Filosofi Thayeb Gobel Membumi di Program Pemberdayaan Wanita Bogor
Jakarta - Di jagat bisnis Indonesia, nama Thayeb Mohammad Gobel melegenda. Sosok pendiri PT Gobel International ini membangun imperium elektroniknya bukan
Jakarta - Di jagat bisnis Indonesia, nama Thayeb Mohammad Gobel melegenda. Sosok pendiri PT Gobel International ini membangun imperium elektroniknya bukan sekadar untuk meraup laba. Ia punya keyakinan mendalam bahwa bisnis yang sesungguhnya adalah bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat. Prinsip itulah yang mengantarkan produk-produknya, seperti radio dan televisi merek National (kini Panasonic), begitu akrab di hati rakyat Indonesia. Kini, lebih dari setengah abad kemudian, filosofi luhur itu menemukan napas barunya dalam program pemberdayaan masyarakat modern, salah satunya melalui Program AURA BRI Peduli yang menyasar kelompok usaha wanita di Bogor.
Filosofi Bisnis yang Melampaui Zaman
Thayeb Gobel memulai usahanya pada 1954 dengan mendirikan perusahaan perakitan radio transistor pertama di Indonesia. Di tengah keterbatasan, ia tak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mentransfer teknologi kepada tenaga lokal. "Kalau kita cuma berpikir untung, itu pedagang biasa. Tapi kalau kita berpikir bagaimana usaha ini bisa mengangkat kehidupan orang banyak, itu baru pengusaha," begitu ujar almarhum dalam sebuah wawancara lawas yang masih relevan hingga kini. Prinsip ini menjadi fondasi tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang kini melembaga di banyak korporasi.
Kepercayaan bahwa bisnis harus menjadi lidah dan telinga rakyat—mendengar kebutuhan lalu mewujudkannya dalam produk atau layanan—terbukti ampuh. Gobel sukses bukan hanya secara finansial, tetapi juga meninggalkan warisan sosial yang kokoh. Generasi penerusnya, termasuk anaknya Rachmat Gobel, terus menjaga semangat serupa dengan menyentuh langsung usaha kecil dan menengah. Namun, semangat itu tidak berhenti di lingkungan keluarga Gobel; ia menjalar ke berbagai program pemberdayaan korporasi lain yang melihat bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah kunci keberlanjutan bisnis jangka panjang.
AURA BRI Peduli: Menerjemahkan Niat Baik Menjadi Akses
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menginisiasi program AURA (Akselerasi Usaha Rakyat). Program ini dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas kelompok usaha wanita, terutama yang bergerak di sektor pengolahan hasil bumi. Salah satu penerima manfaat adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala, yang berdomisili di Kampung Mysari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Kelompok yang terdiri dari puluhan ibu rumah tangga ini mengolah buah pala menjadi aneka produk bernilai tambah—seperti selai, sirup, manisan, hingga minyak pala. Namun, mereka kerap menghadapi persoalan klasik: peralatan produksi yang minim, kemasan kurang menarik, hingga akses pasar yang terbatas. Di sinilah peran AURA BRI Peduli hadir. Melalui pendampingan intensif, BRI memberikan pelatihan manajemen usaha, bantuan peralatan produksi berstandar higienis, serta membuka kanal pemasaran digital dan offline.
"Sebelum ada BRI, kami bingung bagaimana menembus pasar yang lebih luas. Sekarang kami belajar mengelola keuangan, mendesain kemasan yang menarik, bahkan menjual melalui media sosial. Pesanan bertambah, tetangga yang semula menganggur kini ikut bekerja,"– tutur Iis Ismawati, Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, saat ditemui di sela kegiatan produksi, Jumat (10/7).
| Aspek | Thayeb Gobel (1954) | AURA BRI Peduli (2023) |
|---|---|---|
| Tujuan Utama | Radio terjangkau untuk rakyat | Produk pala bernilai tambah untuk kesejahteraan |
| Pendekatan | Transfer teknologi, pelatihan tenaga lokal | Pelatihan, bantuan alat produksi, akses pasar |
| Dampak Sosial | Lapangan kerja massal, konektivitas informasi | Kemandirian ekonomi perempuan, ketahanan pangan |
| Prinsip Inti | Bisnis harus bermanfaat bagi masyarakat | Profit dan dampak sosial bisa berjalan selaras |
Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam beberapa kesempatan menegaskan, "Pemberdayaan UMKM dan kelompok wanita merupakan prioritas karena mereka adalah tulang punggung ekonomi nasional. Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan kapasitas mereka meningkat."
Dampak Berganda dan Harapan Masa Depan
Dukungan BRI Peduli tidak hanya berhenti pada peningkatan omzet. Program ini menciptakan efek domino: ketahanan ekonomi rumah tangga meningkat, gizi keluarga terjamin karena pala diolah sendiri, dan lingkungan tetap lestari karena anggota kelompok memanfaatkan tanaman pekarangan. Data sementara menunjukkan, setelah enam bulan pendampingan, omzet rata-rata KWT naik hampir 120% dari sebelumnya rata-rata Rp1,5 juta per bulan menjadi sekitar Rp3,3 juta per bulan. Anggota kelompok juga bertambah dari 15 menjadi 30 orang, menandakan kepercayaan masyarakat setempat terhadap model usaha kolektif ini.
Bila ditarik benang merahnya, apa yang dilakukan BRI Peduli sejatinya adalah perwujudan kontemporer dari filosofi Thayeb Gobel: usaha harus kembali ke akar rumput, menjawab persoalan nyata, dan memberi dampak seluas-luasnya. Jika dulu Gobel merakit radio agar rakyat terhubung informasi, kini BRI merakit ekosistem agar perempuan desa terhubung dengan pasar. Keduanya meyakini bahwa profit dan manfaat sosial bukanlah kutub yang berseberangan, melainkan dua sisi mata uang yang saling menguatkan.
Ke depan, tantangan masih terbentang. KWT Bina Tani Mysari Pala berharap bisa menembus pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk di tingkat nasional. Sementara BRI Peduli berkomitmen untuk memperluas replikasi program AURA ke lebih dari 50 kelompok wanita di berbagai kabupaten pada tahun mendatang. Semoga, semakin banyak "Thayeb Gobel" modern yang lahir dari ruang-ruang sederhana di pelosok negeri.
[SOCIAL_TWEET]: Filosofi bisnis Thayeb Gobel yang mengedepankan manfaat buat masyarakat, kini hidup lagi di Bogor lewat AURA BRI Peduli. Kelompok wanita tani sulap pala jadi cuan! Omzet naik 120%, warga sejahtera. Bisnis itu memang harus berdampak ya #BisnisBerdampak #BRIUntukIndonesia #PerempuanBerkarya [SOCIAL_TG]: 🔥 Filosofi bisnis legendaris Thayeb Gobel: bisnis harus bermanfaat buat masyarakat. Nah, di Bogor, ibu-ibu KWT Bina Tani Mysari Pala buktiin banget! Dengan bantuan AURA BRI Peduli, omzet mereka naik 120%! Keren banget, kan? Yuk baca selengkapnya.
Comments (0)