Email AFA Diretas: Argentina Diuntungkan Wasit di 16 Besar Piala Dunia 2026

Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 langsung menjadi buah bibir—bukan hanya karena skor akhir 3-2 yang menegangkan, tetapi juga karena beredarnya email dari a...

Email AFA Diretas: Argentina Diuntungkan Wasit di 16 Besar Piala Dunia 2026

Kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 langsung menjadi buah bibir—bukan hanya karena skor akhir 3-2 yang menegangkan, tetapi juga karena beredarnya email dari akun resmi AFA yang menyebut sang juara bertahan mendapatkan “keuntungan” dari keputusan wasit. Federasi Sepak Bola Argentina langsung mengklaim bahwa sistem komunikasi mereka telah diretas oleh pihak tak dikenal.

Kronologi Bocornya Email Kontroversial

Hanya beberapa jam setelah laga usai, sebuah tangkapan layar email yang diduga berasal dari alamat resmi AFA tersebar di media sosial. Email tersebut berisi ucapan syukur yang menyinggung bahwa “wasit telah memahami tugasnya dengan sangat baik” dan menyiratkan adanya dukungan ofisial yang memuluskan langkah Argentina ke perempat final. Pihak AFA dengan cepat merilis pernyataan bahwa mereka menjadi korban serangan siber dan tidak pernah mengirim pesan semacam itu. “Kami tidak pernah mengirim email tersebut. Akun resmi federasi telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegas Presiden AFA dalam konferensi pers darurat. Namun, bantahan itu tidak serta-merta meredakan kemarahan publik, terutama dari kubu Mesir yang merasa dicurangi.

Jalannya Pertandingan Penuh Drama

Pertandingan di MetLife Stadium, New Jersey, dimulai dengan intensitas tinggi. Argentina membuka skor pada menit ke-23 lewat titik putih. Lionel Messi yang menjadi algojo sukses mengeksekusi penalti setelah wasit menunjuk titik putih akibat handsball pemain belakang Mesir, Ahmed Hegazy, di dalam kotak terlarang. Tayangan ulang memperlihatkan bola mengenai tangan Hegazy dari jarak sangat dekat dan tanpa gerakan aktif—sebuah situasi yang kerap diabaikan oleh aturan baru IFAB. Mesir tak tinggal diam. Menjelang turun minum, tepatnya menit ke-45+2, Mohamed Salah menyamakan kedudukan lewat serangan balik cepat. Assist dari Mohamed Elneny diselesaikan Salah dengan sepakan mendatar ke pojok kiri bawah gawang Emiliano Martínez. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Di babak kedua, Argentina kembali memimpin pada menit ke-67 melalui Julián Álvarez. Gol ini berawal dari umpan terobosan Giovani Lo Celso yang berhasil dituntaskan Álvarez dengan penyelesaian klinis. Namun, saat lini pertahanan Mesir mengangkat tangan meminta offside, VAR tidak melakukan intervensi. Rekaman menunjukkan posisi Álvarez sangat tipis dengan bek terakhir Mesir, dan keputusan di lapangan tetap dipertahankan. Mesir kembali bangkit. Pada menit ke-82, Omar Marmoush melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang Argentina, mengubah skor menjadi 2-2. Assist diberikan kepada Salah yang dengan cerdik mengirim bola cutback ke Marmoush yang berdiri bebas.

Drama memuncak pada menit kelima injury time. Esteban Fernández—gelandang muda pengganti—melepaskan tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti memanfaatkan bola muntah hasil sepak pojok Marcos Acuña. Gol tersebut memastikan kemenangan Argentina sekaligus mengirim mereka ke perempat final. Namun, proses gol ini pun menuai kontroversi karena dugaan pelanggaran terhadap kiper Mesir saat duel udara di kotak penalti sebelum bola jatuh ke Fernández. Wasit asal Prancis, François Letexier, tidak melihat adanya pelanggaran dan VAR kembali tidak mengubah keputusan.

Keputusan Wasit Jadi Sorotan

Statistik pertandingan menunjukkan Argentina mendominasi penguasaan bola dengan 60% berbanding 40%, serta melepaskan 8 shots on target dari total 17 percobaan, sementara Mesir mencatatkan 5 shots on target dari 11 percobaan. Pelanggaran yang dilakukan kedua tim hampir seimbang—Argentina 12 kali dan Mesir 14 kali—dengan masing-masing dua kartu kuning. Namun, yang menjadi perdebatan adalah tiga momen krusial: penalti untuk Argentina, posisi offside Álvarez yang sangat ketat, dan dugaan pelanggaran terhadap kiper Mesir sebelum gol kemenangan. Banyak pengamat menilai VAR seharusnya melakukan peninjauan ulang pada gol kedua dan ketiga Argentina, terutama karena protokol VAR jelas menyatakan bahwa pemeriksaan harus dilakukan pada keputusan yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.

“Kami merasa dikhianati oleh sistem perwasitan. Tidak mungkin tiga keputusan besar semuanya menguntungkan satu tim. Ini bukan sekadar kebetulan,” ujar pelatih Mesir, Hossam Hassan, dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Respons Resmi AFA dan Desakan Investigasi

Di tengah panasnya kontroversi, AFA menegaskan bahwa email yang beredar adalah hasil manipulasi peretas. Mereka bekerja sama dengan otoritas keamanan siber Argentina untuk melacak sumber serangan. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA dan meminta investigasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat wasit, termasuk komunikasi internal wasit dan VAR. EFA juga mempertanyakan integritas pertandingan jika memang benar ada celah keamanan yang bisa membuat akun resmi federasi lain diretas dan menyebarkan klaim seperti itu. FIFA belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber internal menyebutkan bahwa badan sepak bola dunia itu akan membentuk panel independen untuk menyelidiki dugaan ini, termasuk kemungkinan adanya campur tangan siber yang merusak reputasi Piala Dunia.

Drama di luar lapangan ini dipastikan akan terus bergulir seiring Argentina bersiap menghadapi lawan di perempat final. Sementara itu, publik sepak bola global menanti kejelasan: apakah email itu benar-benar hasil peretasan, atau justru membongkar sesuatu yang lebih gelap di balik layar Piala Dunia 2026? Yang jelas, kemenangan Argentina 3-2 atas Mesir akan dikenang bukan hanya karena gol-gol indahnya, tetapi juga sebagai salah satu pertandingan paling kontroversial dalam sejarah turnamen.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User