FOXBOROUGH — Prancis Hentikan Langkah Maroko di Perempat Final

Udara malam di Gillette Stadium, Foxborough, masih lembap oleh hujan ringan yang turun sejam sebelum kick-off. Namun, dinginnya angin timur laut Amerika Se

FOXBOROUGH — Prancis Hentikan Langkah Maroko di Perempat Final

Udara malam di Gillette Stadium, Foxborough, masih lembap oleh hujan ringan yang turun sejam sebelum kick-off. Namun, dinginnya angin timur laut Amerika Serikat tak mampu meredam panasnya tensi perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko. Di atas rumput basah, Kylian Mbappe menerima bola di sisi kiri, dengan dua bayangan ketat di belakangnya: Issa Diop dan Neil El Aynaoui. Momen itu, yang diabadikan oleh kamera AP, menjadi metafora sempurna perlawanan sengit yang akhirnya dipatahkan si juara bertahan. Prancis melaju ke semifinal setelah menghentikan langkah Maroko dengan skor tipis namun meyakinkan, 2–1.

Pertarungan Sengit di Bawah Sorotan Dunia

Sejak peluit awal dibunyikan oleh wasit asal Brasil, kedua tim langsung tancap gas. Maroko, yang tampil sebagai kuda hitam setelah menyingkirkan Brasil di babak 16 besar, tampil dengan formasi 4-3-3 yang agresif. Mereka mengandalkan kecepatan sayap dan umpan-umpan terobosan ke lini depan. Sebaliknya, Prancis tetap setia pada skema 4-2-3-1 andalan Didier Deschamps, dengan Mbappe sebagai ujung tombak yang bergerak bebas. Atmosfer stadion terbelah dua: ribuan pendukung Maroko dengan kaus merah-hijaunya melantunkan nyanyian khas Afrika Utara, sementara tribune Les Bleus membalas dengan “Allez Les Bleus” yang membahana.

Mbappe, Diop, dan El Aynaoui: Duel Personal di Lapangan

Foto ikonik Stephanie Scarbrough merekam satu fragmen kunci pertandingan: Mbappe mengontrol bola dengan paha kanannya, sementara Diop (14) dan El Aynaoui mencoba menutup ruang gerak. Adegan itu terjadi pada menit ke-33, saat skor masih 0–0. “Saya tahu mereka akan menempel ketat,” ujar Mbappe seusai laga. “Tapi di situlah letak kesenangannya. Saya harus menemukan celah dalam sepersekian detik.” Mbappe memang terus menjadi incaran, namun justru dari tekanan itulah ia menciptakan assist berkelas untuk gol pembuka Prancis.

“Kylian menunjukkan kenapa dia pemain terbaik generasi ini. Ketika semua mata tertuju padanya, dia justru menemukan ruang untuk rekan setimnya. Assist malam ini adalah kelas dunia.”
— Didier Deschamps, pelatih Prancis, dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Strategi Maroko yang Berani dan Celah Fatal

Pelatih Maroko, Walid Regragui, memilih pendekatan menekan tinggi sejak awal. Diop dan El Aynaoui bertugas ganda: tidak hanya mengawal Mbappe, tetapi juga membantu serangan balik. Hasilnya, beberapa kali Maroko merepotkan pertahanan Prancis melalui serangan balik cepat yang dipandu Brahim Diaz. Namun, justru keberanian itulah yang membuka celah. Pada menit ke-40, serangan balik Maroko gagal, bola direbut Antoine Griezmann di lini tengah, dan dalam tiga operan, bola sudah berada di kaki Mbappe. Dengan tenang, ia melewati Diop dan mengirim umpan tarik mendatar ke kotak penalti yang diselesaikan Marcus Thuram menjadi gol.

Babak Kedua: Gol Balasan dan Drama Akhir

Maroko tidak menyerah. Di awal babak kedua, mereka meningkatkan intensitas. Hasilnya, pada menit ke-57, sepakan jarak jauh Sofyan Amrabat membentur tiang dan bola muntah disambar Achraf Hakimi untuk menyamakan kedudukan. Stadion bergemuruh; para pemain Maroko berlari ke sudut lapangan merayakan gol yang seolah menghidupkan kembali asa. Namun, euforia itu tidak bertahan lama.

Prancis merespons dengan cepat. Hanya delapan menit berselang, kerja sama apik antara Mbappe dan Ousmane Dembele diakhiri dengan sepakan melengkung yang tak mampu dihalau kiper Yassine Bounou. Gol tersebut, yang kemudian menjadi penentu kemenangan, membuat para pemain Maroko lunglai. Regragui mencoba mengubah taktik dengan memasukkan penyerang tambahan, tetapi solidnya pertahanan yang dipimpin William Saliba membuat semua upaya tim tamu kandas.

“Kami bangga dengan perjalanan ini. Sampai detik terakhir, para pemain berjuang. Prancis tim hebat, tetapi kami tunjukkan bahwa Maroko pantas berada di level ini.”
— Walid Regragui, pelatih Maroko.

Mbappe: Pembeda di Laga Krusial

Statistik Mbappe malam itu berbicara lantang: satu assist, tiga dribel sukses, dua tembakan tepat sasaran, dan yang paling krusial, umpan kunci yang membuahkan gol kemenangan. Ia terus menjadi talang air serangan Prancis sekaligus magnet yang mengalihkan perhatian bek lawan. Bagi Diop dan El Aynaoui, malam itu adalah pelajaran berharga bahwa menghentikan Mbappe bukan sekadar tugas fisik, melainkan juga membaca pikiran sang jenius.

Dengan hasil ini, Prancis menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia. Mereka akan berhadapan dengan pemenang laga antara Argentina dan Belanda di semifinal. Sementara Maroko harus pulang dengan kepala tegak, setelah menorehkan sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai perempat final Piala Dunia di luar benuanya sendiri.

Reaksi dan Implikasi ke Depan

Di media campuran, para pemain Maroko menerima tepuk tangan meriah dari pendukung mereka yang tetap setia bernyanyi meski timnya kalah. “Air mata ini bukan karena sedih, tapi karena bangga,” kata Hakimi dengan suara bergetar. Sementara itu, kubu Prancis memilih fokus ke laga berikutnya. “Perjalanan masih panjang,” ujar Griezmann singkat.

Pertandingan di Foxborough ini sekaligus menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi rivalitas klasik dan kejutan. Taktik dan determinasi menjadi menu utama, namun pada akhirnya, keberadaan pembeda sekaliber Mbappe menjadi penentu ketika dua tim sama kuatnya.


[SOCIAL_TWEET]: Satu assist brilian, satu gol penentu. Kylian Mbappe jadi pembeda saat Prancis hentikan langkah gagah Maroko 2-1 di perempat final #PialaDunia2026. Les Bleus lanjut ke semifinal! #PRAMAR[SOCIAL_TG]: ⚽️ Full Time: Prancis 2-1 Maroko. Mbappe assist & kunci kemenangan. Hakimi sempat samakan skor, tapi Les Bleus terlalu tangguh. Prancis melaju ke semifinal, tunggu pemenang Argentina vs Belanda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User