Dwigol Harry Kane Bawa Inggris Kalahkan Kongo DR di Atlanta
Atlanta, Georgia – Tim nasional Inggris berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-0 dalam laga yang digelar di St...
Atlanta, Georgia – Tim nasional Inggris berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah menundukkan Republik Demokratik Kongo dengan skor 2-0 dalam laga yang digelar di Stadion Atlanta, Rabu (1/7). Dwigol kapten Harry Kane menjadi penentu kemenangan The Three Lions di pertandingan yang sempat berjalan alot.
Kemenangan ini tidak lepas dari peran sentral striker Bayern Munich itu. Kane membuka keunggulan pada menit ke-27 melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan silang akurat dari Jude Bellingham. Gol kedua tercipta pada babak kedua, tepatnya menit ke-67, dari titik putih setelah pelanggaran terhadap Bukayo Saka di kotak terlarang.
Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil hingga Gol Pembuka
Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura, Inggris langsung mengambil inisiatif serangan. Mengandalkan formasi 4-2-3-1, pelatih Thomas Tuchel menempatkan Kane sebagai ujung tombak tunggal yang ditopang trisula Phil Foden, Jude Bellingham, dan Bukayo Saka. Di kubu lawan, Kongo DR yang diasuh Sébastien Desabre menerapkan pakem 5-4-1 bertahan rapat, bertumpu pada kecepatan serangan balik.
Penguasaan bola mutlak milik Inggris (68% berbanding 32%), namun rapatnya pertahanan Kongo DR membuat peluang emas sulit tercipta. Tercatat hingga menit ke-20, Inggris hanya mencatatkan satu shot on target lewat tendangan jarak jauh Declan Rice yang masih bisa diamankan kiper Joël Kiassumbua.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-27. Berawal dari pergerakan Bellingham di sisi kiri, gelandang Real Madrid itu melepaskan umpan melengkung ke kotak penalti. Kane yang dikawal ketat dua bek sentral, berhasil menanduk bola ke sudut kanan bawah gawang tanpa bisa dijangkau Kiassumbua. Gol tersebut merayakan selebrasi bersama Bellingham yang menjadi arsitek assist, mencerminkan kolaborasi apik kedua pemain andalan Inggris.
Kartu Kuning dan Pertahanan Disiplin
Memasuki menit-menit akhir babak pertama, tensi pertandingan meningkat. Kongo DR mencoba keluar dari tekanan dan beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat yang dipimpin Yoane Wissa. Namun, duet bek tengah John Stones dan Marc Guéhi tampil solid. Satu-satunya peluang berbahaya Kongo DR terjadi pada menit ke-39 ketika tendangan keras Meschack Elia dari luar kotak penalti masih melambung tipis di atas mistar gawang Jordan Pickford.
Petugas VAR sempat melakukan pengecekan atas insiden di kotak penalti Inggris pada menit ke-42 setelah Aaron Wan-Bissaka dianggap handball, namun setelah tinjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 untuk Inggris.
Gol Kedua dan Rotasi Pemain
Di babak kedua, Inggris tetap mempertahankan intensitas serangan. Hanya berselang dua menit, Foden nyaris menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas yang membentur tiang gawang. Keberuntungan berpihak pada tim asuhan Tuchel saat Saka dijatuhkan bek sayap Arthur Masuaku di kotak terlarang pada menit ke-65. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Kane yang menjadi eksekutor utama, dengan tenang menceploskan bola ke tengah gawang sementara Kiassumbua melompat ke arah kanan. Skor 2-0 untuk Inggris pada menit ke-67. Gol ini merupakan gol ke-58 Kane untuk timnas, semakin mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris.
Unggul dua gol, Tuchel mulai melakukan rotasi. Curtis Jones menggantikan Rice pada menit ke-70, sementara Ollie Watkins masuk untuk Kane enam menit kemudian. Meskipun beberapa peluang tercipta lewat Watkins dan Cole Palmer yang masuk di akhir laga, skor 2-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Statistik dan Analisis Kunci
Secara statistik, Inggris benar-benar mendominasi. Penguasaan bola akhir tercatat 64% berbanding 36%, dengan jumlah tembakan total 18 (7 on target) dibanding 5 (1 on target) milik Kongo DR. Akurasi oper Inggris mencapai 89% dari total 623 operan. Pelanggaran yang terjadi relatif minim, masing-masing tim hanya mengoleksi dua kartu kuning: Kartu kuning untuk Wan-Bissaka (58') dan Masuaku (64') untuk Kongo DR.
Kontribusi Bellingham patut diacungi jempol; selain assist, ia mencatatkan 3 dribel sukses, 2 peluang kunci, dan akurasi oper 91%. Sementara itu, lini pertahanan Inggris sukses menjaga clean sheet keenam dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi.
Jalan Menuju Babak 16 Besar
Kemenangan ini membawa Inggris melaju ke babak 16 besar dan akan berhadapan dengan pemenang antara Maroko dan Kroasia. Pelatih Thomas Tuchel dalam konferensi pers pasca pertandingan menyatakan, "Kami harus bekerja keras menghadapi tim yang disiplin. Harry (Kane) sekali lagi membuktikan kualitasnya sebagai pemimpin di lapangan. Tapi perjalanan masih panjang, kami harus terus meningkatkan konsistensi."
Kongo DR harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit. Pelatih Desabre memuji semangat timnya, "Kami kalah dari tim yang lebih efisien. Inggris punya pemain yang bisa mengubah jalannya laga dalam sekejap."
Bagi Kane, dwigol ini menggenapkan koleksinya menjadi 5 gol di turnamen sejauh ini, menempatkannya di puncak perburuan Sepatu Emas. Akankah sang kapten membawa Inggris mengulangi kejayaan Piala Dunia 1966? Jawabannya tinggal menunggu sepak terjang The Three Lions selanjutnya.
Comments (0)