Gol Heggem Dianulir, Norwegia vs Inggris Berlanjut ke Babak Tambahan

Pertarungan sengit antara Norwegia dan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 harus dituntaskan melewati 120 menit. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga peluit akhir waktu normal dibunyikan di ...

Gol Heggem Dianulir, Norwegia vs Inggris Berlanjut ke Babak Tambahan

Pertarungan sengit antara Norwegia dan Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 harus dituntaskan melewati 120 menit. Skor kacamata 0-0 bertahan hingga peluit akhir waktu normal dibunyikan di Stadion Miami, Minggu (12/7) pagi WIB. Ketegangan mencapai puncaknya ketika gol Jarle Heggem pada menit ke-78 dianulir oleh VAR, membuat pendukung Norwegia tertunduk lesu.

Laga ini menyajikan taktik disiplin dari kedua kubu. Inggris mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan Harry Kane sebagai ujung tombak, sementara Norwegia merespons dengan 4-3-3 menempatkan Erling Haaland di lini depan didukung Martin Ødegaard sebagai kreator serangan. Statistik penguasaan bola nyaris seimbang — Inggris 52% berbanding 48% milik Norwegia — namun efektivitas serangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua pelatih.

Babak Pertama: Permainan Kunci dengan Peluang Minim

Sejak menit awal, intensitas tinggi sudah ditunjukkan kedua tim. Inggris langsung menekan melalui sektor sayap, dengan Bukayo Saka beberapa kali mengirim umpan silang berbahaya. Namun, duet bek tengah Norwegia, Andreas Hanche-Olsen dan Leo Skiri Østigård, tampil solid membersihkan setiap ancaman. Sementara itu, Norwegia mengandalkan serangan balik cepat memanfaatkan kecepatan Haaland.

Hingga menit ke-30, belum ada shots on target yang benar-benar mengancam. Inggris mencatatkan tiga percobaan namun semuanya melambung. Satu-satunya momen berbahaya lahir dari sundulan Haaland pada menit ke-41 yang memanfaatkan umpan lambung Ødegaard, tetapi bola masih bisa ditepis oleh Jordan Pickford. Babak pertama ditutup dengan statistik total tembakan 4-3 untuk keunggulan tipis Inggris dan nihil gol.

Momen Kontroversial: Gol Heggem Dianulir VAR

Memasuki babak kedua, Norwegia meningkatkan agresivitas. Pelatih Ståle Solbakken melakukan perubahan taktik dengan memajukan gelandang serang, dan hasilnya mulai terlihat. Puncaknya terjadi pada menit ke-78. Berawal dari kemelut di kotak penalti usai sepak pojok, Jarle Heggem yang berdiri bebas berhasil menyambar bola muntah dan menceploskan ke gawang Inggris. Stadion bergemuruh, sorak-sorai fans Norwegia menggema.

Namun, wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, menghentikan selebrasi setelah berkonsultasi dengan VAR. Setelah peninjauan layar monitor, gol dianulir karena Heggem dinilai berada dalam posisi offside tipis saat bola pertama kali ditanduk oleh rekannya. Tanyangan ulang memperlihatkan kaki kanan Heggem hanya beberapa sentimeter lebih maju dari pemain belakang terakhir Inggris. Keputusan ini menjadi perdebatan, namun statistik offside resmi mencatat Norwegia sudah tiga kali terjebak jebakan offside di laga ini.

Kekecewaan jelas terlihat dari raut muka pemain Norwegia. Heggem sendiri tampak frustasi, sementara Haaland langsung menghampiri wasit untuk meminta penjelasan. Inggris pun lolos dari kebobolan dan segera bangkit meningkatkan tekanan.

Penampilan Solid Lini Belakang Inggris dan Ketenangan Pickford

Di sisi lain, patut diacungi jempol penampilan pertahanan Inggris yang dikomandoi John Stones dan Marc Guéhi. Keduanya berhasil meredam agresivitas Haaland yang dikenal sebagai predator kotak penalti. Sepanjang 90 menit, Haaland hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran dari total tiga percobaan. Inggris menerapkan garis pertahanan tinggi yang rapi, membuat Haaland beberapa kali terjebak offside.

Jordan Pickford juga tampil krusial. Kiper Everton itu melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-67 saat menepis tendangan voli Ødegaard yang mengarah ke pojok kiri gawang. Statistik menunjukkan Pickford mencatatkan 4 saves sepanjang waktu normal, menjaga clean sheet-nya tetap utuh. Performa ini melanjutkan rekor impresif Inggris yang belum kebobolan dalam tiga laga terakhir di turnamen ini.

Meski demikian, Inggris juga tidak lepas dari masalah di lini serang. Trio Saka, Jude Bellingham, dan Phil Foden kesulitan menembus blok pertahanan Norwegia. Umpan-umpan kreatif Bellingham kerap terputus, sementara Foden yang biasanya lincah justru terisolasi. Statistik umpan sukses di area lawan hanya mencapai 78%, angka terendah Inggris sepanjang Piala Dunia ini.

Jalan Menit Akhir dan Persiapan Babak Tambahan

10 menit terakhir waktu normal berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim tampak mulai kelelahan, namun enggan mengambil risiko kebobolan. Pelatih Inggris, Graham Potter, memasukkan Ollie Watkins menggantikan Kane pada menit ke-85 untuk menambah kesegaran. Sementara itu, Norwegia memasukkan Alexander Sørloth sebagai tandem Haaland di lini depan.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 0-0. Total penguasaan bola menit-menit akhir justru didominasi Norwegia dengan 55%, namun tanpa penyelesaian akhir yang klinis. Statistik akhir waktu normal: Norwegia melepaskan 9 tembakan (3 tepat sasaran), sementara Inggris 11 tembakan (4 tepat sasaran). Kartu kuning diberikan kepada Declan Rice (menit ke-58) dan Fredrik Aursnes (menit ke-72) untuk pelanggaran taktis.

Kami memiliki peluang emas lewat gol yang dianulir, namun harus menghormati keputusan wasit. Sekarang fokus ke 30 menit tambahan. Secara fisik kami siap,

ujar Solbakken selepas waktu normal.

Pertandingan berlanjut ke babak tambahan 2x15 menit. Kedua tim memiliki waktu untuk bernapas dan meramu strategi baru. Misteri pun menggantung: akankah gol kemenangan tercipta, atau drama adu penalti kembali tersaji di Piala Dunia 2026?

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User