Quiles Tetap Perkasa di FP2 Moto3 Jerman, Veda Ega Finis Posisi 20

Sirkuit Sachsenring menjadi saksi dominasi Maximo Quiles dalam sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Jerman 2026 yang berlangsung pada Jumat sore waktu setempat. Pebalap muda asal Spanyol tersebut berh...

Quiles Tetap Perkasa di FP2 Moto3 Jerman, Veda Ega Finis Posisi 20

Sirkuit Sachsenring menjadi saksi dominasi Maximo Quiles dalam sesi latihan bebas kedua (FP2) Moto3 Jerman 2026 yang berlangsung pada Jumat sore waktu setempat. Pebalap muda asal Spanyol tersebut berhasil mencatatkan waktu tercepat kendati mengalami insiden jatuh di pertengahan sesi. Sementara itu, wakil Indonesia, Veda Ega Pratama, harus puas menuntaskan sesi ini di posisi ke-20.

Quiles: Cepat, Jatuh, Bangkit, dan Tetap Teratas

Sesi FP2 yang digelar dalam kondisi cuaca cerah dengan suhu lintasan mencapai 34 derajat Celsius ini menyajikan drama sejak menit-menit awal. Maximo Quiles langsung tancap gas dan menorehkan waktu impresif 1 menit 26,817 detik pada flying lap perdananya. Catatan tersebut menempatkannya di puncak timesheet, mengungguli rekan setimnya di Leopard Racing, Angel Piqueras, dengan selisih 0,243 detik.

Namun, petaka datang pada menit ke-28. Quiles kehilangan grip ban depan saat memasuki Tikungan 11—sebuah right-hander cepat yang ikonis di Sachsenring. Motor Honda NSF250RW miliknya meluncur ke gravel trap, sementara sang pebalap terjatuh dan berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti. Bendera kuning sempat berkibar selama tiga menit saat marshal mengevakuasi motor yang mengalami kerusakan cukup parah pada fairing sisi kanan.

Quiles sendiri terlihat mampu berjalan tanpa bantuan signifikan. Setelah pemeriksaan singkat di medical center, ia dinyatakan fit untuk melanjutkan sesi. Hebatnya, dengan motor kedua yang telah disiapkan tim, Quiles kembali ke lintasan pada 12 menit terakhir dan justru memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 menit 26,553 detik—sebuah putaran yang tidak mampu didekati pebalap lain hingga bendera kotak-kotak dikibarkan.

"Saya mendorong terlalu keras di tikungan itu. Ban depan belum mencapai suhu optimal setelah saya keluar dari pit. Tapi motor kedua terasa sangat baik, dan saya senang bisa kembali cepat," ujar Quiles kepada media usai sesi.

Perjuangan Veda Ega: Adaptasi Lintasan Sachsenring

Di sisi lain, Veda Ega Pratama menjalani sesi yang penuh tantangan. Pebalap binaan Astra Honda Racing Team ini mencatatkan waktu terbaik 1 menit 28,492 detik, terpaut 1,939 detik dari Quiles. Posisi ke-20 ini menempatkan Veda Ega di luar zona provisional Q2, yang hanya dihuni oleh 14 pebalap tercepat berdasarkan kombinasi waktu dari ketiga sesi latihan bebas.

Analisis sektor menunjukkan bahwa Veda Ega kehilangan waktu paling signifikan di Sektor 3 dan 4—area yang didominasi oleh rangkaian tikungan cepat dan perubahan arah mendadak. Sachsenring dikenal sebagai sirkuit yang menuntut presisi tinggi dan kepercayaan diri penuh terhadap grip ban depan, sebuah aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pebalap berusia 17 tahun ini.

Data telemetry dari sesi FP2 memperlihatkan bahwa Veda Ega mencatatkan top speed 213,7 km/jam di sepanjang start-finish straight—hanya terpaut 3,2 km/jam dari motor tercepat. Namun, sektor tikungan menjadi pembeda. Di Tikungan 7 yang merupakan left-hander menurun, Veda Ega kehilangan 0,4 detik dibandingkan Quiles. Sementara di Waterfall—tikungan paling cepat di Sachsenring yang dilibas dengan gigi 5—selisihnya mencapai 0,6 detik.

Meski demikian, Veda Ega menunjukkan tren positif. Ia memperbaiki catatan waktunya sebanyak 0,8 detik dibandingkan sesi FP1 pagi hari, menandakan progres adaptasi yang cukup menjanjikan. Tim teknis Astra Honda Racing Team terus melakukan penyesuaian pada geometri sasis dan mapping mesin untuk mencari setup optimal bagi karakteristik Sachsenring yang unik—sebuah sirkuit dengan 10 tikungan kiri dan hanya 3 tikungan kanan, menjadikannya salah satu layout paling asimetris dalam kalender MotoGP.

Peta Persaingan dan Hitung-hitungan Menuju Kualifikasi

Di luar drama Quiles dan perjuangan Veda Ega, sesi FP2 juga menghadirkan sejumlah kejutan. David Almansa dari tim Snipers Team menempati posisi kedua dengan waktu 1 menit 26,894 detik, disusul oleh pebalap berpengalaman Jose Antonio Rueda di posisi ketiga. Sementara itu, pemuncak klasemen sementara, Guido Pini, harus puas berada di posisi ketujuh setelah mengalami masalah pada sistem elektronik motornya di pertengahan sesi.

Berikut klasemen sementara FP2 Moto3 Jerman 2026:

10 Besar FP2 Moto3 Jerman:
1. Maximo Quiles — 1:26.553
2. David Almansa — 1:26.894
3. Jose Antonio Rueda — 1:26.971
4. Angel Piqueras — 1:27.060
5. Riccardo Rossi — 1:27.183
6. Joel Kelso — 1:27.201
7. Guido Pini — 1:27.319
8. Jacob Roulstone — 1:27.405
9. Adrian Fernandez — 1:27.488
10. Ryusei Yamanaka — 1:27.531
...
20. Veda Ega Pratama — 1:28.492

Dengan masih tersisanya sesi FP3 pada Sabtu pagi, peluang Veda Ega untuk menembus Q2 masih terbuka lebar. Ia membutuhkan peningkatan sekitar 1,2 detik untuk dapat bersaing memperebutkan posisi 14 besar. Faktor cuaca juga akan memegang peranan penting—prakiraan cuaca Sachsenring untuk Sabtu menunjukkan potensi hujan ringan di pagi hari, yang dapat mengubah dinamika persaingan secara drastis. Jika hujan benar-benar turun, kombinasi waktu dari FP1 dan FP2 akan menjadi penentu langsung peserta Q2, karena sesi FP3 akan berlangsung dalam kondisi basah.

Sesi kualifikasi Moto3 Jerman sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pukul 12.50 waktu setempat, diikuti oleh balapan utama pada Minggu siang. Akankah Quiles mempertahankan dominasinya? Mampukah Veda Ega memperbaiki posisinya? Sachsenring akan memberikan jawabannya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User