Julian Alvarez Cetak Gol Penyeimbang, Atletico Tetap Tersingkir Dramatis
Madrid, Beritainti.com — Laga bertajuk Derbi Madrileno yang mempertemukan Atletico Madrid dan Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2024/2
Madrid, Beritainti.com — Laga bertajuk Derbi Madrileno yang mempertemukan Atletico Madrid dan Real Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2024/2025 berakhir dengan drama adu penalti yang memilukan bagi tuan rumah. Pemain depan Atletico asal Argentina, Julian Alvarez, menjadi sorotan utama setelah berhasil mencetak gol penyeimbang agregat, namun akhirnya harus menelan pil pahit saat timnya tersingkir di Stadion Metropolitano, Kamis dini hari WIB (13/3/2025). Real Madrid melaju ke perempat final dengan keunggulan agregat 4-2 lewat adu penalti setelah agregat waktu normal dan tambahan berakhir imbang 2-2.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
Kedua tim tampil dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Real Madrid yang membawa modal kemenangan 2-1 dari leg pertama di Santiago Bernabeu sempat merepotkan pertahanan Atletico melalui serangan cepat Vinicius Junior dan Rodrygo. Namun, lini belakang tuan rumah yang dikomandoi Jose Maria Gimenez berhasil meredam tekanan.
Atletico, yang membutuhkan minimal satu gol untuk memaksakan perpanjangan waktu, justru tampil lebih mengancam. Dukungan penuh lebih dari 70.000 pendukung di Metropolitano menjadi energi tambahan bagi pasukan Diego Simeone.
Momen Krusial: Gol Penyeimbang Julian Alvarez
- Menit 35: Sebuah umpan silang akurat dari Marcos Llorente dari sisi kanan pertahanan Real Madrid berhasil disambut dengan tendangan voli kaki kiri Julian Alvarez yang bersarang di pojok gawang Thibaut Courtois. Gol tersebut menyamakan agregat menjadi 2-2 dan membakar semangat publik tuan rumah.
- Menit 45+2: Alvarez nyaris menggandakan keunggulan Atletico setelah tendangan bebasnya membentur mistar gawang. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Atletico.
Selebrasi gol Alvarez yang penuh emosi terekam dalam foto ikonik yang diabadikan oleh fotografer AFP, Javier Soriano, yang menjadi headline di berbagai media internasional. Ekspresi pemain bernomor punggung 19 itu menggambarkan tekad dan gairahnya untuk membawa Los Colchoneros melaju ke fase berikutnya.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Gol itu adalah hasil dari kerja keras seluruh tim. Sayangnya, sepak bola kadang tidak adil,” ujar Alvarez selepas pertandingan dengan nada frustrasi.
Babak Kedua dan Babak Tambahan Tanpa Gol
Memasuki babak kedua, Real Madrid meningkatkan intensitas serangan. Carlo Ancelotti memasukkan Luka Modric untuk menambah kreativitas di lini tengah. Atletico memilih bermain lebih bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat melalui kecepatan Alvarez dan Alvaro Morata.
Hingga waktu normal berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor agregat tetap 2-2 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan 2x15 menit.
Di babak tambahan, tensi laga semakin meningkat. Beberapa peluang emas diperoleh kedua tim, namun penyelamatan gemilang dari kedua kiper, Jan Oblak dan Courtois, memaksa laga berlanjut ke adu penalti.
Drama Adu Penalti: Kekalahan Memilukan Atletico
- Penendang pertama: Luka Modric (Real Madrid) berhasil mencetak gol. Alexander Sorloth (Atletico) menyamakan kedudukan.
- Penendang kedua: Rodrygo sukses mengeksekusi. Julian Alvarez yang maju sebagai eksekutor kedua Atletico justru gagal setelah tendangannya membentur tiang kanan gawang Courtois. Momen ini menjadi titik balik yang krusial.
- Penendang ketiga: Jude Bellingham mencetak gol, sementara Koke berhasil menjalankan tugasnya untuk Atletico.
- Penendang keempat: Vinicius Junior menambah keunggulan Madrid. Marcos Llorente yang menjadi harapan Atletico gagal mengeksekusi karena tendangannya ditepis Courtois. Real Madrid menang adu penalti 4-2.
Kegagalan Alvarez dalam adu penalti menjadi momen yang paling memilukan. Ekspresi wajahnya yang tertunduk lesu menjadi pemandangan yang kontras dengan selebrasi golnya di babak pertama. Meski demikian, penampilannya sepanjang pertandingan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari pelatih Diego Simeone.
“Julian memberikan segalanya untuk tim malam ini. Dia adalah pemain hebat dan akan bangkit dari kekecewaan ini. Saya bangga dengan perjuangan seluruh pemain,” kata Simeone dalam konferensi pers usai laga.
Dampak dan Perjalanan Selanjutnya
Kekalahan ini membuat Atletico Madrid gagal mengulangi kesuksesan mereka melaju ke perempat final musim lalu. Sementara itu, Real Madrid bergabung dengan tujuh tim lainnya di babak delapan besar yang akan diundi pada Jumat (14/3/2025).
Bagi Julian Alvarez, kegagalan ini menjadi pelajaran berharga dalam kariernya di kompetisi Eropa. Pemain berusia 25 tahun yang didatangkan dari Manchester City pada awal musim dengan nilai transfer 95 juta euro tersebut tampil impresif dengan mencetak total 7 gol di Liga Champions musim ini, menjadikannya top skor sementara Atletico di ajang tersebut.
Pertandingan ini juga menjadi bukti rivalitas abadi kedua klub ibu kota Spanyol yang selalu menyajikan laga dengan tensi tinggi dan kualitas sepak bola kelas dunia. Meski kalah, dukungan suporter Atletico yang tidak pernah berhenti menyanyikan lagu kebangsaan klub hingga detik terakhir menunjukkan loyalitas tak tergoyahkan.
[SOCIAL_TWEET]: Gol indah Julian Alvarez tak mampu selamatkan Atletico dari drama adu penalti. Real Madrid lolos ke perempat final Liga Champions dengan cara yang menyakitkan bagi tuan rumah. #UCL #AtletiRealMadrid #JulianAlvarez[SOCIAL_TG]: 😢⚽️ Malam yang pahit bagi Julian Alvarez! Golnya sempat beri harapan, tapi kegagalan penalti buat Atletico tersingkir. Selengkapnya: [link]
Comments (0)