Oct 14, 2026
Olahraga

Manchester City Comeback di Anfield, Haaland Jadi Penentu

Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. The Citizens bangkit dari ketertinggalan untuk meraih tiga poin berh...

Manchester City Comeback di Anfield, Haaland Jadi Penentu

Skor akhir 2-1 untuk Manchester City atas Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Anfield, Senin (9/2/2026) dini hari WIB. The Citizens bangkit dari ketertinggalan untuk meraih tiga poin berharga di kandang rival terberatnya, dengan Erling Haaland tampil sebagai eksekutor kemenangan di menit-menit krusial.

Babak Pertama: Liverpool Mendominasi, City Menunggu Momen

Sejak wasit meniup peluit kick-off, Liverpool tampil agresif dengan formasi 4-3-3 yang mengandalkan pressing tinggi. Penguasaan bola di 20 menit awal mencapai 58 persen untuk Liverpool, dengan tiga shots on target yang memaksa kiper Manchester City melakukan penyelamatan penting. Menit ke-14, Mohamed Salah melepaskan tendangan dari sisi kanan kotak penalti, namun masih menyamping tipis di sisi gawang.

Manchester City yang turun dengan starting XI tanpa bek tengah utama harus bermain lebih sabar. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkan Pep Guardiola berubah menjadi 3-2-4-1 saat menguasai bola, memberi ruang bagi gelandang bertahan untuk mengatur tempo. Meski begitu, lini belakang City beberapa kali terlihat rapuh menghadapi serangan balik cepat The Reds.

Gol pembuka Liverpool akhirnya lahir pada menit ke-32 melalui skema sepak pojok. Bola hasil tendangan sudut disundul oleh bek tengah yang tidak terkawal di tiang jauh, membuat Anfield meledak. Skor 1-0 untuk Liverpool bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua: Perubahan Taktik Guardiola dan Momen Haaland

Memasuki babak kedua, Guardiola melakukan penyesuaian signifikan. Ia menarik satu gelandang bertahan dan memasukkan pemain sayap cepat untuk memperlebar permainan. Perubahan ini langsung berdampak. Penguasaan bola Manchester City naik menjadi 61 persen di paruh kedua, dengan total 7 shots on target sepanjang laga.

Menit ke-58, City menyamakan kedudukan melalui aksi individu dari sisi kiri. Umpan silang rendah diselesaikan dengan tendangan first-time dari dalam kotak penalti. Skor berubah menjadi 1-1, dan tekanan beralih ke tuan rumah. Pelatih Liverpool terlihat memberi instruksi agar lini tengah lebih rapat menutup ruang antara bek dan gelandang.

Puncaknya terjadi pada menit ke-78. Erling Haaland, yang sebelumnya sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Liverpool, menerima bola di ruang sempit. Striker asal Norwegia itu melepaskan tendangan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau kiper, menuntaskan comeback Manchester City menjadi 2-1. Gol tersebut menjadi gol kelimanya dalam lima pertemuan terakhir melawan Liverpool di semua kompetisi.

Momen menarik terjadi pada menit ke-84 ketika Dominik Szoboszlai terlihat menarik baju Haaland saat keduanya berebut posisi di kotak penalti. Wasit sempat berdiskusi dengan asisten VAR, namun tidak memberikan penalti karena pelanggaran dinilai terjadi di luar area. Kartu kuning diberikan kepada gelandang Liverpool tersebut.

Analisis Statistik: Efisiensi City vs Dominasi Liverpool

Meski kalah, Liverpool sebenarnya unggul dalam beberapa aspek. Total tembakan mereka mencapai 14 berbanding 11 milik Manchester City, dengan penguasaan bola akhir 52 persen. Namun, efisiensi penyelesaian akhir menjadi pembeda. City mencatatkan akurasi tembakan tepat sasaran sebesar 63 persen, sementara Liverpool hanya 42 persen.

Duel udara juga menjadi catatan penting. Manchester City memenangkan 60 persen duel udara, berkat kehadiran Haaland dan bek mereka yang dominan. Clean sheet tidak tercipta, tetapi kiper City mencatat empat penyelamatan krusial yang menjaga peluang comeback tetap hidup.

"Kami tahu datang ke Anfield selalu sulit. Para pemain menunjukkan mentalitas luar biasa setelah tertinggal. Erling kembali membuktikan mengapa ia adalah penentu di laga seperti ini," ujar Pep Guardiola dalam konferensi pers usai laga.

Sementara itu, kubu Liverpool harus menerima kenyataan pahit kehilangan poin di kandang sendiri. Pelatih mereka menyebut timnya kurang klinis di momen-momen penting. "Kami mengontrol pertandingan selama 60 menit, tapi sepak bola menghukum Anda ketika tidak memaksimalkan peluang," ujarnya.

Implikasi Klasemen dan Jadwal Berikutnya

Dengan tambahan tiga poin, Manchester City memperkokoh posisi mereka di papan atas klasemen sementara, sementara Liverpool tertahan dan harus bekerja keras di laga-laga berikutnya. Kemenangan ini juga menjadi sinyal penting bahwa City tetap menjadi kekuatan dominan dalam perebutan gelar musim ini.

Erling Haaland kini memimpin daftar top skor sementara dengan catatan gol yang konsisten. Kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhirnya terbukti menjadi pembeda di pertandingan sebesar ini. Bagi Liverpool, evaluasi pertahanan saat transisi dan konsentrasi di set-piece akan menjadi prioritas utama sebelum laga berikutnya.

Laga berjalan dengan tensi tinggi, empat kartu kuning tercipta, dan tidak ada kartu merah meski beberapa duel panas terjadi di tengah lapangan. VAR bekerja dua kali memeriksa potensi pelanggaran di kotak penalti, namun tidak mengubah hasil akhir. Comeback Manchester City di Anfield akan dikenang sebagai salah satu momen kunci dalam perjalanan musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS reza-pahlevi

Reporter Pengadilan. Meliput kasus-kasus landmark di PN, PT, dan MA.

Comments (0)

User