Mario Aji Tembus 13 Besar FP2 Moto2 Jerman, Ortola Pimpin
Sirkuit Sachsenring menyuguhkan drama sesi latihan bebas kedua Moto2 Jerman 2026, dengan pembalap Indonesia Mario Aji mengukir posisi ke-13 setelah sebelumnya sempat menghuni lima besar. Sementara itu...
Sirkuit Sachsenring menyuguhkan drama sesi latihan bebas kedua Moto2 Jerman 2026, dengan pembalap Indonesia Mario Aji mengukir posisi ke-13 setelah sebelumnya sempat menghuni lima besar. Sementara itu, bintang muda asal Spanyol Ivan Ortola mencatatkan waktu tercepat mutlak, mengamankan status sebagai kandidat kuat perebutan pole.
Dominasi Ortola di Atas Aspal Jerman
Menit-menit awal FP2 langsung diwarnai agresivitas Ivan Ortola. Pembalap tim MT Helmets - MSI itu membukukan 1 menit 23,456 detik pada lap ketujuhnya, sebuah torehan yang tak tersentuh hingga bendera finis berkibar. Catatan ini lebih cepat 0,8 detik dari pole position musim lalu, menunjukkan bahwa aspal Sachsenring yang baru diaspal ulang memberikan cengkeraman superior. Ortola tampak nyaman dengan setelan suspensi depan Showa, memungkinkan dirinya memotong tikungan-tikungan cepat seperti Omega Curve dengan presisi tinggi. Ia mengungguli Alonso Lópes yang membuntuti di urutan kedua dengan selisih +0,217 detik, disusul Sergio García ketiga (+0,389 detik), Albert Arenas keempat (+0,501 detik), dan Deniz Öncü di posisi kelima (+0,612 detik).
Start Apik Mario Aji Sebelum Tergusur
Sesi ini memberikan sinyal positif bagi Mario Aji. Pembalap asal Magetan tersebut memulai FP2 dengan gemilang, mempertajam waktunya hingga menyentuh posisi empat besar pada 20 menit pertama. Aji mencatatkan 1 menit 24,987 detik saat lap ke-6, mengandalkan traksi maksimal dari mesin Triumph 765cc di sektor tiga. Penampilannya begitu menjanjikan, terutama saat melibas sektor akhir yang membutuhkan kestabilan pengereman keras. Namun, ketika mayoritas rival mulai memasang ban baru dan meningkatkan ritme di paruh akhir sesi, Aji tidak mampu mengimbangi. Satu per satu pembalap seperti Barry Baltus, Joe Roberts, dan Tony Arbolino melewatinya di papan waktu. Meski demikian, posisi ke-13 tersebut masih lebih baik daripada hasil FP1 di mana ia tercecer di posisi 21. Peningkatan sebesar delapan peringkat dalam satu hari membuktikan adaptasi Aji terhadap sirkuit berkarakter stop-and-go ini berjalan sesuai rencana.
Analisis Statistik dan Lintasan
Sachsentring yang hanya memiliki panjang 3,7 km dengan 13 tikungan (10 kiri, 3 kanan) menuntut keseimbangan sasis yang presisi. Dari telemetri FP2, terlihat Aji kehilangan waktu terutama di sektor satu yang didominasi tikungan cepat mengalir. Kecepatan puncak motor Kalex milik Aji mencapai 281,2 km/jam, unggul tipis dari rata-rata kelas yang sebesar 279,8 km/jam, menandakan tidak ada masalah pada performa mesin. Namun, waktu split sektor dua menunjukkan ia lebih lambat 0,4 detik dari Ortola, mengindikasikan perlunya revisi pada geometri sasis untuk meningkatkan kelincahan menikung. Penguasaan ban belakang juga menjadi krusial: Aji menggunakan kompon medium belakang yang terbukti cocok untuk race pace, tetapi mungkin kurang optimal untuk time attack. Tim Honda Team Asia direncanakan akan melakukan perubahan radikal pada setelan sudut swingarm dan pengereman menjelang kualifikasi besok. Dari 32 pembalap, Aji hanya terpaut 0,7 detik dari lima besar, margin yang tipis yang bisa ditutup dengan satu lap sempurna.
Jalan Menuju Kualifikasi Penuh Harapan
Hasil FP2 menempatkan Mario Aji di posisi yang solid untuk langsung menembus sesi Q2 jika mampu kembali memperbaiki catatan waktu di FP3. Ia membutuhkan peningkatan sekitar 0,5 detik untuk mengamankan tiket otomatis ke sesi penentuan pole position. Ivan Ortola, dengan kepercayaan diri setinggi langit, mengisyaratkan bisa kembali memecahkan rekor lap jika tidak terhalang lalu lintas padat. Sementara itu, persaingan di papan tengah diprediksi sengit, mengingat 12 pembalap di posisi 4 hingga 16 hanya terpisah 0,6 detik. Bagi Aji, fokus pada konsistensi sektor tiga dan empat akan menjadi kunci, mengingat di dua sektor pamungkas itulah ia sering kehilangan waktu. Dengan mental yang tengah melambung setelah finis 10 besar di dua seri sebelumnya, bukan hal mustahil pembalap berbendera Merah Putih ini mampu mengejutkan pada kualifikasi nanti sore.
Baca juga:
Comments (0)