Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus All-Stars
Skor akhir 3–1 dan 2–0 mewarnai puncak seri perdana Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026. Dua tim muda terbaik sepak bola putri Indonesia, Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18, tampil se...
Skor akhir 3–1 dan 2–0 mewarnai puncak seri perdana Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026. Dua tim muda terbaik sepak bola putri Indonesia, Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18, tampil sebagai kampiun tanpa cela. Final yang digelar di Lapangan Sepak Bola Modern, Jakarta, menyaksikan dominasi taktik menyerang serta soliditas pertahanan yang menjadi ciri khas masing-masing juara.
Goal Aksis U-15: Hujan Gol Sejak Menit Awal
Sejak peluit pertama dibunyikan, Goal Aksis U-15 langsung mengambil inisiatif penuh. Menit ke-12, gelandang serang Siti Nurhaliza mencatatkan namanya di papan skor setelah meneruskan umpan terobosan cantik dari Dewi Sartika. Tendangan first-time-nya dari dalam kotak penalti tak mampu dijangkau kiper lawan. Penguasaan bola mereka menyentuh 58 persen, jauh di atas lawan, Putri Mataram U-15, yang tertahan di 42 persen.
Gol kedua datang pada menit ke-31 melalui skema serangan balik kilat. Kali ini, assist kembali diberikan oleh Dewi Sartika, yang sukses membaca ruang di sisi kiri. Crossing lambungnya disambar tandukan akurat Siti Nurhaliza. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum, dengan shots on target 5 berbanding 1 untuk Goal Aksis.
Babak kedua semakin mempertegas superioritas tim besutan pelatih Rudi Hartono. Menit ke-68, Siti Nurhaliza melengkapi hat-trick perdananya lewat eksekusi penalti dingin setelah ia sendiri dijatuhkan di kotak terlarang. Putri Mataram sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan spekulasi jarak jauh di menit ke-75, namun skor akhir 3-1 sudah cukup membawa Goal Aksis mengangkat trofi U-15.
“Kami bangga dengan kerja keras tim. Siti memang menjadi pembeda, tapi assist dari Dewi dan disiplin formasi 4-3-3 sangat krusial. Ini kemenangan kolektif,”
ungkap Rudi Hartono seusai laga.
Akademi Persib U-18: Tembok Beton dan Dua Serangan Mematikan
Sementara di final U-18, Akademi Persib menghadapi perlawanan ketat dari Arema Putri U-18. Namun, pengalaman dan organisasi permainan ala starting XI yang matang menjadi kunci. Mengandalkan formasi 4-2-3-1, Persib sukses menjaga clean sheet dan mencetak dua gol krusial.
Menit ke-22, sebuah kemelut di depan gawang diselesaikan oleh striker Mega Putri lewat sontekan dalam kotak enam yard. Assist berasal dari tendangan bebas melengkung yang gagal dihalau lini belakang Arema. Keunggulan 1-0 bertahan sepanjang babak pertama, di mana Arema lebih banyak menguasai lini tengah namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Persib. Penguasaan bola sedikit didominasi Arema 52 persen, tapi shots on target justru 3–1 untuk Persib.
Permainan semakin memanas di babak kedua. Dua kartu kuning untuk kedua tim di menit 55 dan 63 mewarnai kerasnya bentrok lini tengah. Gelombang serangan Arema terus dipatahkan oleh duet bek tengah Persib yang bermain sempurna. Hingga di menit ke-79, Akademi Persib memastikan kemenangan lewat gol kedua. Serangan balik yang dipilih Nadia Aprilia diakhiri dengan tendangan placing ke pojok kanan gawang, memaksimalkan assist datar dari sayap kanan.
Statistik akhir mencatat shots on target Persib 5, Arema 2, meskipun Arema unggul dalam total percobaan (9–8). Namun, disiplin formasi dan minimnya pelanggaran berbahaya di area pertahanan sendiri menjadi pembeda. Kartu merah potensial sempat dihindari setelah wasit meninjau VAR untuk insiden pelanggaran di menit 72, yang hanya berbuah peringatan.
“Disiplin adalah kunci. Kami melatih pressing tinggi yang berubah menjadi blok medium saat kehilangan bola. Anak-anak menjalankannya dengan sempurna,”
kata pelatih Akademi Persib, Andi Setiawan, saat jumpa pers.
Angka dan Warisan Sang Juara
Kemenangan ini bukan sekadar gelar. Goal Aksis U-15 mencetak 9 gol dalam empat laga sepanjang turnamen, dengan 9 assist yang menunjukkan tajamnya kerjasama tim. Sementara Akademi Persib U-18 pulang dengan rekor tak kebobolan dalam tiga laga terakhir, menjadi satu-satunya tim tanpa kebobolan di fase gugur. Dua striker utama kedua tim, Siti Nurhaliza (5 gol) dan Mega Putri (3 gol), kini bersaing di puncak daftar pencetak gol All-Stars.
Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 kini menyisakan seri selanjutnya, namun catatan dari dua tim juara ini menjadi standar baru bagi pengembangan sepak bola putri Indonesia. Pertanyaannya kini: bisakah dominasi mereka berlanjut di seri-seri berikutnya? Angka dan statistik menjawab dengan percaya diri.
Baca juga:
Comments (0)