Gol Bellingham di Extra Time Bawa Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026
Stadion Miami bergemuruh ketika wasit meniup peluit panjang, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Inggris mengukir tiket semifinal dengan mengemas kemenangan tipis 2–1 atas Norwegia, melalui drama 120 ...
Stadion Miami bergemuruh ketika wasit meniup peluit panjang, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB. Inggris mengukir tiket semifinal dengan mengemas kemenangan tipis 2–1 atas Norwegia, melalui drama 120 menit yang menegangkan. Jude Bellingham, gelandang Real Madrid, menjadi pahlawan lewat golnya di menit ke-113 yang tak mampu dibalas raksasa Skandinavia.
Statistik Pertandingan: Dominasi yang Kurang Efektif
Secara angka, Inggris memegang kendali penuh. Penguasaan bola mencapai 63 persen berbanding 37 milik Norwegia. The Three Lions juga melepaskan 18 tembakan dengan 7 shots on target, sedangkan Viking cuma mencatat 5 percobaan dan 2 tepat sasaran. Operan sukses Inggris menyentuh 582 kali, berbanding 318 dari tim asuhan Ståle Solbakken. Namun efisiensi kembali menjadi pekerjaan rumah – dari 7 peluang di kotak penalti lawan, baru dua yang berbuah gol.
Starting XI dan Pendekatan Taktik Kedua Tim
Pelatih Inggris menurunkan formasi 4–3–3 dengan Jordan Pickford di bawah mistar, di-backup Trent Alexander-Arnold, John Stones, Marc Guéhi, dan Luke Shaw. Trio lini tengah dihuni Declan Rice, Bellingham, dan James Maddison. Trisula depan mengandalkan Bukayo Saka, Harry Kane, dan Marcus Rashford. Sementara itu Norwegia memakai pola 4–4–2 yang dikapteni Martin Ødegaard, duet Erling Haaland dan Alexander Sørloth di lini depan. Strategi Inggris jelas: mengontrol ritme via penguasaan bola horizontal dan menusuk dari sayap. Norwegia bermain blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat memanfaatkan kecepatan Haaland.
Babak Pertama: Gol Cepat Inggris dan Respons Singkat
Pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika Inggris membuka skor. Umpan silang Alexander-Arnold dari sisi kanan disambut tandukan Harry Kane di tiang jauh. Bola sempat membentur mistar gawang Ørjan Nyland sebelum masuk. Gol tersebut sekaligus menambah koleksi Kane menjadi 8 gol sepanjang turnamen, mempertajam statusnya sebagai top skor sementara. Menit ke-23, Norwegia merespons. Skema serangan balik langsung: Haaland melakukan penetrasi di kiri kotak penalti, menjebak Stones dan Guéhi, lalu melepaskan tembakan mendatar yang meluncur deras ke pojok kanan bawah tanpa bisa dijangkau Pickford. Skor 1–1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Kebuntuan dan Kartu Penting
Memasuki babak kedua, tempo meningkat. Rice nyaris menggandakan keunggulan di menit ke-58 lewat tendangan first-time dari luar kotak penalti, namun Nyland menggagalkan dengan refleks luar biasa. Drama terjadi pada menit ke-72: Rashford dijatuhkan di zona kontak oleh bek Norwegia, tetapi VAR mengonfirmasi titik putih. Kane maju sebagai algojo, namun eksekusinya membentur tiang kiri – peluang emas terbuang. Norwegia bermain lebih disiplin dan nyaris mencuri kemenangan di menit ke-89 via tandukan Haaland yang melenceng tipis. Wasit memberikan tambahan waktu lima menit, tak ada gol tercipta. Pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Extra Time: Bellingham Jadi Penentu di Menit Krusial
Inggris meningkatkan intensitas di 30 menit tambahan. Kelelahan mulai terlihat di kubu Norwegia. Menit ke-99, Maddison mengirim umpan terobosan yang diselesaikan Saka, tetapi lagi-lagi Nyland tampil gemilang. Hingga akhirnya, pada menit ke-113, momen itu datang. Kerja sama satu-dua Bellingham dengan Kane di depan kotak penalti menciptakan ruang tembak. Pemain bernomor punggung 10 itu melepaskan tendangan melengkung ke tiang jauh, menghujam gawang tanpa bisa dihalau Nyland. Stadion Miami meledak, Bellingham berlari ke sudut lapangan diiringi sorakan 65.000 penonton. Norwegia mencoba ganti rugi dengan menambah penyerang, tetapi pertahanan Inggris di bawah komando Stones menutup semua akses.
Pasca Laga: Data, Clean Sheet, dan Jalan ke Semifinal
Meskipun kebobolan, Pickford mencatatkan lima penyelamatan krusial sepanjang laga. Inggris total mencatat 23 percobaan, delapan di antaranya berasal dari situasi bola mati. Akurasi umpan Bellingham mencapai 91 persen, menjadikannya pemain terbaik versi statistik FIFA. Kemenangan ini memastikan Inggris menjaga rekor tak terkalahkan dalam 14 laga kompetitif terakhir. Kini mereka menanti pemenang antara Brazil dan Portugal di babak empat besar.
“Kami memberi segalanya malam ini. Gol itu bukan hanya tentang saya, tapi tentang tim yang terus mendorong hingga detik akhir. Saya hanya menerjemahkan energi itu menjadi gol,” ujar Bellingham di mixed zone.
Norwegia pulang dengan kepala tegak. Haaland dan kawan-kawan menorehkan capaian terbaik sejak tahun 1998 dengan menembus perempat final. Sementara itu, Southgate bisa tersenyum: eksperimennya memainkan Maddison dan memposisikan Bellingham sedikit ke depan terbukti akurat di momen-momen genting. Sebuah laga yang akan dikenang sebagai salah satu drama terbaik Piala Dunia 2026.
Baca juga:
Comments (0)