Oct 13, 2026
Olahraga

Donnarumma Tembok Terakhir Manchester City di Anfield

Skor akhir 1-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026), lahir bukan dari gol dramatis di menit akhir, melainkan dari serangkaian penyelamatan krusial Gianluigi Donnarumma....

Donnarumma Tembok Terakhir Manchester City di Anfield

Skor akhir 1-0 untuk Manchester City atas Liverpool di Anfield, Minggu (11/10/2026), lahir bukan dari gol dramatis di menit akhir, melainkan dari serangkaian penyelamatan krusial Gianluigi Donnarumma. Kiper asal Italia itu mencatatkan enam penyelamatan—empat di antaranya dari dalam kotak penalti—dan meraih clean sheet keduanya musim ini di Liga Inggris 2026/2027.

Menit ke-9, Anfield nyaris meledak. Mohamed Salah menerima bola di sisi kanan, melewati satu pemain dengan gerakan cut-inside, lalu melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit. Donnarumma turun cepat, menutup tiang dekat dengan refleks tangan kanan. VAR sempat mengecek potensi offside pada proses sebelumnya, tetapi gol tidak tercipta karena bola sudah dibendung sebelum garis gawang.

Menit ke-23, giliran Darwin Núñez menguji kiper berusia 27 tahun itu. Sundulan keras dari jarak delapan meter setelah umpan silang Andrew Robertson mengarah ke sudut kiri bawah. Donnarumma, yang berdiri di posisi starting XI sejak menit pertama, menjatuhkan badan dan menepis bola keluar lapangan. Statistik babak pertama menunjukkan Liverpool unggul penguasaan bola 58 persen dan shots on target 5-2, tetapi skor tetap 0-0.

Analisis Babak Pertama: Taktik Guardiola vs Pressing Liverpool

Pep Guardiola menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Rodri dan Bernardo Silva sebagai double pivot. Liverpool di bawah pelatih baru mereka memakai 4-3-3 dengan pressing tinggi yang mengurung lini belakang City. Namun, keberadaan Donnarumma sebagai sweeper-keeper mengubah dinamika. Ia beberapa kali keluar dari kotak penalti untuk menyapu bola panjang, mencatatkan 14 akurasi umpan panjang dari 18 percobaan—angka tertinggi di antara kiper Liga Inggris pekan ini.

Menit ke-41, momen paling berbahaya hadir. Luis Díaz menusuk dari kiri, melewati Kyle Walker, dan melepaskan tembakan mendatar ke arah tiang jauh. Donnarumma bereaksi dengan penyelamatan ganda: pertama menepis bola dengan kaki kiri, lalu bangkit untuk menangkap rebound sebelum Núñez menyambar. Wasit meniup peluit, tidak ada pelanggaran, dan Anfield hanya bisa menghela napas.

"Donnarumma memberi kami rasa aman. Ketika lawan punya lima shots on target di babak pertama, biasanya Anda kebobolan. Dia membuat perbedaan hari ini," ujar Guardiola dalam konferensi pers usai laga.

Babak Kedua: City Mencuri Gol, Donnarumma Menjaga Keunggulan

Menit ke-58, Manchester City mencetak gol melalui serangan balik cepat. Phil Foden melepaskan assist kepada Erling Haaland, yang menuntaskan dengan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Skor berubah 1-0. Namun, pertandingan belum selesai. Liverpool meningkatkan intensitas, mencatatkan total 20 tembakan sepanjang laga dan sembilan corner.

Menit ke-67, kartu kuning pertama tercipta untuk Alexis Mac Allister setelah melanggar Rodri di tengah lapangan. Dari situ, Liverpool mendapat tendangan bebas yang dieksekusi Trent Alexander-Arnold. Bola melengkung ke arah tiang atas, tetapi Donnarumma terbang dan menepisnya ke atas mistar. Save of the match, demikian statistik pertandingan mencatatnya.

Menit ke-79, tekanan memuncak. Salah kembali mendapat ruang di kotak penalti setelah kemelut. Tendangannya dari jarak dekat membentur kaki Rúben Dias dan berubah arah. Donnarumma, yang sudah bergerak ke kiri, memutar tubuhnya dan menahan bola dengan kedua tangan tepat di garis gawang. Teknologi goal-line tidak menunjukkan bola melewati garis. Anfield terdiam.

Menit ke-88, Guardiola menarik Haaland dan memasukkan Jack Grealish untuk memperkuat lini tengah. City beralih ke formasi 4-1-4-1, menutup ruang antara lini. Donnarumma kembali menjadi tembok terakhir: dua penyelamatan tambahan di masa injury time, termasuk menepis tendangan jarak jauh Curtis Jones yang mengarah ke sudut kanan bawah.

Statistik Kunci dan Dampak Klasemen

Dengan hasil ini, Manchester City mengoleksi 22 poin dari 10 pertandingan, menjaga jarak dua poin dari pemuncak klasemen. Liverpool tertahan di peringkat keempat dengan 18 poin. Donnarumma sendiri mencatatkan rasio penyelamatan 85,7 persen musim ini, tertinggi di liga untuk kiper dengan minimal lima penampilan.

Kemenangan ini juga menandai clean sheet pertama City di Anfield sejak 2018. Guardiola menyebut performa Donnarumma sebagai "kombinasi antara refleks, posisi, dan keberanian." Sementara itu, pelatih Liverpool mengakui bahwa timnya kurang tajam di momen krusial. "Kami menciptakan cukup peluang, tetapi kiper mereka luar biasa," ujarnya singkat.

Bagi Manchester City, tiga poin di kandang rival terberat adalah pernyataan mental. Bagi Donnarumma, pertandingan ini adalah pengingat mengapa ia dibeli dengan harga mahal: kiper yang tidak hanya menghentikan bola, tetapi mengubah hasil akhir. Liga Inggris 2026/2027 masih panjang, namun malam di Anfield ini akan dikenang sebagai malam Donnarumma.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS citra-maharani

Reporter HAM. Fokus pada isu hak asasi, kebebasan sipil, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User