, ikon yang sepanjang turnamen menjadi tumpuan lini depan, tertunduk lesu saat peluit panjang berbunyi—sebuah gambar yang langsung menjadi wajah kegagalan skuad asuhan Stale Solbakken.

Norwegia tampil dengan formasi 4-3-3, menempatkan Haaland sebagai ujung tombak tunggal dengan dukungan Alexander Sorloth di sayap kanan dan Antonio Nusa di kiri. Inggris merespons dengan 4-2-3-1 yang rapat, membiarkan penguasaan bola dikuasai Norwegia (54% berbanding 46%) tetapi menutup jalur suplai ke Haaland. Sepanjang babak pertama, Haaland hanya menerima enam sentuhan di kotak penalti dan tidak sekali pun melepaskan shots on target.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Penetrasi

Menit ke-14, peluang emas pertama lahir. Martin Odegaard melepaskan umpan terobosan ke ruang antara bek tengah dan bek kiri Inggris. Haaland berlari, tetapi penyelesaiannya masih melebar tipis di sisi kiri gawang. Itulah satu-satunya momen di mana Norwegia benar-benar membuka pertahanan lawan pada 45 menit awal.

Inggris justru lebih efektif. Menit ke-31, serangan balik cepat berujung pada sepakan kaki kiri dari tepi kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Norwegia. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum. Statistik babak pertama mencatat Norwegia unggul penguasaan bola 57%, tetapi kalah dalam hal shots on target: 1 berbanding 3. Dua kartu kuning juga dikantongi pemain Norwegia akibat pelanggaran taktis menghentikan transisi Inggris.

Babak Kedua: Haaland Bangkit, Inggris Menjawab

Solbakken mengubah pendekatan setelah jeda. Ia menarik satu gelandang bertahan dan memasukkan penyerang kedua, mengubah formasi menjadi 4-2-4 yang agresif. Perubahan itu membuahkan hasil pada menit ke-58. Umpan silang rendah dari sisi kanan disambar Haaland dengan penyelesaian first-time ke tiang dekat. Skor menjadi 1-1, dan stadion bergemuruh.

Gol tersebut merupakan gol kelima Haaland di turnamen ini, menegaskan statusnya sebagai top skor sementara. Namun, keunggulan Norwegia hanya bertahan 11 menit. Menit ke-69, Inggris kembali memimpin lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok. VAR sempat meninjau potensi offside, tetapi wasit mengesahkan gol setelah garis verifikasi menunjukkan posisi onside.

Sejak menit ke-70, Norwegia membombardir pertahanan Inggris. Total shots Norwegia berakhir 17 berbanding 9, dengan shots on target 6 berbanding 5. Namun, kiper Inggris tampil gemilang dengan empat penyelamatan krusial, termasuk dua kali menggagalkan Haaland di menit ke-84 dan 89. Sepakan voli Haaland dari jarak delapan meter di menit akhir menjadi peluang terbaik yang gagal dikonversi.

Analisis: Ketergantungan pada Haaland Jadi Bumerang

Data pertandingan menunjukkan Norwegia terlalu bergantung pada Haaland. Dari 17 tembakan, sembilan di antaranya berasal dari kaki penyerang berusia 25 tahun itu. Ia juga mencatatkan 83% akurasi passing dan memenangkan lima duel udara, tetapi hanya mendapat dua umpan kunci dari rekan setim sepanjang laga. Odegaard, yang seharusnya menjadi kreator utama, hanya mencatat satu assist dan kehilangan bola 14 kali.

Inggris, di sisi lain, tampil disiplin. Mereka rela melepas penguasaan bola demi menjaga struktur bertahan dan menyerang lewat transisi cepat. Strategi itu terbukti efektif untuk meredam starting XI Norwegia yang bertumpu pada kecepatan Haaland dan Nusa.

"Kami memberikan segalanya. Erling mendapat dua peluang bagus, tetapi sepak bola kadang kejam. Inggris lebih efisien, dan itu yang menentukan di level ini," ujar Solbakken dalam konferensi pers usai laga.

Kegagalan ini memperpanjang catatan Norwegia yang belum pernah menembus semifinal Piala Dunia sepanjang sejarah. Bagi Haaland, turnamen ini tetap menjadi panggung pembuktian: lima gol, dua assist, dan rata-rata 3,4 shots per pertandingan. Namun, tanpa dukungan kolektif yang konsisten, performa individualnya tak cukup membawa Norwegia melangkah lebih jauh.

Inggris kini bersiap menghadapi lawan di semifinal, sementara Norwegia harus pulang dengan kepala tegak—dan pertanyaan besar tentang bagaimana membangun tim yang tidak hanya bergantung pada satu nama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User