Dortmund Hancurkan Celtic 7-1, Puncaki Klasemen Liga Champions 2024/2025

Skor akhir 7-1 terpampang jelas di papan skor Signal Iduna Park. Borussia Dortmund baru saja menuntaskan malam penuh kegilaan melawan raksasa Skotlandia, Celtic, dalam lanjutan matchday ketiga fase gr...

Dortmund Hancurkan Celtic 7-1, Puncaki Klasemen Liga Champions 2024/2025

Skor akhir 7-1 terpampang jelas di papan skor Signal Iduna Park. Borussia Dortmund baru saja menuntaskan malam penuh kegilaan melawan raksasa Skotlandia, Celtic, dalam lanjutan matchday ketiga fase grup Liga Champions 2024/2025. Kemenangan telak ini membawa Die Borussen melesat ke puncak klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin sempurna dari tiga laga. Felix Nmecha menjadi penutup pesta lewat golnya pada menit ke-79, melengkapi dominasi mutlak tim asuhan Nuri Şahin.

Babak Pertama: Badai Gol Sejak Peluit Awal

Sinyal bahaya bagi Celtic sudah terlihat sejak menit-menit pembuka. Dortmund mengambil inisiatif dengan formasi 4-2-3-1 andalan Şahin, memanfaatkan lebar lapangan melalui pergerakan Karim Adeyemi dan Donyell Malen di sisi sayap. Belum genap sepuluh menit pertandingan berjalan, Adeyemi sudah membuka keran gol. Menerima umpan terukur dari Julian Brandt, penyerang sayap Jerman itu menusuk dari sisi kiri, mengecoh bek lawan, lalu melepaskan tendangan menyilang yang tak mampu dihalau kiper Celtic. Skor 1-0 pada menit ke-8 langsung mengguncang mental tim tamu.

Celtic belum sempat menyusun ulang pertahanan mereka ketika gawangnya kembali bergetar. Menit ke-19, Niclas Füllkrug menggandakan keunggulan lewat sundulan presisi menyambut umpan silang Ramy Bensebaini. Lini belakang Celtic tampak kewalahan menghadapi kombinasi umpan-umpan pendek dan pergerakan tanpa bola para pemain Dortmund. Dominasi tuan rumah tercermin dari statistik penguasaan bola yang mencapai 67 persen pada 30 menit pertama.

Gol ketiga Dortmund hadir melalui titik putih pada menit ke-34. Brandt yang menjadi algojo mengeksekusi penalti dengan tenang setelah Adeyemi dilanggar di kotak terlarang. Wasit sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum menunjuk titik putih, memastikan keputusan yang tidak terbantahkan. Skor 3-0 menutup babak pertama yang berlangsung seperti sesi latihan menyerang bagi Die Borussen.

Babak Kedua: Pesta Berlanjut, Celtic Tak Berdaya

Dortmund tidak mengendurkan intensitas selepas jeda. Baru dua menit babak kedua berjalan, Malen mencatatkan namanya di papan skor. Sebuah counter-attack cepat yang dimulai dari intersep Emre Can di lini tengah berakhir dengan tembakan first-time Malen dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras ke sudut kiri atas gawang, tak terkejar oleh kiper Celtic yang sudah mati langkah.

Menit ke-58, Adeyemi melengkapi brace-nya sekaligus membawa Dortmund unggul 5-0. Kali ini ia memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper dari tendangan Brandt. Refleks tajam striker 22 tahun itu membuktikan ketajamannya di level tertinggi Eropa. Sepanjang musim ini, Adeyemi sudah mengoleksi empat gol di Liga Champions dari tiga penampilan.

Celtic sempat memberi sedikit perlawanan pada menit ke-63. Sebuah serangan balik yang dibangun dari lini tengah berhasil dituntaskan oleh Kyogo Furuhashi. Penyerang asal Jepang itu menerima umpan terobosan cerdik dari Matt O'Riley, melewati Nico Schlotterbeck, dan memperdaya Gregor Kobel dengan tendangan chip elegan. Skor berubah menjadi 5-1. Namun gol hiburan ini justru membangkitkan kembali gairah menyerang Dortmund.

Youssoufa Moukoko yang masuk sebagai pemain pengganti ikut meramaikan pesta. Menit ke-71, striker muda itu menanduk bola hasil sepak pojok Brandt, mengubah skor menjadi 6-1. Sundulan akurat Moukoko tidak memberi kesempatan bagi kiper Celtic untuk bereaksi. Lalu tibalah momen yang sudah dinanti para penggemar tuan rumah: Felix Nmecha. Gelandang serba bisa itu melepaskan tendangan spektakuler dari jarak 25 meter pada menit ke-79, bola melengkung indah dan bersarang di pojok kanan gawang. Gol ketujuh Dortmund. Signal Iduna Park bergemuruh.

Statistik dan Analisis: Superioritas dalam Angka

Lembar statistik pertandingan ini menyajikan gambaran kesenjangan kualitas yang sangat lebar. Dortmund mencatatkan penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen milik Celtic. Lebih mencolok lagi, shots on target Die Borussen mencapai 12 kali, sementara Celtic hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Total percobaan tembakan Dortmund berjumlah 24, memperlihatkan betapa agresifnya skema serangan yang diterapkan Nuri Şahin.

Dari sisi taktik, formasi 4-2-3-1 Dortmund bekerja dengan presisi luar biasa. Emre Can dan Marcel Sabitzer menjadi dinding kokoh di lini tengah yang memungkinkan Brandt, Adeyemi, dan Malen bergerak bebas di sepertiga akhir. Füllkrug sebagai target man membuka ruang bagi para penyerang sayap, menciptakan overload di area pertahanan Celtic yang tampil dengan formasi 4-3-3. Tiga kartu kuning yang diterima pemain Celtic — termasuk untuk Cameron Carter-Vickers dan Alistair Johnston — menjadi bukti frustrasi lini belakang mereka.

“Para pemain menampilkan performa mendekati sempurna malam ini. Kami mengontrol ritme sejak menit pertama dan tidak memberi Celtic kesempatan bernapas. Tujuh gol adalah hasil dari kerja keras kolektif yang luar biasa,” ujar Nuri Şahin dalam konferensi pers seusai laga.

Sementara itu, pelatih Celtic Brendan Rodgers mengakui keunggulan Dortmund secara sportif.

“Kami menghadapi salah satu tim terbaik di Eropa saat ini dan mereka tampil dalam level yang sangat tinggi. Kami bisa belajar banyak dari kekalahan ini,”

katanya dengan nada rendah.

Kemenangan 7-1 ini menjadi kemenangan terbesar Dortmund di Liga Champions sejak era Jürgen Klopp. Dengan koleksi sembilan poin dari tiga laga, Die Borussen memimpin klasemen sementara fase grup, unggul selisih gol atas tim-tim pesaing. Sinyal kuat bahwa Dortmund bukan sekadar kuda hitam, melainkan kandidat serius di kompetisi tertinggi Benua Biru musim ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User