Ederson Cetak Gol Pembuka, Atalanta Kalahkan AC Milan di San Siro
Skor akhir AC Milan 1-2 Atalanta tersaji dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (20/4/2025) malam. Gelandang Brasil, Ederson, menjadi aktor utama dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-23 yang ...
Skor akhir AC Milan 1-2 Atalanta tersaji dalam lanjutan Serie A di San Siro, Minggu (20/4/2025) malam. Gelandang Brasil, Ederson, menjadi aktor utama dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-23 yang menentukan arah pertandingan. Rossoneri yang tampil dominan dalam penguasaan bola justru gagal memaksimalkan peluang, sementara La Dea tampil klinis lewat serangan balik terstruktur.
Babak Pertama: Kejutan dari Skema Serangan Balik Atalanta
Pelatih Gian Piero Gasperini menurunkan formasi 3-4-1-2 andalannya dengan Ederson dan Marten de Roon sebagai poros ganda. Di sisi lain, Stefano Pioli mengandalkan starting XI 4-2-3-1 Milan dengan Rafael Leao dan Christian Pulisic di sayap. Sejak peluit awal, Milan langsung mengambil inisiatif menyerang. Hingga menit ke-20, statistik penguasaan bola menunjukkan 62% untuk tuan rumah berbanding 38% milik Atalanta. Namun, justru tim tamu yang memecah kebuntuan.
Menit ke-23, skema serangan balik cepat Atalanta berhasil merobek pertahanan Milan. Berawal dari sapuan bek tengah Berat Djimsiti yang memotong umpan silang Pulisic, bola jatuh ke kaki De Roon. Gelandang Belanda itu langsung mengirim umpan terobosan vertikal ke ruang kosong yang ditinggalkan Theo Hernandez yang overlap. Ederson, yang membaca celah tersebut, melakukan overlapping run dari lini kedua. Menerima bola di sisi kiri kotak penalti, ia melepaskan tendangan keras kaki kanan yang meluncur deras ke tiang jauh. Kiper Mike Maignan hanya terpaku melihat bola bersarang di sudut kiri bawah gawangnya. Gol tersebut menjadi gol kelima Ederson di Serie A musim ini. Assist dicatat atas nama De Roon, yang kini telah mengoleksi tujuh assist liga.
Setelah gol, Milan meningkatkan intensitas serangan. Menit ke-34, Olivier Giroud nyaris menyamakan kedudukan andai sundulannya dari umpan silang Davide Calabria tidak membentur mistar gawang. Hingga turun minum, shots on target Milan mencapai 4 berbanding 2 milik Atalanta, namun skor 0-1 tetap bertahan.
Babak Kedua: Drama VAR dan Gol Penutup
Memasuki babak kedua, Pioli memasukkan Samuel Chukwueze menggantikan Yunus Musah untuk menambah daya dobrak. Hasilnya, tekanan Milan semakin gencar. Menit ke-58, Leao berhasil menembus sisi kanan pertahanan Atalanta dan melepaskan tembakan mendatar yang dapat ditepis Marco Carnesecchi. Bola muntah disambar Pulisic, namun gol dianulir oleh VAR karena pemain Amerika itu sudah berada dalam posisi offside.
Gasperini merespons dengan memasukkan Ademola Lookman dan Aleksei Miranchuk untuk menyegarkan lini depan. Keputusan itu berbuah manis pada menit ke-72. Melalui kombinasi apik antara Lookman dan Charles De Ketelaere, pemain Belgia itu berhasil menusuk hingga garis gawang dan mengirim cutback yang diselesaikan El Bilal Touré dari jarak enam yard. Skor menjadi 0-2. Statistik total shots on target Atalanta kini meningkat menjadi 5, menunjukkan efisiensi serangan yang luar biasa.
Milan akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 melalui eksekusi penalti Olivier Giroud. Penalti diberikan setelah VAR mengonfirmasi handball Rafael Tolói di kotak terlarang. Giroud mengecoh Carnesecchi dan membawa skor menjadi 1-2. Lima menit masa injury time yang menegangkan tidak mampu dimanfaatkan Rossoneri. Satu peluang emas melalui sundulan Fikayo Tomori di menit ke-90+3 gagal berbuah gol setelah bola melebar tipis di sisi kanan gawang.
Analisis: Ederson, Jantung Transisi Atalanta
Penampilan Ederson layak mendapat pujian setinggi-tingginya. Selain mencetak gol krusial, gelandang bernomor punggung 13 itu mencatatkan akurasi operan 89%, 4 tekel sukses, dan 2 intersep. Perannya sebagai penghubung transisi dari bertahan ke menyerang sangat vital. Bersama De Roon, ia mampu meredam kreativitas Ruben Loftus-Cheek dan Tijjani Reijnders di lini tengah Milan.
"Ederson menunjukkan kualitas kelas dunia malam ini. Bukan hanya gol, tapi cara dia membaca ruang dan waktunya untuk masuk ke kotak penalti menunjukkan kecerdasan taktis yang luar biasa," ujar analis sepak bola Italia, Marco Bucciantini.
Dari segi statistik kolektif, Atalanta mampu menahan gempuran Milan yang melepaskan total 18 attempted shots, sementara La Dea hanya mencatatkan 9 shots. Namun, justru tim tamu yang lebih efisien dengan 5 tembakan tepat sasaran berbanding 6 milik Milan. Expected goals (xG) Milan mencapai 1,87 sementara Atalanta hanya 1,12, membuktikan bahwa kemenangan La Dea adalah buah dari efektivitas dan solidnya pertahanan. Kartu kuning diberikan kepada Tolói, Calabria, dan De Roon. Tidak ada kartu merah yang dikeluarkan wasit Marco Guida.
Kemenangan ini membawa Atalanta semakin kokoh di posisi empat besar klasemen sementara Serie A 2024/2025 dengan koleksi 65 poin dari 33 pertandingan. Sementara Milan tertahan di peringkat ketiga dengan 68 poin, hanya terpaut tiga angka. Persaingan zona Liga Champions kian memanas.
Baca juga:
Comments (0)