Gol Mikel Merino Kirim Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026

Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor akhir 2–1 dalam laga ketat di Stadion SoFi, Inglewood, California, Jumat (10/7). Mikel Merino menjadi p...

Gol Mikel Merino Kirim Spanyol ke Semifinal Piala Dunia 2026

Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Belgia dengan skor akhir 2–1 dalam laga ketat di Stadion SoFi, Inglewood, California, Jumat (10/7). Mikel Merino menjadi pahlawan lewat gol penentu di menit ke-78, melengkapi comeback La Furia Roja yang sempat dikejutkan oleh gol penyeimbang Belgia di awal babak kedua.

Babak Pertama: Spanyol Unggul Cepat

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif dengan penguasaan bola dominan. Bermain dalam formasi 4-3-3, kombinasi umpan pendek antara Pedri, Gavi, dan Rodri di lini tengah berulang kali membingungkan pressing Belgia yang mengandalkan 3-4-2-1. Menit ke-12, peluang emas lahir dari kerja sama apik Lamine Yamal dan Nico Williams di sisi kiri. Sayangnya, penyelesaian akhir Nico Williams masih bisa diblok oleh Koen Casteels.

Gol pembuka hadir pada menit ke-24. Memanfaatkan penetrasi Alvaro Morata yang melebar ke kanan, umpan tarik terukur dilepaskan ke tepi kotak penalti. Mikel Merino, yang datang dari lini kedua, menyontek bola dengan keras dan menempatkannya ke sudut kiri bawah gawang Casteels tanpa bisa dijangkau. Skor 1–0 untuk Spanyol. Proses gol ini menunjukkan kemampuan Merino membaca ruang kosong di antara dua gelandang bertahan Belgia.

Setelah gol, Spanyol nyaman mengontrol tempo. Papan statistik menunjukkan penguasaan bola mencapai 63 persen hingga menit ke-35. Belgia hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran lewat sundulan Romelu Lukaku di menit ke-29, yang masih mudah diselamatkan Unai Simón. Babak pertama ditutup dengan skor 1–0.

Babak Kedua: Drama dan Gol Penentu Merino

Belgia membuka separuh akhir pertandingan dengan energi berbeda. Pergantian strategi menjadi 4-2-3-1 oleh pelatih Domenico Tedesco membuat permainan lebih hidup. Hasilnya langsung terlihat di menit ke-52. Serangan balik cepat dari skema tendangan sudut Spanyol menghasilkan umpan terukur Kevin De Bruyne ke kotak penalti. Lukaku, yang terlepas dari jebakan offside setelah peninjauan singkat oleh VAR, menaklukkan Simón dengan tendangan rendah ke tiang jauh. Skor imbang 1–1 dan stadion bergemuruh.

Dentuman gol balasan itu membangunkan Spanyol. Pelatih Luis de la Fuente merespons dengan memasukkan Joselu dan Ansu Fati untuk menambah daya gedor. Pertandingan berubah menjadi jual beli serangan. Menit ke-64, Dani Olmo nyaris membawa Spanyol unggul lagi, tetapi tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang.

Momen yang mengubah segalanya terjadi di menit ke-78. Serangan yang dibangun dari sisi kiri, dengan pergerakan cerdas Marc Cucurella, berakhir pada umpan silang rendah yang mengarah ke titik penalti. Beberapa pemain Belgia terkecoh, dan Mikel Merino sudah berada di posisi tepat untuk menyambar bola dengan sepakan voli yang menghunjam deras ke gawang. Protes tipis dari pemain Belgia atas potensi offside kembali diredam oleh konfirmasi VAR yang menyatakan posisi Merino sah. Gol kedua pemain Real Sociedad itu sekaligus menjadi gol kemenangan Spanyol.

Hingga peluit panjang, Belgia mencoba menekan habis-habisan. Penguasaan bola babak kedua berimbang di angka 52 persen untuk Spanyol, namun efektivitas penyelesaian akhir La Furia Roja kembali menjadi pembeda. Statistik total menunjukkan Spanyol mencatatkan 7 tembakan tepat sasaran dari 14 percobaan, berbanding 4 dari 11 milik Belgia.

Analisis: Peran Kunci Merino dan Ketangguhan Mental Spanyol

Kemenangan ini tidak lepas dari peran ganda Mikel Merino. Selain menyumbang dua gol penting—pertama di menit ke-24 dan kedua di menit ke-78—gelandang berusia 30 tahun itu juga mencatatkan 3 tekel sukses, 2 intersep, serta 91 persen akurasi umpan dari 67 sentuhan. Duetnya dengan Rodri di jantung lapangan efektif memutus aliran bola De Bruyne yang menjadi kreator utama Belgia.

Secara taktik, Spanyol terbukti fleksibel. Saat Belgia mengubah formasi dan meningkatkan intensitas, mereka tidak panik meski gawang kebobolan. Transisi dari penguasaan bola statis menjadi serangan vertikal—terutama lewat akselerasi Williams dan Yamal—menjadi kunci membuka pertahanan rendah Belgia. Kartu kuning yang diterima Axel Witsel di menit ke-50 sedikit mengganggu agresivitas lini tengah Belgia, memberi celah lebih lebar untuk penetrasi Spanyol di fase krusial.

"Kami tahu Belgia tim dengan kualitas fisik luar biasa. Saya bangga dengan reaksi para pemain setelah skor menjadi 1–1. Mikel tampil luar biasa malam ini. Dia pemain yang selalu berada di tempat dan waktu yang tepat," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam jumpa pers usai pertandingan.

Jalan Menuju Semifinal

Dengan kemenangan ini, Spanyol melaju ke semifinal dan akan menunggu pemenang antara Brasil dan Kroasia. Perjalanan tim Matador di Piala Dunia 2026 terus menegaskan status mereka sebagai kandidat juara. Koleksi gol Merino di turnamen kini menjadi tiga, semakin menegaskan pentingnya peran box-to-box midfielder dalam skema de la Fuente.

Pertandingan dihiasi pula oleh momen yang membatalkan catatan clean sheet Unai Simón sejak fase grup—rekor yang harus berakhir di menit ke-52—namun penyelamatannya di masa injury time lewat refleks menepis sundulan Youri Tielemans tetap menjadi krusial. Dukungan puluhan ribu pendukung di Inglewood memberi atmosfer seperti di rumah sendiri, dan kini langkah menuju final semakin dekat bagi generasi emas baru La Roja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User