Oct 09, 2026
Olahraga

Donnarumma Tinggalkan Lapangan Usai City Hadapi Everton di Pekan ke-35

Pertandingan pekan ke-35 Premier League antara Manchester City dan Everton di Etihad Stadium berakhir dengan catatan penting bagi lini belakang tuan rumah. Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma,...

Donnarumma Tinggalkan Lapangan Usai City Hadapi Everton di Pekan ke-35

Pertandingan pekan ke-35 Premier League antara Manchester City dan Everton di Etihad Stadium berakhir dengan catatan penting bagi lini belakang tuan rumah. Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, terlihat meninggalkan lapangan begitu wasit meniup peluit panjang, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. Momen itu menjadi sorotan tersendiri dalam laga yang berjalan ketat dan sarat taktik tersebut.

Sepanjang 90 menit, Manchester City tampil dengan formasi 4-2-3-1 yang mengandalkan penguasaan bola tinggi. Statistik menunjukkan tuan rumah mencatatkan penguasaan bola 64 persen berbanding 36 persen milik Everton. Meski mendominasi penguasaan bola, City hanya mampu mencatatkan 6 shots on target dari total 17 percobaan, sementara Everton mencatatkan 3 shots on target dari 8 tendangan. Angka ini menegaskan bahwa lini pertahanan kedua tim, termasuk performa Donnarumma di bawah mistar, menjadi penentu jalannya pertandingan.

Babak Pertama: Tekanan Tinggi dan Duel Lini Tengah

Menit ke-8, Manchester City langsung mengambil inisiatif. Umpan terobosan dari lini tengah diarahkan ke sisi kanan pertahanan Everton, namun penyelesaian akhir masih melebar dari gawang. Everton merespons dengan blok pertahanan rapat berformasi 4-4-2, mencoba memanfaatkan serangan balik cepat melalui kedua penyerangnya.

Menit ke-23, Everton nyaris membuka skor lewat skema bola mati. Tendangan bebas dari sisi kiri pertahanan City disambut sundulan di kotak penalti, tetapi bola masih dapat diamankan oleh Gianluigi Donnarumma. Kiper asal Italia itu menunjukkan refleks cepat dan positioning yang tepat untuk menepis bola ke sisi luar gawang.

City terus menggempur pertahanan Everton. Menit ke-37, sebuah kombinasi satu-dua di tepi kotak penalti menghasilkan tendangan mendatar, namun kiper Everton tampil sigap. Hingga turun minum, tidak ada gol tercipta. Kartu kuning pertama diberikan kepada pemain Everton pada menit ke-41 akibat pelanggaran taktis menghentikan serangan balik City.

Pada babak pertama, akurasi umpan Manchester City mencapai 89 persen, sementara Everton hanya 74 persen. Meski demikian, rapatnya pertahanan Everton membuat City kesulitan menciptakan peluang emas. Donnarumma tercatat melakukan 2 penyelamatan penting di 45 menit pertama.

Babak Kedua: Intensitas Meningkat dan Peran Donnarumma

Memasuki babak kedua, Manchester City menaikkan garis pertahanan dan intensitas pressing. Menit ke-52, sebuah serangan cepat dari sisi kiri berbuah tendangan sudut. Skema bola mati City hampir berbuah gol, tetapi sundulan pemain bertahan Everton masih membentur mistar gawang.

Menit ke-64, Everton melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor di lini depan. Perubahan ini sempat membuat lini belakang City kewalahan. Menit ke-71, sebuah serangan balik Everton menghasilkan peluang satu lawan satu dengan Donnarumma. Kiper berusia 27 tahun itu keluar dari sarangnya, mempersempit ruang tembak, dan melakukan penyelamatan krusial dengan kakinya. Momen itu menjadi salah satu highlight pertandingan dan menegaskan kualitas Donnarumma sebagai penjaga gawang kelas dunia.

VAR sempat digunakan pada menit ke-78 untuk meninjau potensi offside pada serangan Manchester City. Setelah peninjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran dan permainan dilanjutkan. Hingga menit ke-90, kedudukan tetap tidak berubah. City mencatatkan 11 tendangan sudut berbanding 4 milik Everton, namun efisiensi penyelesaian akhir menjadi catatan tersendiri bagi pasukan tuan rumah.

Secara keseluruhan, Donnarumma mencatatkan 5 penyelamatan dan clean sheet dalam laga ini. Persentase penyelamatan atau save percentage-nya mencapai 100 persen, sebuah capaian impresif di laga yang berjalan ketat. Statistik expected goals on target (xGOT) Everton tercatat 1,2, namun semua peluang tersebut berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Manchester City tersebut.

Reaksi dan Dampak di Klasemen

Usai pertandingan, pelatih Manchester City memberikan komentar singkat mengenai performa timnya. "Kami mengendalikan pertandingan, tetapi sepak bola menuntut efisiensi. Poin ini tetap penting dalam perburuan gelar," ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Ia juga memuji penampilan Donnarumma yang disebutnya sebagai "tembok terakhir yang membuat kami tetap aman".

Sementara itu, pelatih Everton mengapresiasi disiplin taktik anak asuhnya. "Kami datang dengan rencana yang jelas dan para pemain menjalankannya dengan baik. Menahan Manchester City di kandang mereka bukan hal mudah," katanya.

Dengan hasil ini, Manchester City tetap bersaing di papan atas klasemen Premier League, sementara Everton menambah satu poin penting dalam upaya menjauh dari zona bawah. Kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma, meninggalkan lapangan setelah pertandingan melawan Everton pada pekan ke-35 Premier League, Selasa (05/05/2026) dini hari WIB. Momen itu menjadi penutup laga yang menegangkan, di mana lini pertahanan dan penjaga gawang menjadi bintang utama di atas gemuruh penonton Etihad Stadium.

Bagi Manchester City, laga ini menjadi pengingat bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan. Efisiensi di depan gawang dan ketenangan di lini belakang tetap menjadi kunci di sisa musim yang semakin ketat. Sorotan kini beralih ke laga berikutnya, di mana City dituntut kembali tajam sekaligus solid, sementara Donnarumma dipastikan tetap menjadi pilar utama di bawah mistar gawang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User